Selasa, 02 September 2008

Jadi Ustaz Dadakan di Puskesmas Legenda Malaka Batam

Ditulis pada September 2, 2008 oleh imbalo
Sejatinya hanya mau mengambil fomulir pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji di Puskesmas Legenda Malaka Batam, sampai di Puskesmas dah hampir pukul 12 tengah hari, Puskesmas dah tutup tak menerima pasien lagi, ujar seorang perawat yang masih berdiri disitu, ”kebetulan pak kami ada pengajian nak menyambut ramadhan, lagi pula yang mengurus formulir yang pak minta dokter nya lagi pergi”. tambah perawat yang katanya suaminya polisi itu.

Karena aku tetap ngotot masih ada sekitar 5 lima menit lagi ke pukul 12 , perawat itu menelpon dokter yang berwenang memberikan formulir yang kuminta, dokter itu bernama dr. Solichin, tak lama setelah di telpon dia datang karena memang pun mau datang , mengikuti pengajian yang diadakan di puskesmas itu tadi. Kepala Puskesmasnya yang juga seorang dokter ada disitu, kepala Puskesmas adalah isteri dari dr Waskito, dr Waskito sendiri adalah Dirketur LP-POM MUI Batam , kebetulan pikir ku.

“Iya pak senin kan dah puasa, jadi menyambut puasa kami ngadakan pengajian” jawab dr Solichin menjelaskan tak lah setiap saat mereka mengadakan pengajian. “Tapi sekarang lagi nunggu ustaz nya belum lagi datang” timpal perawat yang menerima aku tadi. “Ustaz nya dari mana” tanyaku. “dari Hang FM” jelas perawat yang masih tetap berdiri mendampingi dokter yang sedang memilah-milah formulir yang akan diberikan kepadaku. “Ya sudah sembari nunggu ustaz yang asli datang bagaimana kalau saya isi ? tawar ku kepada dokter Solichin, tapi kasih tahu dulu dengan bu dokter kepala Puskesmas kataku, jadilah aku ustaz dadakan mengisi acara sembari menunggu ustaz dari Hang FM datang.

PUSKESMAS, KUA DAN UU PK NO 8 TAHUN 1999

Puskesmas sebenarnya menjadi ujung tombak dari sosialisasi Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UU PK) nomor 8 tahun 1999 , karena disitu tempat nya paramedis, mereka langsung bertemu dengan masyarakat dan mengetahui keadaan masyarakat dan dapat menjelaskan kepada masyarakat terutama tentang kesehatan, makanan yang di konsumsi nya apakah sudah benar - benar hygenis, dan layak di makan.

Di Batam jelasku, ada 12 kecamatan , paling tidak ada 12 Puskesmas dan 12 Kantor Urusan Agama (KUA), karena dari Yayasan Lembaga Konsumen Muslim (YLKM), selaku LPKSM ini adalah kesempatan ku menjelaskan kepada dokter dan paramedis yang hadir di pengajian itu, sebagai muslim kita harus peduli terhadap makanan dan minuman yang kita konsumsi tidak hanya makanan dan minuman tetapi juga kosmetik yang kita pakai juga jelasku karena kulihat hampir sebagian besar yang hadir adalah wanita, yang kesemuanya memakai make up, kalau semua petugas di Puskesmas ikut menjelas kan kepada masyarakat bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi nya tidak hanya baik, tetapi juga hrus halal, karena memang tuntutan agama.

Yang mengetahu baik nya makanan itu dari segi kesehatan adalah orang yang memang mengerti tentang pangan , ya dokter salah satu nya, begitupun makanan yang layak dan boleh dikonsumsi apakah ada unsur yang tidak boleh dimakan sesuai dengan ajaran agama. Baik cara memotong , menyimpan, orang yang mengerti agama ya dari KUA.

Meskipun ada beberapa dokter yang hadir dalam pengajian di Puskesmas Legenda Malaka Batam itu, tak lah mereka tahu dimana ketidak halalan air minum dalam kemasan yang kebetulan ada di atas meja yang telah terhidang disitu, arang aktif sebagai filter untuk menyaring air dalam kemasan itu bisa jadi dari arang tulang binatang, kalau tulang nya dari babi, nah disitulah ketidak halalan air tadi jelas ku. Kalau arang untuk penyaring dari batok kelapa, ya tidak masaalah, nah siapa yang akan mengecek itu dan menjelaskannya kepada masyarakat ? tanyaku.

Silih berganti para medis yang hadir disitu mengajukan pertanyaan, termasuk pertanyaan tentang restoran seafood yang ramai di Batam dan salah satu yang paling terkenal paling laris paling banyak dikunjungi orang2 muslim, tapi tak mendapat sertifikat halal, ya karena sebelum makanan itu di masak terlebih dahulu di rendam dalam arak untuk menghilangkan rasa amis nya, dan bisa jadi saus yang dipergunakan, seperti angciau, bukan dari bahan yang halal. Jadi bukan karena unsur babi nya saja, tapi makanan itu telah dicampur dengan khamar.

Eeeeee ternyata sang ustaz sudah menunggu sedari tadi di luar, tak terasa belum semua pertanyaan diajukan dan dijawab, lain kali di sambung, dihari dan waktu yang di khusukan membahas Halalan dan Toyiban. Terimakasih dr Solichin.

Aroma Roti di Bulan Puasa di Word Trade Centre Singapura

Ditulis pada September 2, 2008 oleh imbalo | Sunting
Hari pertama ramadhan 1429 H yang bertepatan juga dengan 1 September 2008 M, jamak kalau banyak yang lupa kalau kita saat itu sedang berpuasa, maklum lah hari pertama.

Mungkin karena memang aroma roti yang menusuk hidung, membuat seorang ibu yang sedang shoping di word trade centre (WTC) tak menyadari kalau dia sedang berpuasa, ibu itu pasti dah seorang muslima terlihat dari pakaiannya, seorang muslimah dengan tidak sangat terlihat kalau di Singapura dari cara berpakaian.

Sebelah ujung pintu keluar sebelah kiri dari WTC Singapura setelah pintu pemeriksaan kedatangan ada gerai roti yang memang memasak roti nya di tempat itu juga, Bread talk, aroma roti yang sedang di panggang itu tercium sampai pintu sebelah kanan dari WTC arah ke pintu masuk MRT, menjelang petang di hari puasa pertama bau aroma roti itu sungguh membuat selera, itu mungkin yang juga dialami oleh seorang ibu yang berpakain muslimah tadi.

Dengan senyum di kulum lengkap dengan pakaian seragam seorang penjaga di toko roti Bread Talk itu menayakan apa yang bisa di bantu, kalau dari raut wajah nya kelihatan tampang melayu, tapi mungkin karena di toko roti Bread Talk dia tak memakai busana muslim.

Sebenarnya kami hanya ingin memastikan bahwa gerai Bread Talk yang ada di Singapura pun juga tidak mencantumkan logo Halal, “tidak, terima kasih hanya ingin melihat-lihat saja” kataku kepada penjaga toko itu, sambil berlalu menuju ke toko roti lain yang ada persis di depan toko roti itu.

Ke depan dari dari toko Bread Talk ada toko roti lagi, bermacam ragam roti yang di pajang di toko itu, ibu yang berbaju muslimah tadi juga menghampiri toko roti itu, seorang pelayan menghampirinya dengan membawa nampan yang berisi contoh hampir semua jenis kue dan roti yang ada di jual disitu, dengan lidi runcing seperti biting, salah satu contoh kue di tusuk dan diberikan untuk di coba kepada si ibu tadi, si ibu mengambil dan memakannya, “Bu tak puasakah” sergah ku yang kebetulan berdiri di samping nya memperhatikan apakah ada logo halal di toko roti itu.

“Astagfirullah” ujar siibu sembari meludahkah makanan yang sempat dah masuk ke mulut nya, “iya iya saye puase” kata siibu tadi sambil mengucapkan terima kasih dah di ingat kan. “Sering beli roti disini bu” tanya kami lagi, ibu tadi tak menjawab tapi menjeling kearah kami, karena kami katakan bahwa roti ini tak mencantumkan logo halal, “ini toko roti Indonesia, mestilah halal” ujar ibu tadi karena dari nama toko nya saja “BENGAWAN SOLO” .

Jadi tak berapa jauh dari gerai roti BREAD TALK ada toko roti lagi yang bernama BENGAWAN SOLO, karena dari nama nya yang berbau Indonesia yakinlah si ibu tadi kalau produk yang dihasilkan oleh toko roti tadi sudah halal. ironis ya.

Hal ini pun tak terkecuali terjadi di toko roti di Batam, ratusan pendatang terutama dari Singapura yang mengunjungi Batam setiap minggu nya, mereka tahu kalau Bread Talk di singapura tak halal, tetapi mereka membeli Roti dari gerai Bread Talk yang ada di Batam, mereka tahunya kalau di Batam alias Indonesia roti dan makanan yang dijajahkan tak masaalah, karena Indonesia mayoritas muslim, puluhan ibu2 yang berpakain muslim menyerbu memenuhi gerai Bread Talk di Mega Mall Batam Center, letak gerai Bread Talk yang stategis dekat dengan terminal ferry Batam Center, sambil pulang ke Singapura dari kunjungan ke Batam mereka biasa nya membawa pulang roti2 yang ada di Mall itu.

Tapi setelah kami beritahu Bread Talk di Batam pun tak punya sertifikat halal, mereka terperangah. Sambil pandang memandang yang terlanjur membeli merasa terkecoh, dan meliirik toko roti yang ada di samping Bread Talk di Batam J.Co yang menjual donuts , sami mawon tak begitu penting harus mencantumkan logo halal, toh yang membeli banyak.

Senin, 01 September 2008

Hari Pertama Puasa dan Buah Kurma

Ditulis pada September 1, 2008 oleh imbalo | Sunting
Hari pertama puasa tahun ini 1 September 2008 bersamaan dengan 1 Ramadhan 1429 H, hampir seluruh umat islam di Indonesia melaksanakannya, kecuali ada beberapa puluh penganut “aliran” di Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat, katanya telah melaksanakan lebih awal.

Rencana pagi senin (1/9) akan bertemu dengan Abdul Basyit, malam sebelum nya dia menghubungi ku ingin berbincang-bincang tentang sekolah, petang minggu Abdul Hamid pula menghubungi ku tentang sekolah swasta di Batam yang megap-megap karena kesulitan murid, Abdul Basyit Ketua Banser Batam, Abdul Hamid pula wartawan Batam Pos, masih group Jawa Pos.

Pagi senin pukul 8, Andi dari PLN Batam menghubungi ku menayakan buah Kurma, karena setiap tahun di bulan ramadhan kami menjual kurma segar, kurma segar dulu didatangkan langsung ke Batam oleh Asman Abnur , sekarang Asman Abnur menjadi Bendahara PAN di Jakarta, gak tahu apakah dia masih mengimport langsung kurma dari timur tengah, sejak dia jadi orang gak pernah lagi kami bertemu apalagi berbincang-bincang seperti dulu sewaktu dia ”minta” KTA Muhammadiyah.

Karena terlanjur jadi penyedia kurma segar dadakan, banyak teman yang pesan kurma ke kami, termasuk Andi dari PLN Batam tadi, terkadang kurma itu dibawa langsung oleh teman yang tinggal di singapura, berupa barang tentengan, dari Singapura ke Batam by Ferry 20 kg bisa masuk kargo , selebih nya 20 kg pula di kenakan biaya 1 dollar sin perkilonya.

Kalau dari Batam teman tadi membawa manisan atau asinan buah ke Singapura, di Batam membeli asinan atau manisan buah tadi di seputaran Nagoya, terkadang mencapai 30 kilo yang dibawa nya, bermacam-macam ragam dari mulai mangga, kedondong, salak, buah cermai.

Di Batam pun dia sering ku lihat membeli barangan keluaaran Ahad Net, produk yang semuanya mempunyai label halal. Disamping untuk dipakai sendiri, barangan itu pun pesanan teman-teman yang lain. Orang Batam tak begitu peduli dengan kosmetik yang dipakai nya, apakah mengandung mercury , atau plasenta babi.

Karena ada pesanan dari Andi dan beberapa teman lain hari ini pun hari permulaan puasa aku ke Singapura, karena teman yang di singapura tak bisa datang, tiket pulang pergi batam singapura 27 dollar sin melalui Batam center, tax dari singapura sebesar 21 dollah sin. harga 1 doz per 5 kilo kurma segar 90 dollar sin naik MRT dari WTC ke Jurong di tempat distributor kurma itu paling tidak mengeluarkan uang 6 dollar lagi, hitung lah kalau kita hanya membeli 1 dos per 5 kilo berapa 1 kilonya? kurs rupiah di tukar di Money Changer hari ini 1 september 2008 rp. 6.550 per dolar singapura.

Sebelum Juhur berangkat ke Singapura , menjelang berbuka dah sampai kembali di muara pelabuhan Batam Center, azan dah terdengar menandakan berbuka puasa, dengan 5 dos kurma barhi @ 5 kilo dan 4 dos @ 10 kilo jenis bayani, dates-dates dari perkebunan di timur tengah sana konon ikut ku pasarkan di Batam.

Senin, 11 Agustus 2008

Musholla di Mega Mall Batam Center

Ditulis pada Agustus 10, 2008 oleh imbalo

Soal keberadaan Musholla yang ada di Mall2 acap menjadi keluhan pengunjung, tidak hanya di Batam, di kota lain pun keberadaannya cukup memprihatinkan.

Di Mega Mall Batam Center misalnya, mushollanya hanya dapat menampung sekitar 20 orang saja, bangunan yang hanya 4 x 4 M itu terletak diluar bangunan induk arah jalan masuk, sebelah lapangan parkir.

Terlihat saat magrib tiba, musholla itu tak dapat menampung orang yang akan shalat. Sehingga shalat dilakukan hingga lima rombongan berjamaah pun masih banyak lagi yang antri, bila 1 rombongan jamaah memerlukan waktu 5 sampai 7 menit, alamat akan habis lah waktu magrib yang singkat itu.

Tidak hanya karyawan yang bekerja di Mall itu yang akan shalat , pengunjung pun cukup ramai, apalagi di akhir pekan, seperti hari sabtu dan hari minggu tanggal 9 dan 10 Agustus 2008 yang baru lalu, berjubel nya pengunjung tak mampu menampung mereka yang akan shalat magrib,banyak pengunjung yang berasal dari Singapura dan Malaysia yang menghabiskan waktunya di Batam.

Bukan hanya di Mega Mall, beberapa tempat shalat seperti di DC Mall, Nagoya Hill - Batam juga sama. Di kedua Mall ini tempat shalat juga terletak di tempat parkir dan luasnya tidak sebanding dengan jumlah pengunjung yang mencapai 2.000 hingga 4.000 pengunjung tiap harinya.

Di Surabaya, tempat shalat di pusat perbelanjaan seperti Plaza Tunjungan juga sama. Tempat shalat di mall terbesar di kota Pahlawan itu juga terletak di lapangan parkir lantai atas. Bahkan, untuk mencapainya harus berjalan dengan jarak yang lumayan jauh. Maklum, mall ini gabungan dari lima gedung. Sehingga tak heran jika mall ini terluas di Surabaya. Namun sayang, tempat shalat juga mengalami nasib yang sama. Tak sebanding antara luas dan jumlah pengunjungnya.

Tapi di toko buku walisongo Jakarta, di lantai dasar nya malah ada masjid, setiap jumat toko buku yang cukup banyak pengunjung nya itu ramai dipadatai jamaah yang akan melaksanakan shalat jumat, tidak hanya karyawan dan pengunjung yang ada disitu yang shalat malah karyawan instansi disekitar nya pun turut.

Seorang kawan nyeletuk, ya gimana lagi yang punya mall kan bukan orang muslim, kalau toko buku walisongo kan muslim, pantas di mall dia buat tempat shalat seadanya saja. Mungkin salah satu jalan keluarnya sewa saja satu ruangan untuk tempat shalat seperti agama lain menyewa ruangan untuk acara kebaktiannya , namanya juga mall kan orientasi nya bisnis, tambah kawan tadi.

Tapi ada beberapa mall dan pusat perbelanjaan yang jadi tutup di Batam karena ditinggal pengunjungnya, karena tak punya tempat shalat, seperti Ramaya, dan Robinson itu dulu tak ada tempat shalat nya dijadikan satu, ya kan sekarang jadi satu, yang satu tutup, begitu juga carnaval mall , mymart, satu lagi di depan nya malah terbakar.

Eeeeee………bukan nyumpahin lho, tapi kalau karyawan sendiri yang muslim repot mau beribadah, lagian mall2 itu tutup karena ada mall baru celetuk kawan yang lain, memang nya sudah ada penelitian karena tak ada nya tempat shalat sehingga mall-mall itu tutup? tanya nya.

Tapi tak dapat dipungkiri, entah kebetulan mall-mall yang tutup disebut diatas, tak menyediakan tempat shalat yang layak kepada pekerja nya…………. dan kepada pengunjung muslim yang takut shalat nya akan tertinggal karena ngunjungi mall yang tak menyediakan tempat shalat yang memadai, adalah korelasinya ujar kawan tadi………… yakin.

Wallahualam.

Musholla di Mega Mall Batam Center

Ditulis pada Agustus 10, 2008 oleh imbalo

Soal keberadaan Musholla yang ada di Mall2 acap menjadi keluhan pengunjung, tidak hanya di Batam, di kota lain pun keberadaannya cukup memprihatinkan.

Di Mega Mall Batam Center misalnya, mushollanya hanya dapat menampung sekitar 20 orang saja, bangunan yang hanya 4 x 4 M itu terletak diluar bangunan induk arah jalan masuk, sebelah lapangan parkir.

Terlihat saat magrib tiba, musholla itu tak dapat menampung orang yang akan shalat. Sehingga shalat dilakukan hingga lima rombongan berjamaah pun masih banyak lagi yang antri, bila 1 rombongan jamaah memerlukan waktu 5 sampai 7 menit, alamat akan habis lah waktu magrib yang singkat itu.

Tidak hanya karyawan yang bekerja di Mall itu yang akan shalat , pengunjung pun cukup ramai, apalagi di akhir pekan, seperti hari sabtu dan hari minggu tanggal 9 dan 10 Agustus 2008 yang baru lalu, berjubel nya pengunjung tak mampu menampung mereka yang akan shalat magrib,banyak pengunjung yang berasal dari Singapura dan Malaysia yang menghabiskan waktunya di Batam.

Bukan hanya di Mega Mall, beberapa tempat shalat seperti di DC Mall, Nagoya Hill - Batam juga sama. Di kedua Mall ini tempat shalat juga terletak di tempat parkir dan luasnya tidak sebanding dengan jumlah pengunjung yang mencapai 2.000 hingga 4.000 pengunjung tiap harinya.

Di Surabaya, tempat shalat di pusat perbelanjaan seperti Plaza Tunjungan juga sama. Tempat shalat di mall terbesar di kota Pahlawan itu juga terletak di lapangan parkir lantai atas. Bahkan, untuk mencapainya harus berjalan dengan jarak yang lumayan jauh. Maklum, mall ini gabungan dari lima gedung. Sehingga tak heran jika mall ini terluas di Surabaya. Namun sayang, tempat shalat juga mengalami nasib yang sama. Tak sebanding antara luas dan jumlah pengunjungnya.

Tapi di toko buku walisongo Jakarta, di lantai dasar nya malah ada masjid, setiap jumat toko buku yang cukup banyak pengunjung nya itu ramai dipadatai jamaah yang akan melaksanakan shalat jumat, tidak hanya karyawan dan pengunjung yang ada disitu yang shalat malah karyawan instansi disekitar nya pun turut.

Seorang kawan nyeletuk, ya gimana lagi yang punya mall kan bukan orang muslim, kalau toko buku walisongo kan muslim, pantas di mall dia buat tempat shalat seadanya saja. Mungkin salah satu jalan keluarnya sewa saja satu ruangan untuk tempat shalat seperti agama lain menyewa ruangan untuk acara kebaktiannya , namanya juga mall kan orientasi nya bisnis, tambah kawan tadi.

Tapi ada beberapa mall dan pusat perbelanjaan yang jadi tutup di Batam karena ditinggal pengunjungnya, karena tak punya tempat shalat, seperti Ramaya, dan Robinson itu dulu tak ada tempat shalat nya dijadikan satu, ya kan sekarang jadi satu, yang satu tutup, begitu juga carnaval mall , mymart, satu lagi di depan nya malah terbakar.

Eeeeee………bukan nyumpahin lho, tapi kalau karyawan sendiri yang muslim repot mau beribadah, lagian mall2 itu tutup karena ada mall baru celetuk kawan yang lain, memang nya sudah ada penelitian karena tak ada nya tempat shalat sehingga mall-mall itu tutup? tanya nya.

Tapi tak dapat dipungkiri, entah kebetulan mall-mall yang tutup disebut diatas, tak menyediakan tempat shalat yang layak kepada pekerja nya…………. dan kepada pengunjung muslim yang takut shalat nya akan tertinggal karena ngunjungi mall yang tak menyediakan tempat shalat yang memadai, adalah korelasinya ujar kawan tadi………… yakin.

Wallahualam.

Kamis, 17 Juli 2008

PSB, Puluhan Ribu Guru Bisa Masuk Penjara Karena Uang Komite Sekolah

Ditulis pada Juli 17, 2008 oleh imbalo
Ada satu Sekolah Negeri di Batam setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) , murid disitu rombongan belajar (rombel) untuk kelas satu 7 rombel, kelas 2, 7 rombel, dan kelas 3 tujuh rombel juga, satu kelas diisi murid 35 orang, disekolah itu memiliki murid 735 siswa .

Komite sekolah menentukan bahwa untuk uang komite sebesar rp. 30.000,- uang komputer, rp. 15.000,- perbulan nya, dan uang tabungan lain rp. 5.000,- total yang harus di bayarkan setiap siswa sebesar rp. 50.000,- sebulan.

Total jenderal sekolah SMP yang berlokasi di Bengkong Batam Riau itu melalui komite sekolah menerima uang tidak kurang 35 juta Rupiah (rp.36.750.000,-) Lha ada juga SMA negeri di Batam komite sekolah nya memutuskan setiap siswa membayar lebih besar dari rp. 50.000,- perbulan koq.

Itu baru uang komite , belum lagi uang baju seragam , uang buku dan entah pungutan apa lagi. Itu baru satu sekolah SMP Negeri, begitu pun SD Negeri yang mempunyai Guru Komite Sekolah, dan SMA Negeri pun serta SMK Negeri pun menerap kan hal yang sama.

Karena kekurangan ruang di sekolah Negeri, orang tua siswa baru, bersedia membangun gedung secara patungan, sementara guru yang mengajar disitu dibayar dari uang komite sekolah, notabene uang untuk pembayar guru tadi adalah dari siswa , seperti contoh diatas.

Ironis nya ada satu SMP negeri masih di Bengkong Batam juga, guru negeri (maksud nya guru negeri adalah guru yang gajinya dibayar negara) yang mengajar di SMP yang baru dibuka itu hanya 6 orang sementara guru honor yang dibayar komite sekolah 15 orang.

Rata2 gaji guru honor disitu dari satu juta smpai 1,5 juta, kepala sekolah negeri disitu pun kecipratan uanga komite, untuk kepala sekolah sebesar rp. 250.000,- guru biasa rp. 150.000,- perbulannya.

Guru - Guru yang kecipratan uang komite tadi tak membayar pajak, dan komite sekolah juga tak punya NPWP, lha iya kalau sudah disetujui komite ya jadi resmi dong , kata guru yang mendapat uang komite tadi, saat ditanya apakah penghasilan diluar gaji nya dia juga mengeluaarkan pajak.

Sebagai mana dikutip dari Kejaksaan tinggi di Bandar Lampung, Kejaksaan menyatakan, pungutan dana penerimaan siswa baru (PSB) sebagai pungli dan masuk kategori perbuatan korupsi. Karena terlanjur memungut tapi takut dipenjara, sejumlah kepala sekolah se-Kabupaten Tanggamus, Lampung, pun terpaksa meminta penjelasan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotaagung terkait pungutan dana PSB tahun ajaran (TA) 2008/2009.

”Itu termasuk korupsi. Saya minta kepada kepala sekolah untuk mengembalikan pungutan PSB tersebut ke wali murid,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotaagung, Agus Istiqlal, usai menerima Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Selasa (15/7).

Kalau ini betul terjadi dan itu adalah korupsi bisa puluhan ribu guru masuk penjara…………………. bagaimana disdik Batam?, bagaimana pak walikota

Pungutan Dana PSB Termasuk Korupsi

Dikutip dari Harian Umum Republika online


BANDAR LAMPUNG -- Kejaksaan menyatakan, pungutan dana penerimaan siswa baru (PSB) sebagai pungli dan masuk kategori perbuatan korupsi. Karena terlanjur memungut tapi takut dipenjara, sejumlah kepala sekolah se-Kabupaten Tanggamus, Lampung, pun terpaksa meminta penjelasan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotaagung terkait pungutan dana PSB tahun ajaran (TA) 2008/2009.

''Itu termasuk korupsi. Saya minta kepada kepala sekolah untuk mengembalikan pungutan PSB tersebut ke wali murid,'' kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotaagung, Agus Istiqlal, usai menerima Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Selasa (15/7).

Pungutan yang biasa dilakukan, yakni biaya komite, pembelian buku, pakaian seragam, dan komputer. Semua itu sudah menjadi tradisi yang dibebankan sekolah kepada siswa setiap tahun ajaran baru. ''Bila dalam waktu dua pekan ternyata masih ada laporan sekolah belum mengembalikan uang pungutan itu, akan berhadapan dengan kejaksaan,'' kata Kajari.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanggamus, Sri Susilowati, ikut serta bersama sejumlah kepala sekolah se-Tanggamus untuk meminta penjelasan Kajari. ''Perwakilan kepala sekolah menyatakan, kedatangan mereka karena tidak ingin menghuni lembaga pemasyarakatan akibat salah mengambil langkah,'' katanya.

Dari informasi yang diperoleh, sekolah memungut biaya di luar ketentuan, misalnya biaya daftar ulang murid baru sebesar Rp 2,015 juta untuk siswa dan Rp 2,03 juta untuk siswi. Uang tersebut diperinci peruntukannya, seperti uang komite tahunan Rp 1 juta, SPP 2 bulan Rp 130 ribu, kegiatan siswa intrasekolah (OSIS), Pramuka, kesenian, olahraga, KIR, PMR, Rohis, Papala, dan Paskibra Rp 75 ribu.

Kemudian, uang kartu OSIS dan poin Rp 20 ribu, MOS Rp 15 ribu, komputer 12 bulan Rp 120 ribu, buku sembilan jilid Rp 320 ribu, dan pakaian olahraga Rp 90 ribu. Selanjutnya, pakaian putih abu-abu Rp 100 ribu, batik cokelat Rp 100 ribu, serta busana muslim dan jilbab (khusus untuk siswi) Rp 60 ribu. Untuk siswa kelas XI dan XII, juga dikenakan biaya daftar ulang Rp 505 ribu yang digunakan untuk uang komite dua bulan Rp 100 ribu, komputer 12 bulan Rp 120 ribu, dan kegiatan ekstrakurikuler (OSIS, Pramuka, dll) Rp75 ribu, serta pembelian enam jilid buku wajib Rp 210 ribu.

Instruksi bupati
Bupati Tanggamus, Bambang Kurniawan, menginstruksikan kepala sekolah negeri, baik SMP maupun SMA/SMK, yang telanjur menarik biaya pendaftaran siswa baru (PSB) untuk menghentikan sementara sebelum ada keputusan Dinas Pendidikan. Instruksi ini terkait keluhan orang tua siswa tentang besarnya biaya daftar ulang sekolah di kabupaten tersebut.

Pemkab Tanggamus meminta sekolah memberikan kesempatan pada orang tua siswa baru dalam pembayaran daftar ulang dengan cara diangsur. Ini mengingat batas kemampuan orang tua siswa berbeda-beda. Bagi siswa dari orang tua miskin diberikan kompensasi dan bila perlu digratiskan.Bambang menegaskan, dalam menentukan besaran pungutan, pihak sekolah harus berdasarkan pada musyawarah dengan komite sekolah. ''Terhadap sekolah yang sudah telanjur melakukan pungutan, diminta menghentikan sampai ada keputuskan Dinas Pendidikan,'' tandasnya. mur