Tanggapan untuk Mas Wachid
Salam,
Terima kasih juga Mas Wachid dan Mas Rizal Sukma, atas undangan dan sekaligus hospitality antuma dalam menyambut kedatangan kami. Saran lanjutan kami atas email antum adalah:
Segera saja buat milist untuk semua PCIM yg sudah terdaftar, sehingga via milist tsb dapat dilakukan komunikasi langsung dan sekaligus saling share informasi yg mungkin diperlukan, termasuk kegiatan yg sudah, sedang ataupun akan dilaksanakan.
Sekedar saran umum, bahwa kegiatan kita di PCIM tentunya amat tergantung kepada missi dan visi Muhammadiyah secara umum, namun disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing. Sekedar sharing saja, di PCIM M'sia ada missi pokok yg ingin kami sampaikan, dan ini sangat in-line dengan harapan P Dien ketika beraudiensi dengan kita di Sheraton Hotel, Yogya.
Atas dasar itu, kami susun organisasi ini dalam 4 bidang utama, yakni:
da'wah dan tabligh (namun termasuk juga di dalamnya tarjih dan tajdid bila perlu dan memungkinkan)
kader dan pelatihan
ekonomi dan kewirausahaan
dokumentasi dan publisity ( di Indonesia biasa orang menyebutnya publikasi)
Sebagai tambahan, ada 2 unit semacam biro, yakni advokasi dan bantuan konsultasi psikologi. Namun, kedua biro ini belum berjalan sesuai harapan.
Tugas masing-masing bidang di atas, secara ringkas adalah:
Bidang da'wah bertanggungjawab dalam hal kegiatan da'wah rutin, baik tingkat cabang ataupun ranting. O ya, sejauh ini PCIM M'sia sudah punya 3 Pengurus Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM). Tahun lalu, PCIM sempat membuatkan semacam jadwal dan kurukulum da'wah untuk diusulkan, baik kepada pengajian rutin selama Ramadhan di KBRI, maupun pembinaan khusus para TKW bermaslah yg berada di Shelter KBRI. Termasuk tugas bidang ini adalah membina muballigh baru yg potensial dan sekaligus menyuplai ustadz untuk pengajian di luar lingkungan pengajian resmi PCIM.
Tugas bidang Kader & Pelatihan adalah secara kontinyu (dibantu oleh Bidang publisitas) untuk memasyrakatkan keberadaan PCIM dan sekaligus melakukan pendekatan serta pelatihan, baik kemuhammdiyah-an maupun bukan. Misalnya, PCIM pernah memberikan training kewirausahaan bagi sejumlah TKI yg ingin pulang dan tidak ingin jadi TKI lagi.
Tugas bidang Ekonomi & Kewirausahaan, sesuai dengan namanya, mencari peluang2 amal yg dapat dilakukan dan sekaligus memberikan hasil bagi PCIM. Sekedar contoh, saat ini PCIM sudah punya LCD yg sering 'disewakan' untuk siapa saja (umumnya pengajian) yg memerlukan LCD dalam presentasinya. Begitu pula sound system sederhana. Ke2 hal ini merupakan amal usaha nyata yg masih terus dilakukan. Masih belum besar hasilnya, namun harus disyukuri. Saat ini, sedang dijajagi paket umrah yg insya Allah bekerja sama dengan Muhammadiyah Singpore. Mungkin PCIM Mesir bisa juga ambil bagian, mestinya. Selain itu, kami juga sdg mempertimbangkan paket tour bagi siapa saja yg akan ke M'sia. Ternyata - kalau tak salah - Indonesia merupakan kontributor turis terbesar Malaysia. Dari 20jta turis asing M'sia, sebagian cukup besar adalah warga Indonesia, termasuk diantaranya beberapa rombongan Muhammadiyah...!!!
Masih berkaitan dengan bidang ini, pernah nyaris PCIM dapat proyek penelitian kecil2an dari KBRI M'sia. Sayang, proyek ini belum berlanjut.
Terakhir, bidang dokumentasi dan publisitas - sesusai namanya - bertugas mendokumentasikan berbagai kegiatan yg ada, selain mengelola milist, blog dan serta web PCIM. Selain itu, bidang ini - sekali dua pekan, yakni tiap hari Jum'at - menerbitkan bulletin At-Tanwir (hanya 4 halaman) dan diedarkan di 'masjid' KBRI dan Sekolah Indonesia Kualalumpur (SIK) bersamaan dengan kegiatan shalat jum'at.
Last but not least, memasuki abad ke 2 dan khususnya menyambut maktamar yg baru lalu, PCIM sudah menerbitkan karya perdana, berupa buku yg diberi judul Muhammadiyah dan Tantangan Abad Baru, Percikan Pemikiran Dari Negeri Jiran (foto terlampir). Alhamdulillah, lebih dari 200 exemplar / copies, laku selama Muktamar yg baru lalu. Bukankah ini juga termasuk amal usaha yg dapat dikembangkan...???
Nah, demikian sekedar share dari PCIM M'sia. Semoga ada manfaatnya, dan mohon maaf bila ada kekurangan dan atau kurang berkenan.
Salam, Akhyar
Tampilkan postingan dengan label batam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label batam. Tampilkan semua postingan
Minggu, 11 Juli 2010
PCIM Amerika
Jawaban email mas Wachid
Alaikumsalam saudaraku,
Sebagai anak/kader Muhammadiyah, kehadiran di muktamar adalah suatu impian. Alhamdulillah, melalui PCIM Amerika saya mendapat kesempatan menikmati lezatnya akhuwah Islamiyah di muktamar sembari membicarakan langkah untuk memajukan persyarikatan demi syiar Islam.
Peranan PCIM diluar negeri mari kita tingkatkan dan berdayakan untuk menopang misi dan visi Muhammadiyah. Untuk itu saya sarankan mari kita tingkatkan komunikasi dan informasi bersama melalui milis ini.
Wassalam
Alaikumsalam saudaraku,
Sebagai anak/kader Muhammadiyah, kehadiran di muktamar adalah suatu impian. Alhamdulillah, melalui PCIM Amerika saya mendapat kesempatan menikmati lezatnya akhuwah Islamiyah di muktamar sembari membicarakan langkah untuk memajukan persyarikatan demi syiar Islam.
Peranan PCIM diluar negeri mari kita tingkatkan dan berdayakan untuk menopang misi dan visi Muhammadiyah. Untuk itu saya sarankan mari kita tingkatkan komunikasi dan informasi bersama melalui milis ini.
Wassalam
Label:
amerika,
batam,
Dunia Islam,
Indonesia,
malaysia,
Muhammadiyah
Muhammadiyah Internasional
Email Mas Wachid Ridwan...........
Bogor, 10 Juli 2010
Assalamu'alaikum Wr. Wb.,
Atas nama Lembaga Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri (LKHLN), saya dan Mas Rizal mengucapkan terima kasih atas kehadiran saudaraku sekalian yang telah merelakan tenaga dan waktu dari tempat kuliah dan kerja nun jauh disana ke Yogyakarta. Semoga Allah selalu memberkahi kita semua.
Saya berinisiatif untuk menjalin komunikasi lebih intensif lagi dengan saudara/i demi organisasi kita tercinta ini. Insya Allah saya bersedia menjadi penghubung antara saudara/i sekalian di luar negeri tentang informasi PP Muhammadiyah terkini apabila saya masih di LKHLN untuk periode tahun 2010-2015.
Satu hal yang bisa kita kerjakan adalah sharing model kegiatan yang telah dikerjakan oleh PCIM lain untuk kemudian diaplikasikan di suatu PCIM tertentu apabila memang aplikable. Karena dalam pertemuan kita kemarin itu banyak PCIM yang belum banyak mempunyai model kegiatan. PCIM Mesir dan UK mungkin bisa sharing mengenai hal ini.
Demikian pesan singkat saya sebagai awal kebangkitan Abad kedua Persyarikatan.
Wassalam, Mas Wachid
Bogor, 10 Juli 2010
Assalamu'alaikum Wr. Wb.,
Atas nama Lembaga Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri (LKHLN), saya dan Mas Rizal mengucapkan terima kasih atas kehadiran saudaraku sekalian yang telah merelakan tenaga dan waktu dari tempat kuliah dan kerja nun jauh disana ke Yogyakarta. Semoga Allah selalu memberkahi kita semua.
Saya berinisiatif untuk menjalin komunikasi lebih intensif lagi dengan saudara/i demi organisasi kita tercinta ini. Insya Allah saya bersedia menjadi penghubung antara saudara/i sekalian di luar negeri tentang informasi PP Muhammadiyah terkini apabila saya masih di LKHLN untuk periode tahun 2010-2015.
Satu hal yang bisa kita kerjakan adalah sharing model kegiatan yang telah dikerjakan oleh PCIM lain untuk kemudian diaplikasikan di suatu PCIM tertentu apabila memang aplikable. Karena dalam pertemuan kita kemarin itu banyak PCIM yang belum banyak mempunyai model kegiatan. PCIM Mesir dan UK mungkin bisa sharing mengenai hal ini.
Demikian pesan singkat saya sebagai awal kebangkitan Abad kedua Persyarikatan.
Wassalam, Mas Wachid
Label:
batam,
Dunia Islam,
malaysia,
Muhammadiyah,
Myanmar,
singapore,
sosial,
Thailand,
vietnam
Selasa, 17 November 2009
SYIRIK SEBAGAI KEZHALIMAN
Ditulis oleh : ust Zenal Satiawan Lc dalam Buletin Jumat
"Orang-orang yang beriman dan tidak menodai iman mereka dengan kedzaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat ketentraman dan mereka itulah orang-orang yang menepati jalan hidayah." (QS. Al-An'am: 82)
Diriwayatan oleh Imam Bukhari, "Ketika turun ayat, 'Orang-orang yang beriman, dan tidak menodai iman mereka dengan kedzaliman', kami (para sahabat) berkata, 'Wahai Rasulullah, siapakah di antara kami yang tidak mendzalimi dirinya?' Beliau bersabda, 'Bukan seperti yang kamu katakan, mereka tidak menodai iman mereka dengan kedzaliman, tetapi dengan kemusyrikan. Bukankah kamu telah memperhatikan perkataan Luqman kepada anaknya?, 'Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya, mempersekutukan Allah adalah kedzaliman yang besar' (Luqman: 13)'."
Imam Ibnu katsir mengomentari ayat tersebut., "Maksudnya, mereka adalah orang-orang yang memurnikan ibadah hanya kepada Allah saja, mereka tidak menyekutukan-Nya sama sekali, dan mereka itulah orang-orang yang tenteram pada hari kiamat dan mendapat petunjuk di dunia akherat."
Banyak orang yang mengaku dirinya beriman, akan tetapi di waktu yang bersamaan, dia juga melakukan hal-hal yang merusak keimanannya itu, bahkan sampai menggugurkan iman itu sendiri. Hal itu disebabkan oleh banyak faktor; di antaranya, karena kebodohan mereka (al-Jahl), atau karena kesombongan dan keangkuhan mereka sehingga mereka tidak mau menerima kebenaran yang disampaikan pada mereka (al-Kibr). Padahal, dalam masalah keimanan dan tauhid, tidak ada udzur (alasan) kebodohan. Jadi, seseorang tidak bisa beralasan dengan kebodohan (ketidaktahuan)nya ketika salah dalam masalah iman dan tauhid ini. Dan salah dalam masalah ini akan berakibat fatal. Masalah keimanan dan tauhid ini adalah masalah yang sangat prinsip bagi seorang muslim, yang merupakan dasar dan pondasi baginya, yang menentukan kuat tidaknya bangunan yang dibangun di atas pondasi itu. Tetapi, justru kebanyakan manusia bodoh dalam hal ini, sehingga sadar atau tidak sadar mereka sering menodai keimanan mereka itu.
Tauhid (iman) dan syirik, tidak akan mungkin pernah bersatu di hati seseorang. Karena keduanya bertentangan. Jika beriman, maka harus menghilangkan dan membuang jauh-jauh kesyirikan. Jika seseorang melakukan kesyirikan (syirik besar), secara langsung keimanan akan luntur dan batal.
Adapun hal-hal yang termasuk perbuatan syirik sangatlah banyak. Yang semua itu intinya adalah mempersekutukan Allah, atau menjadikan tandingan untuk Allah. Terkadang seseorang melakukan suatu perbuatan yang dia yakini bahwa perbuatan itu adalah benar karena dia melakukannya tanpa petunjuk (dalil), hanya karena persangkaan atau karena ikut-ikutan, padahal perbuatannya itu adalah termasuk kesyirikan. Maka, terhapuslah amalan yang dia lakukan itu atau semua amalnya, dan akhirnya, dia akan menanggung beban yang teramat sangat berat di hadapan Allah. Sebab, syirik adalah merupakan dosa besar yang paling besar. Dan tidak akan diampuni apabila tidak bertobat sebelum nyawa sampai di tenggorokan.
Kendati demikian, idealnya kita harus berusaha sekuat tenaga dan semampu kita untuk meninggalkan segala macam dosa. Karena, para ulama' mengategorikan segala macam dosa ke dalam kedzaliman. Baik itu dzalim kepada diri sendiri, atau dzalim kepada orang lain. Adapun kedzaliman yang paling besar adalah kedzaliman dalam masalah tauhid, yaitu kedzaliman seorang hamba kepada Allah swt. Yang disebut dengan dosa itu adalah bersumber dari dua hal; meninggalkan perintah, atau mengerjakan larangan. Dan dari semua itu, perkara yang paling besar adalah yang berkaitan dengan iman dan tauhid. Perintah yang paling utama adalah tauhid, dan larangan yang paling besar adalah syirik.
Ya Allah, lindungilah kami dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu, sedangkan kami mengetahuinya. Dan ampunilah kami, terhadap suatu kesyirikan yang kami tidak mengetahuinya.
"Orang-orang yang beriman dan tidak menodai iman mereka dengan kedzaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat ketentraman dan mereka itulah orang-orang yang menepati jalan hidayah." (QS. Al-An'am: 82)
Diriwayatan oleh Imam Bukhari, "Ketika turun ayat, 'Orang-orang yang beriman, dan tidak menodai iman mereka dengan kedzaliman', kami (para sahabat) berkata, 'Wahai Rasulullah, siapakah di antara kami yang tidak mendzalimi dirinya?' Beliau bersabda, 'Bukan seperti yang kamu katakan, mereka tidak menodai iman mereka dengan kedzaliman, tetapi dengan kemusyrikan. Bukankah kamu telah memperhatikan perkataan Luqman kepada anaknya?, 'Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya, mempersekutukan Allah adalah kedzaliman yang besar' (Luqman: 13)'."
Imam Ibnu katsir mengomentari ayat tersebut., "Maksudnya, mereka adalah orang-orang yang memurnikan ibadah hanya kepada Allah saja, mereka tidak menyekutukan-Nya sama sekali, dan mereka itulah orang-orang yang tenteram pada hari kiamat dan mendapat petunjuk di dunia akherat."
Banyak orang yang mengaku dirinya beriman, akan tetapi di waktu yang bersamaan, dia juga melakukan hal-hal yang merusak keimanannya itu, bahkan sampai menggugurkan iman itu sendiri. Hal itu disebabkan oleh banyak faktor; di antaranya, karena kebodohan mereka (al-Jahl), atau karena kesombongan dan keangkuhan mereka sehingga mereka tidak mau menerima kebenaran yang disampaikan pada mereka (al-Kibr). Padahal, dalam masalah keimanan dan tauhid, tidak ada udzur (alasan) kebodohan. Jadi, seseorang tidak bisa beralasan dengan kebodohan (ketidaktahuan)nya ketika salah dalam masalah iman dan tauhid ini. Dan salah dalam masalah ini akan berakibat fatal. Masalah keimanan dan tauhid ini adalah masalah yang sangat prinsip bagi seorang muslim, yang merupakan dasar dan pondasi baginya, yang menentukan kuat tidaknya bangunan yang dibangun di atas pondasi itu. Tetapi, justru kebanyakan manusia bodoh dalam hal ini, sehingga sadar atau tidak sadar mereka sering menodai keimanan mereka itu.
Tauhid (iman) dan syirik, tidak akan mungkin pernah bersatu di hati seseorang. Karena keduanya bertentangan. Jika beriman, maka harus menghilangkan dan membuang jauh-jauh kesyirikan. Jika seseorang melakukan kesyirikan (syirik besar), secara langsung keimanan akan luntur dan batal.
Adapun hal-hal yang termasuk perbuatan syirik sangatlah banyak. Yang semua itu intinya adalah mempersekutukan Allah, atau menjadikan tandingan untuk Allah. Terkadang seseorang melakukan suatu perbuatan yang dia yakini bahwa perbuatan itu adalah benar karena dia melakukannya tanpa petunjuk (dalil), hanya karena persangkaan atau karena ikut-ikutan, padahal perbuatannya itu adalah termasuk kesyirikan. Maka, terhapuslah amalan yang dia lakukan itu atau semua amalnya, dan akhirnya, dia akan menanggung beban yang teramat sangat berat di hadapan Allah. Sebab, syirik adalah merupakan dosa besar yang paling besar. Dan tidak akan diampuni apabila tidak bertobat sebelum nyawa sampai di tenggorokan.
Kendati demikian, idealnya kita harus berusaha sekuat tenaga dan semampu kita untuk meninggalkan segala macam dosa. Karena, para ulama' mengategorikan segala macam dosa ke dalam kedzaliman. Baik itu dzalim kepada diri sendiri, atau dzalim kepada orang lain. Adapun kedzaliman yang paling besar adalah kedzaliman dalam masalah tauhid, yaitu kedzaliman seorang hamba kepada Allah swt. Yang disebut dengan dosa itu adalah bersumber dari dua hal; meninggalkan perintah, atau mengerjakan larangan. Dan dari semua itu, perkara yang paling besar adalah yang berkaitan dengan iman dan tauhid. Perintah yang paling utama adalah tauhid, dan larangan yang paling besar adalah syirik.
Ya Allah, lindungilah kami dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu, sedangkan kami mengetahuinya. Dan ampunilah kami, terhadap suatu kesyirikan yang kami tidak mengetahuinya.
Label:
batak,
batam,
Burma,
Dunia Islam,
malaysia,
Muhammadiyah,
Myanmar,
palestina,
pendidikan,
Politik,
Rohingya,
singapore,
sosial,
tempat ibadah,
Thailand,
vietnam
Selasa, 27 Januari 2009
Pusat Dakwah Muhammadiyah Asean di Batam
Pusat Dakwah Muhammadiyah Asean, sejak di tubuhkan tahun 1996 nyaris tak ada kegiatan, di awal reformasi di Indonesia tokoh tokoh Muhammadiyah banyak yang berkiprah di politik, terakhir tahun 2004 di Pulau Pinang Malaysia di bentuk kepengurusan Muhammadiyah Asean, kala itu di tunjuk sebagai setia usaha dari Singapura adalah Jamal Tukimin, dari Indonesia Suparjan dan dari Malaysia Abdul Wahab.
Memudahkan koordinasi, sekretariat tetap di Indonesia yaitu di Batam. Pertemuan di Hotel Malaysia Pulau Pinang dari Pimpinan pusat hadir Rusydi Hamka, Godwill Zubair, dari Batam hadir Imam Bachroni, Suparjan, Suparjan saat itu adalah Ketua Pimpinan Daerah Muhammdiyah (PDM) Batam, sementara tuan rumah Malaysia puluhan peserta yang hadir, demikian pula beberapa orang utusan dari Thailand, seperti Nick Naseer dan Roosdi hadir di pertemuan itu.
Dua belas tahun sejak pertemuan itu tak pernah lagi ada pertemuan lanjutan, keberadaan Muhammadiyah Asean pernah di bicarakan saat Muktamar Muhammdiyah di Jakarta.
Tahun 2005 yang lalu ustaz Wahab dari Kulim Kedah Malaysia, mendapat mandat dari PP Muhammadiyah, membentuk Muhammadiyah Internasional dengan bidang garapan muslim minoritas terutama di negara-negara Asean.
Beberapa Negara sudah di kunjungi, seperti Laos, Vietnam, Kamboja, Thailand.
ustaz yang sudah sepuh ini terkesan bekerja sendiri.
Label:
batam,
Dunia Islam,
etika,
malaysia,
Muhammadiyah,
singapore,
Thailand,
vietnam
Senin, 13 Oktober 2008
Sabtu, 13 September 2008
Akhirnya Bisa Juga Menyebrang
Si Ibu tertinggal, sebelum nya sang Bapak dengan anak perempuannya telah duluan menyebrang jalan dipersimpanan tiga Batu Ampar Batam, pukul 16.30 WIBB, saat karyawan PT Mc Dermott keluar pulang dari lokasi kerja.
Akhirnya si Ibu yang sedang menggendong anak lelaki nya dapat juga menyebrang.
Ribuan kenderaan bermotor dari karyawan PT yang bekerja di Batu Ampar tumpel blek, di saat yang sama.
Akhirnya Bisa Juga Menyeberang (1)
Akhirnya Bisa Juga Menyeberang (2)
Akhirnya si Ibu yang sedang menggendong anak lelaki nya dapat juga menyebrang.
Ribuan kenderaan bermotor dari karyawan PT yang bekerja di Batu Ampar tumpel blek, di saat yang sama.
Akhirnya Bisa Juga Menyeberang (1)
Akhirnya Bisa Juga Menyeberang (2)
Kunjungan Pengurus Muhammadiyah Singapura Zone Timur ke Batam
"Iya kami akan ke Batam sekitar 35 orang" begitu pembicaraan telpon pak Fadillah, 16 Agustus dari Singapura pagi, petang Ahad balik ke Singapura, kunjungan silaturahmi saje, tambah pak Fadillah lagi. "Oiya jangan lupa kalau boleh petang sabtu tu, kita boleh bertanding bola. Shamin di Bendang
Jauh-jauh hari kami pun dah menyiapkan tim untuk pertandingan persahabatan, tempat penginapan di Asrama haji untuk ke 35 orang pun dah kami pesan, termasuk lah 2 bus untuk mengangkut keliling tamu yang akan datang.
Ustaz Ade, guru yang mengajar di sekolah Madrasah Muhammadiyah yang terletak di daerah Geylang Singapura menelpon ku lagi kalau rombongan tak jadi datang sebanyak 35 orang , kemungkinan hanya 25 orang saja, dah tu tak jadi lagi mungkin 15 orang saje, main bola tetap.
Shamin, wakil ketua Pemuda Muhammadiyah Singapura, Jumat, sehari sebelum kedatangan menelponku Shamin Orang Singapura
lagi yang datang hanya 5 orang, tak jadi nak main bola kaki, hanya kunjungan ke panti asuhan di Batu aji saja.
Label:
batam,
Muhammadiyah,
singapore,
sosial
Jumat, 12 September 2008
Ainur Rafiq Menghadap Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam
Ditulis pada September 11, 2008 oleh imbalo | Sunting

Masih ingat Ainur Rafiq, Photo-Photo Pemukiman Suku Laut di Kepulauan Batam pria asal Bawean yang kini bermukim di Pulau Kubung Desa Ngenang Kecamatan Nongsa Kota Batam Kepulauan Riau. Setelah tidak lagi menjaga tempat pemotongan babi yang berada di pulau Kubung itu, Rafiq kini bertugas menjadi Dai, untuk warga muslim yang hanya 7 KK di Pulau yang tak jauh dari Pulau Batam.
Pulau Kubung, tempat pemukiman suku laut, orang sampan sebagian orang menyebutnya demikian, di huni lebih 50 KK , ada gereja besar disitu, ada sekolah negeri kelas jauh, tapi tak ada mushalla. Ainur Rafiq Penjaga Rumah Pemotongan Babi

Mushalla itu lah yang dilaporkan oleh Rafiq ke Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam Datuk Imran AZ, ”ade kan orang melayu tak boleh dan tak dapat nak mendirikan mushalla di tanah melayu” .Melayu itu identik dengan Islam, karena di Pulau itu mayoritas non muslim, kalau di runut-runut ke belakang orang suku laut itu bukan orang tak beragama, hampir 400 tahun yang lalu saat raja Johor berkuasa disitu lah asal mereka lihat http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Laut
Nenek moyang suku laut itu adalah Islam, itu yang sebagian mereka tak tahu, ramai nya bantuan dari orang – orang misionaris terutama dari Singapura dan Korea, lemahnya iman mereka karena selama ini tak ada Dai yang mampir dan datang kesana, sulit nya ekonomi mereka membuat mereka seperti itu.
Ainur Rafiq bercerita kepada Datuk Imran AZ, sekarang dah ada tiang penyanggah untuk mendirikan Mushalla, tidak di darat tapi di atas laut, dibeli seharga 3 juta, Mushalla belum dapat di tempati, rencana semula di bulan Ramadhan ni nak sholat taraweh disitu, ”Insyaallah pertengahan ramadhan ni dah boleh dipakai untuk sholat taraweh ” ujar Rafiq .
Perlu tambahan biaya lagi untuk dapat dipergunakan, ”Meskipun belum dapat ditempati untuk shalat, tetapi disitu dah bermukim sepasang suami isteri yang baru memeluk agama Islam,” kata Rafiq lagi sebelum ramadhan mereka dinikah masalkan di Batam.
Jadi bertambahlah penduduk pulau Kubung yang muslim, Datuk Imran AZ berjanji, akan mencarikan tapak untuk mushalla di darat, Ateng yang menguasai seluruh lokasi tanah di pulau itu, telah dihubungi.
Habis lebaran katanya beliau akan kesana, kemana lagi nak mengadu kalau bukan ke ketua LAM, Aneh bin ajaib, di tanah melayu tak boleh nak buat mushalla, nak minta SKB dua menteri konon.
Masih ingat Ainur Rafiq, Photo-Photo Pemukiman Suku Laut di Kepulauan Batam pria asal Bawean yang kini bermukim di Pulau Kubung Desa Ngenang Kecamatan Nongsa Kota Batam Kepulauan Riau. Setelah tidak lagi menjaga tempat pemotongan babi yang berada di pulau Kubung itu, Rafiq kini bertugas menjadi Dai, untuk warga muslim yang hanya 7 KK di Pulau yang tak jauh dari Pulau Batam.
Pulau Kubung, tempat pemukiman suku laut, orang sampan sebagian orang menyebutnya demikian, di huni lebih 50 KK , ada gereja besar disitu, ada sekolah negeri kelas jauh, tapi tak ada mushalla. Ainur Rafiq Penjaga Rumah Pemotongan Babi
Mushalla itu lah yang dilaporkan oleh Rafiq ke Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam Datuk Imran AZ, ”ade kan orang melayu tak boleh dan tak dapat nak mendirikan mushalla di tanah melayu” .Melayu itu identik dengan Islam, karena di Pulau itu mayoritas non muslim, kalau di runut-runut ke belakang orang suku laut itu bukan orang tak beragama, hampir 400 tahun yang lalu saat raja Johor berkuasa disitu lah asal mereka lihat http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Laut
Nenek moyang suku laut itu adalah Islam, itu yang sebagian mereka tak tahu, ramai nya bantuan dari orang – orang misionaris terutama dari Singapura dan Korea, lemahnya iman mereka karena selama ini tak ada Dai yang mampir dan datang kesana, sulit nya ekonomi mereka membuat mereka seperti itu.
Ainur Rafiq bercerita kepada Datuk Imran AZ, sekarang dah ada tiang penyanggah untuk mendirikan Mushalla, tidak di darat tapi di atas laut, dibeli seharga 3 juta, Mushalla belum dapat di tempati, rencana semula di bulan Ramadhan ni nak sholat taraweh disitu, ”Insyaallah pertengahan ramadhan ni dah boleh dipakai untuk sholat taraweh ” ujar Rafiq .
Perlu tambahan biaya lagi untuk dapat dipergunakan, ”Meskipun belum dapat ditempati untuk shalat, tetapi disitu dah bermukim sepasang suami isteri yang baru memeluk agama Islam,” kata Rafiq lagi sebelum ramadhan mereka dinikah masalkan di Batam.
Jadi bertambahlah penduduk pulau Kubung yang muslim, Datuk Imran AZ berjanji, akan mencarikan tapak untuk mushalla di darat, Ateng yang menguasai seluruh lokasi tanah di pulau itu, telah dihubungi.
Habis lebaran katanya beliau akan kesana, kemana lagi nak mengadu kalau bukan ke ketua LAM, Aneh bin ajaib, di tanah melayu tak boleh nak buat mushalla, nak minta SKB dua menteri konon.
Label:
batam,
Dunia Islam,
sosial
Koran Maksiat?
Koran Maksiat?
Ditulis pada September 11, 2008 oleh imbalo
Raju, kelas 2 Sekolah Dasar Swasta di Batam, selepas pulang sekolah dia menjajahkan koran di jalanan, di bulan Ramadhan 1429 H ini karena tak sekolah, libur, sejak pagi lagi dia telah mengelilingi jalanan di Batam.
Sering mangkal di SPBU di Sei Panas, termasuk lah Yoga yang kebetulan sedang mengisi BBM di SPBU, karena kasihan membeli koran dari Raju, ”Kasihan aja pak” ujar Yoga sembari memberi 2 lembar uang kertas ribuan ke tangan Raju, saat ditanya kenapa beli koran Pos Metro.
Pos Metro, koran terbitan lokal Batam yang masuk Jawa Pos group ini harga jual nya Rp. 2.000,- , baru naik lagi, bulan lalu harga nya masih rp. 1.000,-. Aku menamakan nya koran maksiat , gak pedulidi bulan Ramadhan pun tulisan dan judul halaman depan nya seperti itu.
ADU KOLOR DALAM SELIMUT, dua orang sedang memakai kolor yang satu lelaki yang satunya perempuan, itulah judul dan gambar depan terbitan hari ini 11 September 2008 hal itu telah kuberitahu kepada Pemimpin Perusahaannya Ade Adran Syahlan.
Kemarin Ade Syahlan menanyakan kan kepadaku tentang koran yang dikelola nya, setelah kenaikan harga dari seribu menjadi dua ribu, memang sewaktu seribu koran ini laris manis seperti goreng pisang, tapi bukan goreng pisang krispy lho.
”Boro-boro mau beli baca aja kularang ” jawab ku.
Di tanggal yang sama sub judul nya tertulis DIPERKOSA BERGILIR 3 LELAKI DI MOBIL, 7 PASANGAN KUMPUL KEBO SIANG BOLONG , KUMPUL KEBO SAMPAI FILM PORNO.
KHUSUS PRIA SEJATI SINGKAP RAHASIA TERDALAM WANITA KIRIM KE 3767 REG SUTRA 33 (ADA GAMBAR WANITA YANG HAMPIR SELURUH PAYUDARANYA TERLIHAT).
OHH MINEM TULISAN BERSERI BREWOK YANG ISINYA YES OR NO..HARI INI MENGGAMBARKAN SI MINEM HANYA PAKAI CELANA DALAM DAN BH SAJA.
TAFSIR BOBOK TANTE INGGRID, DIAJAK MELANCONG KEGADISAN DIRENGGUT , INDEHOY SEBELUM IMSAK, ini cerita tentang selebritis Cintya Lamusu dengan Surya Saputra.
Iklan alat bantu sex membesarkan alat kelamin lelaki, bertaburan. Segala macam merk ada di koran yang terbit 32 halaman model tabloid ini.
Suami saya sudah merasakannya, aduh…. Saya sampai kewalahan kata Misye Arsita dalam iklan di koran yang di miliki saham nya ini oleh seorang pak Haji.
Klinik pasak bumi, besar, panjang, keras, dan tahan lama. Pertama dan satu satu nya di Indonesia, pernah kukatakan kepada Pemimpin Perusahaannya , kalau lah tulisan ini dibaca Gadis kecil tercinta bagaimana, menjawabnya.
Ada lagi kisah pelacur masuk surga. , cerita bersambung mungkin karena di bulan ramadhan, warna nya di buat hijau.
Lihat lah sepanjang jalan , persimpangan dan perempatan anak2 usia sekolah yang menenteng koran itu untuk di jajahkan, termasuk Raju murid kelas dua yang masih lugu itu menawar-nawarkan bacaan yang pantas di baca oleh orang dewasa.
Terus mau diapain koran itu ya. Yang punya pak haji lho.
Senin, 11 Agustus 2008
Musholla di Mega Mall Batam Center
Ditulis pada Agustus 10, 2008 oleh imbalo
Soal keberadaan Musholla yang ada di Mall2 acap menjadi keluhan pengunjung, tidak hanya di Batam, di kota lain pun keberadaannya cukup memprihatinkan.
Di Mega Mall Batam Center misalnya, mushollanya hanya dapat menampung sekitar 20 orang saja, bangunan yang hanya 4 x 4 M itu terletak diluar bangunan induk arah jalan masuk, sebelah lapangan parkir.
Terlihat saat magrib tiba, musholla itu tak dapat menampung orang yang akan shalat. Sehingga shalat dilakukan hingga lima rombongan berjamaah pun masih banyak lagi yang antri, bila 1 rombongan jamaah memerlukan waktu 5 sampai 7 menit, alamat akan habis lah waktu magrib yang singkat itu.
Tidak hanya karyawan yang bekerja di Mall itu yang akan shalat , pengunjung pun cukup ramai, apalagi di akhir pekan, seperti hari sabtu dan hari minggu tanggal 9 dan 10 Agustus 2008 yang baru lalu, berjubel nya pengunjung tak mampu menampung mereka yang akan shalat magrib,banyak pengunjung yang berasal dari Singapura dan Malaysia yang menghabiskan waktunya di Batam.
Bukan hanya di Mega Mall, beberapa tempat shalat seperti di DC Mall, Nagoya Hill - Batam juga sama. Di kedua Mall ini tempat shalat juga terletak di tempat parkir dan luasnya tidak sebanding dengan jumlah pengunjung yang mencapai 2.000 hingga 4.000 pengunjung tiap harinya.
Di Surabaya, tempat shalat di pusat perbelanjaan seperti Plaza Tunjungan juga sama. Tempat shalat di mall terbesar di kota Pahlawan itu juga terletak di lapangan parkir lantai atas. Bahkan, untuk mencapainya harus berjalan dengan jarak yang lumayan jauh. Maklum, mall ini gabungan dari lima gedung. Sehingga tak heran jika mall ini terluas di Surabaya. Namun sayang, tempat shalat juga mengalami nasib yang sama. Tak sebanding antara luas dan jumlah pengunjungnya.
Tapi di toko buku walisongo Jakarta, di lantai dasar nya malah ada masjid, setiap jumat toko buku yang cukup banyak pengunjung nya itu ramai dipadatai jamaah yang akan melaksanakan shalat jumat, tidak hanya karyawan dan pengunjung yang ada disitu yang shalat malah karyawan instansi disekitar nya pun turut.
Seorang kawan nyeletuk, ya gimana lagi yang punya mall kan bukan orang muslim, kalau toko buku walisongo kan muslim, pantas di mall dia buat tempat shalat seadanya saja. Mungkin salah satu jalan keluarnya sewa saja satu ruangan untuk tempat shalat seperti agama lain menyewa ruangan untuk acara kebaktiannya , namanya juga mall kan orientasi nya bisnis, tambah kawan tadi.
Tapi ada beberapa mall dan pusat perbelanjaan yang jadi tutup di Batam karena ditinggal pengunjungnya, karena tak punya tempat shalat, seperti Ramaya, dan Robinson itu dulu tak ada tempat shalat nya dijadikan satu, ya kan sekarang jadi satu, yang satu tutup, begitu juga carnaval mall , mymart, satu lagi di depan nya malah terbakar.
Eeeeee………bukan nyumpahin lho, tapi kalau karyawan sendiri yang muslim repot mau beribadah, lagian mall2 itu tutup karena ada mall baru celetuk kawan yang lain, memang nya sudah ada penelitian karena tak ada nya tempat shalat sehingga mall-mall itu tutup? tanya nya.
Tapi tak dapat dipungkiri, entah kebetulan mall-mall yang tutup disebut diatas, tak menyediakan tempat shalat yang layak kepada pekerja nya…………. dan kepada pengunjung muslim yang takut shalat nya akan tertinggal karena ngunjungi mall yang tak menyediakan tempat shalat yang memadai, adalah korelasinya ujar kawan tadi………… yakin.
Wallahualam.
Soal keberadaan Musholla yang ada di Mall2 acap menjadi keluhan pengunjung, tidak hanya di Batam, di kota lain pun keberadaannya cukup memprihatinkan.
Di Mega Mall Batam Center misalnya, mushollanya hanya dapat menampung sekitar 20 orang saja, bangunan yang hanya 4 x 4 M itu terletak diluar bangunan induk arah jalan masuk, sebelah lapangan parkir.
Terlihat saat magrib tiba, musholla itu tak dapat menampung orang yang akan shalat. Sehingga shalat dilakukan hingga lima rombongan berjamaah pun masih banyak lagi yang antri, bila 1 rombongan jamaah memerlukan waktu 5 sampai 7 menit, alamat akan habis lah waktu magrib yang singkat itu.
Tidak hanya karyawan yang bekerja di Mall itu yang akan shalat , pengunjung pun cukup ramai, apalagi di akhir pekan, seperti hari sabtu dan hari minggu tanggal 9 dan 10 Agustus 2008 yang baru lalu, berjubel nya pengunjung tak mampu menampung mereka yang akan shalat magrib,banyak pengunjung yang berasal dari Singapura dan Malaysia yang menghabiskan waktunya di Batam.
Bukan hanya di Mega Mall, beberapa tempat shalat seperti di DC Mall, Nagoya Hill - Batam juga sama. Di kedua Mall ini tempat shalat juga terletak di tempat parkir dan luasnya tidak sebanding dengan jumlah pengunjung yang mencapai 2.000 hingga 4.000 pengunjung tiap harinya.
Di Surabaya, tempat shalat di pusat perbelanjaan seperti Plaza Tunjungan juga sama. Tempat shalat di mall terbesar di kota Pahlawan itu juga terletak di lapangan parkir lantai atas. Bahkan, untuk mencapainya harus berjalan dengan jarak yang lumayan jauh. Maklum, mall ini gabungan dari lima gedung. Sehingga tak heran jika mall ini terluas di Surabaya. Namun sayang, tempat shalat juga mengalami nasib yang sama. Tak sebanding antara luas dan jumlah pengunjungnya.
Tapi di toko buku walisongo Jakarta, di lantai dasar nya malah ada masjid, setiap jumat toko buku yang cukup banyak pengunjung nya itu ramai dipadatai jamaah yang akan melaksanakan shalat jumat, tidak hanya karyawan dan pengunjung yang ada disitu yang shalat malah karyawan instansi disekitar nya pun turut.
Seorang kawan nyeletuk, ya gimana lagi yang punya mall kan bukan orang muslim, kalau toko buku walisongo kan muslim, pantas di mall dia buat tempat shalat seadanya saja. Mungkin salah satu jalan keluarnya sewa saja satu ruangan untuk tempat shalat seperti agama lain menyewa ruangan untuk acara kebaktiannya , namanya juga mall kan orientasi nya bisnis, tambah kawan tadi.
Tapi ada beberapa mall dan pusat perbelanjaan yang jadi tutup di Batam karena ditinggal pengunjungnya, karena tak punya tempat shalat, seperti Ramaya, dan Robinson itu dulu tak ada tempat shalat nya dijadikan satu, ya kan sekarang jadi satu, yang satu tutup, begitu juga carnaval mall , mymart, satu lagi di depan nya malah terbakar.
Eeeeee………bukan nyumpahin lho, tapi kalau karyawan sendiri yang muslim repot mau beribadah, lagian mall2 itu tutup karena ada mall baru celetuk kawan yang lain, memang nya sudah ada penelitian karena tak ada nya tempat shalat sehingga mall-mall itu tutup? tanya nya.
Tapi tak dapat dipungkiri, entah kebetulan mall-mall yang tutup disebut diatas, tak menyediakan tempat shalat yang layak kepada pekerja nya…………. dan kepada pengunjung muslim yang takut shalat nya akan tertinggal karena ngunjungi mall yang tak menyediakan tempat shalat yang memadai, adalah korelasinya ujar kawan tadi………… yakin.
Wallahualam.
Label:
batam,
mall,
sosial,
tempat ibadah
Rabu, 28 Mei 2008
Kenapa Butet Bukan Ucok Untuk Lagu Dipangunsian Do Apangmu
Ditulis pada Mei 28, 2008 oleh imbalo |
Tulus Aritonang 38 tahun, pria asal Sibolga Tapanuli Tengah ini, dah hampir 8 tahun bermastautin di Bumi Melayu Batam, Aritonang demikian dia biasa dipanggil, kalau datang ke Warnet ku selalu melantun kan sebuah lagu, pria batak ini hampir setiap hari sebelum berangkat ke Cafe atau ke Hotel tempat dia bekerja, mampir borwsing di wanet HangTuah mencari liryk lagu-lagu di Internet.
“Malam ini kami ke Nongsa Pont Marina tulang” katanya kepadaku. Entah apa mereka suka memanggil ku tulang……….. ada enam orang rombongan Aritonang yang selalu menunggu kenderaan jemputan di depan warnet ku.
“Sebenarnya ke Batam dulu bukan untuk jadi penyanyi tulang”, kata Aritonang menjelaskan, “Aku cuma tamatan dari SMK Pariwisata , ternyata di Batam membutuhkan hiburan , jadi lah Aritonang menjadi penyanyi , dengan merekut dua saudaranya Parlindungan dan Pargaulan dan dibantu 3 orang lagi mereka membentuk group perkusi yang cukup terkenal di Batam.
“Buteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet” cetus ku……… saat kelompok Aritonang terlihat mendekat ke Waroeng ku………….dan pasti dah disambut salah satu dari mereka dengan “dipangungsian do apangmu ale Buteeeeet, Da margurillah damar darurat ale Buteeeeeeet…………..
Tak kira bait lagu apa yang kuucapkan terlebih dahulu, pasti ada sambutannya, kelompok Aritonang piawi memainkan alat-alat musik, tak kira tradisional maupun elektronik.
Tapi saat kutanya kenapa ya lagu perjuangan itu jadi Butet, bukan nya Ucok, padahal orang Batak itu selalu mendambakan anak lelaki (ucok) koq nyanyi ditujukan kepada anak perempuan (butet) tanya ku kepada kelompok Aritonang, tak ada sahutan……… mereka saling pandang.
Tak lama Tulus berkata “Orang Batak itu emansipasinya kuat lho tulang” ujarnya kepadaku jadi lagu Butet itu bentuk penghargaan kali sama perempuan yang juga ikut berperang meskipun di front belakang, semisal paramedis lah tambah Tulus lagi.
Iyakah……………. kataku sembari menggumamkan lagu ……..anakkokki dohamoraon diau ……………… disambung Tulus…………….. da ikkon hu pasikolahon gellengki ……………..nah ini lagu kan ditujukan untuk anak lelaki……… orang Batak kalau bilang anak itu biasanya untuk lelaki dan boru untuk perempuan.
Mobil jemputan Tulus Aritonang Group dah datang mereka pun masuk satu persatu ke Mobil Suzuki Carry, pembahasan tentang Butet dan Ucok terhenti sampai disitu………………hei orang Batak yang ngerti kasih tau ya………….
Tulus Aritonang 38 tahun, pria asal Sibolga Tapanuli Tengah ini, dah hampir 8 tahun bermastautin di Bumi Melayu Batam, Aritonang demikian dia biasa dipanggil, kalau datang ke Warnet ku selalu melantun kan sebuah lagu, pria batak ini hampir setiap hari sebelum berangkat ke Cafe atau ke Hotel tempat dia bekerja, mampir borwsing di wanet HangTuah mencari liryk lagu-lagu di Internet.
“Malam ini kami ke Nongsa Pont Marina tulang” katanya kepadaku. Entah apa mereka suka memanggil ku tulang……….. ada enam orang rombongan Aritonang yang selalu menunggu kenderaan jemputan di depan warnet ku.
“Sebenarnya ke Batam dulu bukan untuk jadi penyanyi tulang”, kata Aritonang menjelaskan, “Aku cuma tamatan dari SMK Pariwisata , ternyata di Batam membutuhkan hiburan , jadi lah Aritonang menjadi penyanyi , dengan merekut dua saudaranya Parlindungan dan Pargaulan dan dibantu 3 orang lagi mereka membentuk group perkusi yang cukup terkenal di Batam.
“Buteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet” cetus ku……… saat kelompok Aritonang terlihat mendekat ke Waroeng ku………….dan pasti dah disambut salah satu dari mereka dengan “dipangungsian do apangmu ale Buteeeeet, Da margurillah damar darurat ale Buteeeeeeet…………..
Tak kira bait lagu apa yang kuucapkan terlebih dahulu, pasti ada sambutannya, kelompok Aritonang piawi memainkan alat-alat musik, tak kira tradisional maupun elektronik.
Tapi saat kutanya kenapa ya lagu perjuangan itu jadi Butet, bukan nya Ucok, padahal orang Batak itu selalu mendambakan anak lelaki (ucok) koq nyanyi ditujukan kepada anak perempuan (butet) tanya ku kepada kelompok Aritonang, tak ada sahutan……… mereka saling pandang.
Tak lama Tulus berkata “Orang Batak itu emansipasinya kuat lho tulang” ujarnya kepadaku jadi lagu Butet itu bentuk penghargaan kali sama perempuan yang juga ikut berperang meskipun di front belakang, semisal paramedis lah tambah Tulus lagi.
Iyakah……………. kataku sembari menggumamkan lagu ……..anakkokki dohamoraon diau ……………… disambung Tulus…………….. da ikkon hu pasikolahon gellengki ……………..nah ini lagu kan ditujukan untuk anak lelaki……… orang Batak kalau bilang anak itu biasanya untuk lelaki dan boru untuk perempuan.
Mobil jemputan Tulus Aritonang Group dah datang mereka pun masuk satu persatu ke Mobil Suzuki Carry, pembahasan tentang Butet dan Ucok terhenti sampai disitu………………hei orang Batak yang ngerti kasih tau ya………….
Rabu, 30 April 2008
Surat Terbuka Untuk Gubernur Kepri
Listrik, UN, Keamanan, Pariwisata di Batam Surat Terbuka untuk Gubernur Kepri
Ditulis pada April 30, 2008 oleh imbalo | Edit
PLN vs PGN
Soal pemadaman listrik bergilir di Batam, dan ketidakberdayaaan PLN Batam “menekan” PGN agar tidak hanya memasok dan memprioritaskan perusahaan CitraTubindo, Kawasan Industri Muka Kuning, dan yang lebih menyakitkan hati lagi lebih memprioritaskan Singapura, negara “penampung” koruptor dari Indonesia itu, direspon positif oleh Gubernur Kepulauan Riau Ismeth Abdullah, dan ternyata pak Ismeth tidak lagi mengantuk.
Rupanya pak Ismeth masih merasa punya cucu di Batam, meskipun itu bukan cucu biologisnya, syukurlah , siswa yang akan mengikuti UN dan harus belajar ditengah kegelapan dengan penerangan seadanya baik itu dengan lilin maupun lampu teplok, tetapi kalau mengakses komputer dan listening apakah bisa dicolokkan ke lampu lilin pak Gubernur . soal listrik dan gas ini akan dibawa ke SBY. Gubkepri janji akan segera lapor ke Jakarta. Masih akan lho……………..
UN
UN bagi siswa SMA/SMK hampir diseluruh Indonesia dapat dikatakan berjalan jauh lebih baik dari tahun lalu, memang kita masih mendengar ada di beberapa daerah yang terjadi kecurangan tapi tidak sebanyak kasus tahun lalu. Tetapi di Batam kasus kebocoran soal tidak bisa dibiarkan begitu saja dengan mengadakan ujian ulangan, kemarin kepala dinas pendidikan kepulauan riau Arifin Nasir bersikeras mengatakan tak ada ujian ulangan kita minta sekali lagi pak Gubernur harus turun tangan dalam mengusut dari mana sumber kebocoran itu dan ditindak.
Ulangan susulan atau ujian ulang dilaksanakan tanggal 5 Mei itu bertepatan dengan Ujian Nasional bagi murid SMP .
KEAMANAN
Terutama pemulung , pak Gubernur yth, kiranya perlukah mereka dibuatkan kartu identitas (IDE card) yang digantungkan dileher misalnya saat mereka menjalankan tugas kepemulungannya. Pemulung kertas, karton bekas, plastik bekas, mereka-mereka itu sangat dibutuhkan , kalau tak ada mereka-mereka itu tak jalan pabrik plastik pembuat biji plastik dan pembuat kantong plastik yang berada di Tanjung Uncang sana.
Yakin dan percayalah kalau pak Gubernur tahu betul dengan istilah daur ulang plastik. Untuk keindahan dan kebersihan dan keamanan kota Batam khususnya para pemulung itu dibuatkan rumah tinggal seperti kondominium misalnya , mereka tidak harus tinggal ditempat mereka mengumpulkan barang bekas, seperti yang banyak kita lihat dimerata kota di indonesia.
Singapura adalah salah satu negara “pemulung” di dunia, dulu sebelum ada PT IBL yang dikelola oleh Dorlan Naibaho , kertas bekas dari Batam di kirim ke Singapura, apalagi plastik paling laku disana, apa yang tidak ditampung oleh Singapura barang-barang bekas dari Batam seperti besi scrap, eeee koruptor bekas pun mereka pulung tetapi pemulung-pemulung di Singapura tidak harus tinggal di tempat barang yang dipulungnya.
Kita tidak tahu mana pemulung benaran mana pemulung yang menyaru, nah pemulung yang menyaru ini yang suka mengambilin cangkul apa saja yang ada terletak dihalaman rumah, mengambilin besi -besi yang masih dipakai, membongkarin papan tanda dan larangan, papan reklame, mengambilin bilboard , tutup-tutup parit.
PARIWISATA
Faktor keamanan menurut teman saya di Thailand memegang peranan utama dalam dunia pariwisata, sebijak apa dan sepiawi apapun seorang mengemas paket-paket pariwisata, faktor keamanan dan kenyamanan termasuk yang utama. (bukannya PSK) hotel dan makanan tidak jauh berbeda harga di Batam ataupun di Indonesia dengan di Thailand.
Indonesia jauh dibawah Laos kunjungan wisatanya, Batam daerah ketiga terbesar setelah Bali dan Jakarta kunjungan wisata manca negaranya, siapakah yang datang ke Batam dari negara mana yang terbanyak apa kerja mereka di Batam, tanyalah kepada orang-orang Singapura dan Malaysia , apa yang dicari mereka di Batam. Apa yang murah. sederet pertanyaan lagi pak Gubernur.
Di Laos turis - turis dari manca negara hanya duduk-duduk berjam-jam lamanya dipinggiran memandangi sungai Mekong yang keruh itu, tidak ada teriakan bising seperti dipelabuhan telaga punggur dan sekupang sana.
Kemarin terungkap Batam tempat peracikan terbesar sabu-sabu, kasus ini belum selesai lagi, barang bukti digondol orang dari tempat penyimpanannya, kemarin terbetik berita Batam tempat penampungan terbesar mobil curian dari negara tetangga, mobil-mobil mewah itu berseliweran di jalalan Batam, konon katanya bebas bea masuk untuk mobil dari luar sana akan diterapkan kembali, alangkah enaknya toke-toke itu, seharusnya dikenakan pajak yang besar untuk mobil-mobil mewah itu agar ada dana untuk menambal sulam jalanan yang sudah berkubang kerbau itu pak Gubernur . Tahukah pak Gubernur kubangan kerbau? pergilah ke kampung halaman Ibu Aida Ismet Abdullah Nasution di Tapanuli Selatan sana. Masih banyak kerbau di sana berkubang begitulah keadaan jalalan di Batam.
Dulu alasan pajak kenderaan selagi plat nomornya BM “diambil” Pekanbaru karena kita belum lagi “merdeka’ menentukan kebijakan pajak kenderaanya, sekarangkan sudah menjadi provinsi sendiri. Kemana lagi pajak kenderaan bermotor itu dipakai?.
Label:
batam,
Dunia Islam,
etika,
sosial
Langganan:
Postingan (Atom)