Selasa, 17 November 2009

Mulailah dari Keluarga

Link ke posting ini 0 komentar
Ditulis oleh : ust Zenal Satiawan Lc dalam Buletin Jumat

Tak ada seorangpun di Dunia ini yang dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan lingkungan dan pergaulan. Dalam pergaulannya, seseorang akan memiliki teman, baik itu di tempat kerja ataupun di lingkungan tempat tinggalnya. Sehingga tak diragukan lagi bahwa teman merupakan elemen penting berpengaruh bagi kehidupan seseorang.

Sebagai agama yang sempurna dan menyeluruh, Islam telah mengatur adab dan batasan dalam pergaulan. Betapa besar dampak yang akan menimpa seseorang akibat bergaul dengan teman-teman yang jahat, sebaliknya betapa besar manfaat yang dapat diraih oleh seseorang yang bergaul dengan teman yang shalih.

Banyak di antara manusia yang terjerumus ke dalam lubang kemaksiatan dan kesesatan dikarenakan bergaul dengan teman teman yang jahat dan banyak pula di antara manusia yang mendapatkan hidayah dikarenakan bergaul dengan teman-teman yang shalih. Dalam sebuah haditsnya, Rasullullah Saw. menjelaskan tentang peranan dan dampak seorang teman: “Perumpamaan bergaul dengan teman yang baik dengan teman yang jahat adalah seperti bergaul dengan penjual minyak wangi dengan pandai besi. Adapun penjual minyak wangi tidak melewatkan kamu, baik engkau akan membelinya atau engkau tidak membelinya, engkau pasti akan mendapatkan baunya yang harum, sementara pandai besi ia akan membakar bujumu atau engkau akan mendapatkan baunya yang tidak harum.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan hadits tersebut dapat diambil pelajaran penting, bahwasanya bergaul dengan teman yang shalih mempunyai dua kemungkinan yang kedua-duanya baik, yaitu: Kita akan menjadi baik atau kita akan memperoleh kebaikan yang dilakukan teman kita. Sedang bergaul dengan teman yang jahat juga mempunyai dua kemungkinan yang kedua-duanya jelek, yaitu: Kita akan menjadi jelek atau kita akan ikut memperoleh kejelekan yang dilakukan teman kita.

Bahkan Rasulullah Saw. menjadikan seorang teman sebagai patokan terhadap baik dan buruknya agama seseorang, oleh karena itu Rasulullah Saw. memerintahkan kepada kita agar senantiasa memperhatikan dengan siapa kita bergaul. “Seseorang tergantung agama temannya, maka hendaknya seseorang di antara kamu melihat dengan siapa dia bergaul.” (HR. Ahmad). Ada pepatah Arab mengatakan, "Jangan tanya tentang seseorang, tapi tanya tentang temannya, karena seseorang pasti akan mengikuti kelakukan temannya" Demikianlah karena memang fitrah manusia cenderung ingin selalu meniru tingkah laku dan keadaan temannya.

Seorang teman memberikan pengaruh besar dalam kehidupan kita, janganlah ia menyebabkan kita menyesal pada hari kiamat nanti dikarenakan bujuk rayu dan pengaruhnya sehingga kita tergelincir dari jalan yang haq dan terjerumus dalam kemaksiatan. Marilah kita renungkan firman Allah Swt. berikut ini, “Dan ingatlah hari ketika orang-orang zhalim menggigit dua tangannya seraya berkata: Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besar bagiku! Kiranya dulu aku tidak mengambil si fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Quran sesudah Al-Quran itu datang kepadaku. Dan adalah syetan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. Al-Furqan: 27-29).

Lihatlah bagaimana Allah menggambarkan seseorang yang telah menjadikan orang-orang fasik dan pelaku maksiat sebagai teman-temannya ketika di dunia, sehingga di akhirat menyebabkan penyesalan yang sudah tidak berguna lagi baginya, karena di akhirat adalah hari hisab bukan hari amal sedang di dunia adalah hari amal.

Sebelum semuanya terlambat, carilah teman-teman shalih yang senantiasa mengajak kita untuk berbuat ketaatan kepada Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya, menasehati kita jika bersalah, memberitahu aib-aib kita. Carilah ia walaupun ke ujung dunia, atau menyesal selamanya…

SYIRIK SEBAGAI KEZHALIMAN

Link ke posting ini 0 komentar
Ditulis oleh : ust Zenal Satiawan Lc dalam Buletin Jumat

"Orang-orang yang beriman dan tidak menodai iman mereka dengan kedzaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat ketentraman dan mereka itulah orang-orang yang menepati jalan hidayah." (QS. Al-An'am: 82)

Diriwayatan oleh Imam Bukhari, "Ketika turun ayat, 'Orang-orang yang beriman, dan tidak menodai iman mereka dengan kedzaliman', kami (para sahabat) berkata, 'Wahai Rasulullah, siapakah di antara kami yang tidak mendzalimi dirinya?' Beliau bersabda, 'Bukan seperti yang kamu katakan, mereka tidak menodai iman mereka dengan kedzaliman, tetapi dengan kemusyrikan. Bukankah kamu telah memperhatikan perkataan Luqman kepada anaknya?, 'Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya, mempersekutukan Allah adalah kedzaliman yang besar' (Luqman: 13)'."

Imam Ibnu katsir mengomentari ayat tersebut., "Maksudnya, mereka adalah orang-orang yang memurnikan ibadah hanya kepada Allah saja, mereka tidak menyekutukan-Nya sama sekali, dan mereka itulah orang-orang yang tenteram pada hari kiamat dan mendapat petunjuk di dunia akherat."

Banyak orang yang mengaku dirinya beriman, akan tetapi di waktu yang bersamaan, dia juga melakukan hal-hal yang merusak keimanannya itu, bahkan sampai menggugurkan iman itu sendiri. Hal itu disebabkan oleh banyak faktor; di antaranya, karena kebodohan mereka (al-Jahl), atau karena kesombongan dan keangkuhan mereka sehingga mereka tidak mau menerima kebenaran yang disampaikan pada mereka (al-Kibr). Padahal, dalam masalah keimanan dan tauhid, tidak ada udzur (alasan) kebodohan. Jadi, seseorang tidak bisa beralasan dengan kebodohan (ketidaktahuan)nya ketika salah dalam masalah iman dan tauhid ini. Dan salah dalam masalah ini akan berakibat fatal. Masalah keimanan dan tauhid ini adalah masalah yang sangat prinsip bagi seorang muslim, yang merupakan dasar dan pondasi baginya, yang menentukan kuat tidaknya bangunan yang dibangun di atas pondasi itu. Tetapi, justru kebanyakan manusia bodoh dalam hal ini, sehingga sadar atau tidak sadar mereka sering menodai keimanan mereka itu.

Tauhid (iman) dan syirik, tidak akan mungkin pernah bersatu di hati seseorang. Karena keduanya bertentangan. Jika beriman, maka harus menghilangkan dan membuang jauh-jauh kesyirikan. Jika seseorang melakukan kesyirikan (syirik besar), secara langsung keimanan akan luntur dan batal.

Adapun hal-hal yang termasuk perbuatan syirik sangatlah banyak. Yang semua itu intinya adalah mempersekutukan Allah, atau menjadikan tandingan untuk Allah. Terkadang seseorang melakukan suatu perbuatan yang dia yakini bahwa perbuatan itu adalah benar karena dia melakukannya tanpa petunjuk (dalil), hanya karena persangkaan atau karena ikut-ikutan, padahal perbuatannya itu adalah termasuk kesyirikan. Maka, terhapuslah amalan yang dia lakukan itu atau semua amalnya, dan akhirnya, dia akan menanggung beban yang teramat sangat berat di hadapan Allah. Sebab, syirik adalah merupakan dosa besar yang paling besar. Dan tidak akan diampuni apabila tidak bertobat sebelum nyawa sampai di tenggorokan.

Kendati demikian, idealnya kita harus berusaha sekuat tenaga dan semampu kita untuk meninggalkan segala macam dosa. Karena, para ulama' mengategorikan segala macam dosa ke dalam kedzaliman. Baik itu dzalim kepada diri sendiri, atau dzalim kepada orang lain. Adapun kedzaliman yang paling besar adalah kedzaliman dalam masalah tauhid, yaitu kedzaliman seorang hamba kepada Allah swt. Yang disebut dengan dosa itu adalah bersumber dari dua hal; meninggalkan perintah, atau mengerjakan larangan. Dan dari semua itu, perkara yang paling besar adalah yang berkaitan dengan iman dan tauhid. Perintah yang paling utama adalah tauhid, dan larangan yang paling besar adalah syirik.

Ya Allah, lindungilah kami dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu, sedangkan kami mengetahuinya. Dan ampunilah kami, terhadap suatu kesyirikan yang kami tidak mengetahuinya.

Dahsyatnya Pengaruh Teman

Link ke posting ini 0 komentar
Ditulis oleh : ust Zenal Satiawan dalam Buletin Jumat

Tak ada seorangpun di Dunia ini yang dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan lingkungan dan pergaulan. Dalam pergaulannya, seseorang akan memiliki teman, baik itu di tempat kerja ataupun di lingkungan tempat tinggalnya. Sehingga tak diragukan lagi bahwa teman merupakan elemen penting berpengaruh bagi kehidupan seseorang.
Sebagai agama yang sempurna dan menyeluruh, Islam telah mengatur adab dan batasan dalam pergaulan. Betapa besar dampak yang akan menimpa seseorang akibat bergaul dengan teman-teman yang jahat, sebaliknya betapa besar manfaat yang dapat diraih oleh seseorang yang bergaul dengan teman yang shalih.
Banyak di antara manusia yang terjerumus ke dalam lubang kemaksiatan dan kesesatan dikarenakan bergaul dengan teman teman yang jahat dan banyak pula di antara manusia yang mendapatkan hidayah dikarenakan bergaul dengan teman-teman yang shalih. Dalam sebuah haditsnya, Rasullullah Saw. menjelaskan tentang peranan dan dampak seorang teman: “Perumpamaan bergaul dengan teman yang baik dengan teman yang jahat adalah seperti bergaul dengan penjual minyak wangi dengan pandai besi. Adapun penjual minyak wangi tidak melewatkan kamu, baik engkau akan membelinya atau engkau tidak membelinya, engkau pasti akan mendapatkan baunya yang harum, sementara pandai besi ia akan membakar bujumu atau engkau akan mendapatkan baunya yang tidak harum.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Berdasarkan hadits tersebut dapat diambil pelajaran penting, bahwasanya bergaul dengan teman yang shalih mempunyai dua kemungkinan yang kedua-duanya baik, yaitu: Kita akan menjadi baik atau kita akan memperoleh kebaikan yang dilakukan teman kita. Sedang bergaul dengan teman yang jahat juga mempunyai dua kemungkinan yang kedua-duanya jelek, yaitu: Kita akan menjadi jelek atau kita akan ikut memperoleh kejelekan yang dilakukan teman kita.
Bahkan Rasulullah Saw. menjadikan seorang teman sebagai patokan terhadap baik dan buruknya agama seseorang, oleh karena itu Rasulullah Saw. memerintahkan kepada kita agar senantiasa memperhatikan dengan siapa kita bergaul. “Seseorang tergantung agama temannya, maka hendaknya seseorang di antara kamu melihat dengan siapa dia bergaul.” (HR. Ahmad). Ada pepatah Arab mengatakan, "Jangan tanya tentang seseorang, tapi tanya tentang temannya, karena seseorang pasti akan mengikuti kelakukan temannya" Demikianlah karena memang fitrah manusia cenderung ingin selalu meniru tingkah laku dan keadaan temannya.
Seorang teman memberikan pengaruh besar dalam kehidupan kita, janganlah ia menyebabkan kita menyesal pada hari kiamat nanti dikarenakan bujuk rayu dan pengaruhnya sehingga kita tergelincir dari jalan yang haq dan terjerumus dalam kemaksiatan. Marilah kita renungkan firman Allah Swt. berikut ini, “Dan ingatlah hari ketika orang-orang zhalim menggigit dua tangannya seraya berkata: Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besar bagiku! Kiranya dulu aku tidak mengambil si fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Quran sesudah Al-Quran itu datang kepadaku. Dan adalah syetan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. Al-Furqan: 27-29).
Lihatlah bagaimana Allah menggambarkan seseorang yang telah menjadikan orang-orang fasik dan pelaku maksiat sebagai teman-temannya ketika di dunia, sehingga di akhirat menyebabkan penyesalan yang sudah tidak berguna lagi baginya, karena di akhirat adalah hari hisab bukan hari amal sedang di dunia adalah hari amal.
Sebelum semuanya terlambat, carilah teman-teman shalih yang senantiasa mengajak kita untuk berbuat ketaatan kepada Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya, menasehati kita jika bersalah, memberitahu aib-aib kita. Carilah ia walaupun ke ujung dunia, atau menyesal selamanya…

Surat Pernyataan Sikap

Link ke posting ini 0 komentar
PERNYATAAN SIKAP
FORUM SOLIDARITAS BATAM UNTUK MASJIDIL AQSHA
Sekretariat : Jalan Ranai No. 11 Bengkong Polisi Batam Telp. (062) 0778-411068 Fax 0778-413606 Email : satya_zein@yahoo.com
=======================================================
Dalam amanat Alinea Pertama Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan".
Telah terungkap di berbagai media massa Nasional dan Internasional bahwa pada hari Ahad, 25 Oktober 2009 telah terjadi peristiwa yang menyedihkan. Tentara Zionis Israel memasuki Masjidil Aqsha, kiblat pertama umat Islam dengan congkak. Mereka memasuki Masjid yang menjadi tempat mi'raj Nabi Muhammad Saw. tersebut dengan membawa senjata, memukuli kaum muslimin yang ada di Masjid tersebut, menembakkan peluru karet, gas air mata, serta melemparkan granat sehingga banyak korban yang terluka dan berjatuhan, darah pun berceceran di tempat tersebut. Oleh karena itu, Forum Solidaritas Batam untuk Masjidil Aqsha memberikan pernyataan sikap:
1. Berduka cita yang mendalam atas jatuhnya korban pada warga Palestina.
2. Mengutuk keras kejahatan Internasional yang dilakukan oleh Zionis Israel terhadap warga Palestina dan Penodaan terhadap Masjidil Aqsha, masjid yang menjadi wakaf umat Islam se-dunia.
3. Mendesak pemimpin Arab dan Islam di dunia untuk segera mengambil tindakan penyelamatan terhadap kota Al Quds khususnya masjid Al Aqsha dari upaya penghancuran oleh Zionis Israel.
4. Mendesak pemerintah Indonesia untuk mendukung penuh perjuangan rakyat Palestina dalam menjaga kemuliaan masjid Al Aqsha dan meraih kemerdekaan yang hakiki dari tangan penjajah Zionis Israel.
5. Kepada Pemerintah Indonesia agar melanjutkan secara lebih efektif tuntutan diselenggarakannya Sidang Umum PBB, terselenggaranya KTT OKI dan Liga Arab dengan kesediaan sebagai tuan rumah dan berkomunikasi langsung dengan para pemimpin Negara yang memegang peranan kunci dalam penyelesaian masalah Masjidil Aqsha.
6. Menghimbau kepada kaum muslimin untuk mendukung dan mendoakan perjuangan rakyat Palestina serta melakukan aksi solidaritas pembelaan terhadap masjid Al Aqsha.

Batam, Kamis, 10 Dzulqaidah 1430 H
29 Oktober 2009 M


Imbalo Iman Sakti Zenal Satiawan, Lc Ketua Sekretaris Jendral


FORUM SOLIDARITAS BATAM UNTUK MASJIDIL AQSHA

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam
Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam
Lembaga Pendidikan dan Pengamalan Agama Islam (LP2A) Batam
Muhammadiyah Batam
Jamiyatul Wasliyah Batam
Dewan Masjid Indonesia Batam
Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Raya Batam
Badan Amil Zakat (BAZ) Batam
Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Batam
Badan Koordinasi Dakwah Islam (BKDI) Otorita Batam
Badan Wakaf Indonesia (BWI) Batam
Ummul Quran Batam
Nahdhatul Ulama (NU) Batam
Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Batam
Ikatan Dai Muda (IDM) Batam
Yayasan Pendidikan Islam Hang Tuah Batam
Forum Ukhuwah Islamiya Batam (FUIB)
Centre For Middle East Studies (COMES)
Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Kota Batam
Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA)

1. H. Rajali Jaya Tokoh Islam
2. KH. Khudri Syam Tokoh Islam
3. H. Andi Askar Petarani Tokoh Islam
4. H. Chandra Rizal Tokoh Islam
5. H. Andi Soraya Tokoh Islam
6. H. Masrur Amin Tokoh Islam

Kamis, 30 April 2009

Pembentukan Pengurus Muhammadiyah Thailand

Link ke posting ini 0 komentar




Sambutan Pimpinan Muhammadiyah Internasional
Dalam rangka pembentukan Pengurus Muhammadiyah Thailand
di Yala pada 01 May 2009

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.
Alhamdulillah wa sallamu ala Rasulihilkarim.

Memulakan cerama ini mari kita hadiahkan sebuah senyuman kepada saya dan saya begitu juga.
Saya ucapkan tahniah atas perhimpunan pembentukan Muhammadiyah Thailand hari ini.

Bapak - bapak dan saudara - saudara saya juga gembira menjadi rakan kongsi muslimin dan muslimat Thailand Darussalam ini, keberhasilan ikhwan dan akhwat cukup lumayan ketimbang minoritas dalam negara sendiri.

Orientasi Program Muhammadiyah Thailand ini harus lah mencapai program kerja keras, karena kita telah tertinggal begitu jauh di belakang aktivitas - aktivitas di Negara – Negara sebelah kita.

Garis-garis kasar program kerja :

1. PEMANTAPAN ORGANISASI.
2. AMAL USAHA YANG BERWAWASAN, VISI DAN MISI.
3. MANTAPKAN AKTIVITI DAKWAH NON MUSLIM.

Saya sarankan projek harian, Mingguan, Bulanan, & Tahunan
1. Projek Sungai Mekong
2. Satu Projek di utara untuk satu ampur
3. Bentuk Mentality Berdikari
4. Bentuk Rangkaian Muhajirin

Projek 10 tahun Muhammdiyah Internasional:
1. Setiap Negara sebuah Islamic center (Thailand, Miyanmar, Laos, Kambodia & Vietnam.
2. Pembentukan NGO Muhammadiyah di setiap Negara.

wassalam
ustaz Abdul Wahab
Pengetua Perhimpunan Muhammdiyah Internasional

Senin, 09 Maret 2009

Mossad Terlibat Dalam Serangan 11 September 2001

Link ke posting ini 0 komentar
Tulisan ini dikutip dari http://eramuslim.com

Mossad Terlibat Dalam Serangan 11 September 2001

Sebuah artikel yang dimuat di mingguan American Free Press mengungkap keterlibatan agen intelijen Israel, Mossad dalam peristiwa serangan 11 September 2001 di AS. Yang mengejutkan, ketelibatan Mossad dalam serangan Black September itu lewat sepupu salah satu tersangka pelaku serangan 11 September.

Artikel itu menyebutkan bahwa Ziad al-Jarrah, salah seorang tersangka pelaku serangan 11 September punya sepupu bernama Ali al-Jarrah yang sudah lama bekerja sebagai agen Mossad. Fakta ini membuktikan bahwa Mossad berperang dalam serangan terorisme tersebut.

Sebelum mingguan American Free Press, sejumlah media massa AS sudah banyak yang mengungkap dugaan keterlibatan Israel dalam serangan teroris 11 September. Surat kabar New York Times misalnya, sudah menurunkan laporan tentang Ali al-Jarrah yang berkebangsaan Libanon. Menurut New York Times, al-Jarrah sudah bekerja sebagai mata-mata Israel selama lebih dari 20 tahun. Dan al-Jarrah sendiri kabarnya pernah mengakui bahwa ia pernah melakukan kegiatan mata-mata terhadap kelompok-kelompok pejuang di Palestina dan kelompok Hizbullah di Libanon, sejak tahun 1983.

New York Times juga menulis bahwa keluarga al-Jarrah dikenal dengan keterlibatan mereka dalam aksi-aksi kekerasan. Salah satunya adalah Ziad al-Jarrah yang oleh AS dituduh sebagai salah satu dari 19 orang yang membajak pesawat komersial AS dan melakukan serangan 11 September 2001.

Masih menurut New York Times, keterlibatan Israel dalam serangan teroris tersebut bisa dilacak kembali dari informasi tentang lima orang Israel yang 'tertangkap basah' menunjukkan kegembirannya dengan berjingkrak-jingkrak dan saling menepukkan telapak tangan ketika pesawat dengan nomor penerbangan 11 dan 175 menghujam gedung World Trade Center di New York. Karena kelakuanya itu, aparat keamanan dikabarkan menangkap kelima orang Israel tersebut, tapi mereka dibebaskan secara diam-diam setelah 71 hari di penjara. Kelima orang Israel itu diduga sebagai agen Mossad.

Sementara itu, mingguan Forward dalam laporannya mengutip pernyataan dua agen CIA yang mengungkapkan bahwa setidaknya dua orang Israel yang ditangkap itu kemudian diketahui sebagai tim mata-mata Mossad. "Tidak ada pertanyaan, tapi perintah untuk menutup penyelidikan atas kasus mereka datang dari Gedung Putih," kata agen CIA itu pada mingguan Forward.

Disebutkan pula bahwa setelah ada perintah dari Gedung Putih untuk menutup kasus tersebut, markas besar CIA langsung membuat keputusan untuk menutupi kasus ini agar tidak bocor sehingga tidak ada alasan untuk mengait-kaitkan Israel dalam serangan 11 September yang menelan korban jiwa sebanyak 2.970 orang.

Dugaan bahwa Mossad terlibat dalam serangan 11 September 2001 di AS juga pernah dilontarkan oleh mantan perdana menteri Italia, Francesco Cossiga. Menurutnya, serangan teroris 11 September adalah hasil konspirasi antara CIA-Mossad.

"Semua agen intelejen di AS dan Eropa ... tahu pasti bahwa serangan mematikan itu dirancang oleh CIA dan Mossad. Kedua lembaga intelejen itu juga membentuk opini sedemikian rupa sehingga negara-negara Arab yang menanggung tuduhan serangan teroris tersebut. CIA dan Mossad ingin mendorong kekuatan-kekuatan Barat untuk ikut serta dalam perangnya di Irak dan Afghanistan," kata Cossiga.

Keterlibatan Israel dalam serangan keji itu makin santer setelah muncul informasi bahwa ketika serangan terjadi, seluruh orang Yahudi yang bekerja di gedung World Trade Center sudah diberitahu untuk tidak pergi kerja pada hari itu. Informasi ini diperkuat oleh laporan yang bocor ke publik, berisi laporan bahwa dua orang pegawai perusahaan Odigo-perusahaan telekomunikasi milik Israel-menerima sms peringatan akan adanya serangan beberapa jam sebelum tragedi serangan ke gedung World Trade Center. Perusahaan Odigo pula yang mengirimkan sms berisi himbauan agar orang-orang Yahudi tidak usah pergi kerja pada tanggal 11 September 2001dan lebih baik berdiam diri di rumah. Kantor Pusat Odigo sendiri, terletak hanya dua blok dari gedung World Trade Center.

Rabu, 04 Februari 2009

Loans Solution for Unexpected Expense

Link ke posting ini 0 komentar

If you have ever experienced getting unexpected expense when you short on cash you must be realized how the situation can be very frustrating. It is because borrowing money is quite embarrassing. Even if you want to borrow for money to creditors, you still have to face them and answer their detailed question about what will you do with their funds.


Fortunately, now you can find the option of fast cash payday loans that is a very convenient way to obtain loans for your needs. You just have to complete the simple requirements and they will approve you once you are qualified the requirements. The funds will be sent to your account and you will be able to use it as you like.