Tanggapan untuk Mas Wachid
Salam,
Terima kasih juga Mas Wachid dan Mas Rizal Sukma, atas undangan dan sekaligus hospitality antuma dalam menyambut kedatangan kami. Saran lanjutan kami atas email antum adalah:
Segera saja buat milist untuk semua PCIM yg sudah terdaftar, sehingga via milist tsb dapat dilakukan komunikasi langsung dan sekaligus saling share informasi yg mungkin diperlukan, termasuk kegiatan yg sudah, sedang ataupun akan dilaksanakan.
Sekedar saran umum, bahwa kegiatan kita di PCIM tentunya amat tergantung kepada missi dan visi Muhammadiyah secara umum, namun disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing. Sekedar sharing saja, di PCIM M'sia ada missi pokok yg ingin kami sampaikan, dan ini sangat in-line dengan harapan P Dien ketika beraudiensi dengan kita di Sheraton Hotel, Yogya.
Atas dasar itu, kami susun organisasi ini dalam 4 bidang utama, yakni:
da'wah dan tabligh (namun termasuk juga di dalamnya tarjih dan tajdid bila perlu dan memungkinkan)
kader dan pelatihan
ekonomi dan kewirausahaan
dokumentasi dan publisity ( di Indonesia biasa orang menyebutnya publikasi)
Sebagai tambahan, ada 2 unit semacam biro, yakni advokasi dan bantuan konsultasi psikologi. Namun, kedua biro ini belum berjalan sesuai harapan.
Tugas masing-masing bidang di atas, secara ringkas adalah:
Bidang da'wah bertanggungjawab dalam hal kegiatan da'wah rutin, baik tingkat cabang ataupun ranting. O ya, sejauh ini PCIM M'sia sudah punya 3 Pengurus Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM). Tahun lalu, PCIM sempat membuatkan semacam jadwal dan kurukulum da'wah untuk diusulkan, baik kepada pengajian rutin selama Ramadhan di KBRI, maupun pembinaan khusus para TKW bermaslah yg berada di Shelter KBRI. Termasuk tugas bidang ini adalah membina muballigh baru yg potensial dan sekaligus menyuplai ustadz untuk pengajian di luar lingkungan pengajian resmi PCIM.
Tugas bidang Kader & Pelatihan adalah secara kontinyu (dibantu oleh Bidang publisitas) untuk memasyrakatkan keberadaan PCIM dan sekaligus melakukan pendekatan serta pelatihan, baik kemuhammdiyah-an maupun bukan. Misalnya, PCIM pernah memberikan training kewirausahaan bagi sejumlah TKI yg ingin pulang dan tidak ingin jadi TKI lagi.
Tugas bidang Ekonomi & Kewirausahaan, sesuai dengan namanya, mencari peluang2 amal yg dapat dilakukan dan sekaligus memberikan hasil bagi PCIM. Sekedar contoh, saat ini PCIM sudah punya LCD yg sering 'disewakan' untuk siapa saja (umumnya pengajian) yg memerlukan LCD dalam presentasinya. Begitu pula sound system sederhana. Ke2 hal ini merupakan amal usaha nyata yg masih terus dilakukan. Masih belum besar hasilnya, namun harus disyukuri. Saat ini, sedang dijajagi paket umrah yg insya Allah bekerja sama dengan Muhammadiyah Singpore. Mungkin PCIM Mesir bisa juga ambil bagian, mestinya. Selain itu, kami juga sdg mempertimbangkan paket tour bagi siapa saja yg akan ke M'sia. Ternyata - kalau tak salah - Indonesia merupakan kontributor turis terbesar Malaysia. Dari 20jta turis asing M'sia, sebagian cukup besar adalah warga Indonesia, termasuk diantaranya beberapa rombongan Muhammadiyah...!!!
Masih berkaitan dengan bidang ini, pernah nyaris PCIM dapat proyek penelitian kecil2an dari KBRI M'sia. Sayang, proyek ini belum berlanjut.
Terakhir, bidang dokumentasi dan publisitas - sesusai namanya - bertugas mendokumentasikan berbagai kegiatan yg ada, selain mengelola milist, blog dan serta web PCIM. Selain itu, bidang ini - sekali dua pekan, yakni tiap hari Jum'at - menerbitkan bulletin At-Tanwir (hanya 4 halaman) dan diedarkan di 'masjid' KBRI dan Sekolah Indonesia Kualalumpur (SIK) bersamaan dengan kegiatan shalat jum'at.
Last but not least, memasuki abad ke 2 dan khususnya menyambut maktamar yg baru lalu, PCIM sudah menerbitkan karya perdana, berupa buku yg diberi judul Muhammadiyah dan Tantangan Abad Baru, Percikan Pemikiran Dari Negeri Jiran (foto terlampir). Alhamdulillah, lebih dari 200 exemplar / copies, laku selama Muktamar yg baru lalu. Bukankah ini juga termasuk amal usaha yg dapat dikembangkan...???
Nah, demikian sekedar share dari PCIM M'sia. Semoga ada manfaatnya, dan mohon maaf bila ada kekurangan dan atau kurang berkenan.
Salam, Akhyar
Tampilkan postingan dengan label Muhammadiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhammadiyah. Tampilkan semua postingan
Minggu, 11 Juli 2010
PCIM Amerika
Jawaban email mas Wachid
Alaikumsalam saudaraku,
Sebagai anak/kader Muhammadiyah, kehadiran di muktamar adalah suatu impian. Alhamdulillah, melalui PCIM Amerika saya mendapat kesempatan menikmati lezatnya akhuwah Islamiyah di muktamar sembari membicarakan langkah untuk memajukan persyarikatan demi syiar Islam.
Peranan PCIM diluar negeri mari kita tingkatkan dan berdayakan untuk menopang misi dan visi Muhammadiyah. Untuk itu saya sarankan mari kita tingkatkan komunikasi dan informasi bersama melalui milis ini.
Wassalam
Alaikumsalam saudaraku,
Sebagai anak/kader Muhammadiyah, kehadiran di muktamar adalah suatu impian. Alhamdulillah, melalui PCIM Amerika saya mendapat kesempatan menikmati lezatnya akhuwah Islamiyah di muktamar sembari membicarakan langkah untuk memajukan persyarikatan demi syiar Islam.
Peranan PCIM diluar negeri mari kita tingkatkan dan berdayakan untuk menopang misi dan visi Muhammadiyah. Untuk itu saya sarankan mari kita tingkatkan komunikasi dan informasi bersama melalui milis ini.
Wassalam
Label:
amerika,
batam,
Dunia Islam,
Indonesia,
malaysia,
Muhammadiyah
Muhammadiyah Internasional
Email Mas Wachid Ridwan...........
Bogor, 10 Juli 2010
Assalamu'alaikum Wr. Wb.,
Atas nama Lembaga Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri (LKHLN), saya dan Mas Rizal mengucapkan terima kasih atas kehadiran saudaraku sekalian yang telah merelakan tenaga dan waktu dari tempat kuliah dan kerja nun jauh disana ke Yogyakarta. Semoga Allah selalu memberkahi kita semua.
Saya berinisiatif untuk menjalin komunikasi lebih intensif lagi dengan saudara/i demi organisasi kita tercinta ini. Insya Allah saya bersedia menjadi penghubung antara saudara/i sekalian di luar negeri tentang informasi PP Muhammadiyah terkini apabila saya masih di LKHLN untuk periode tahun 2010-2015.
Satu hal yang bisa kita kerjakan adalah sharing model kegiatan yang telah dikerjakan oleh PCIM lain untuk kemudian diaplikasikan di suatu PCIM tertentu apabila memang aplikable. Karena dalam pertemuan kita kemarin itu banyak PCIM yang belum banyak mempunyai model kegiatan. PCIM Mesir dan UK mungkin bisa sharing mengenai hal ini.
Demikian pesan singkat saya sebagai awal kebangkitan Abad kedua Persyarikatan.
Wassalam, Mas Wachid
Bogor, 10 Juli 2010
Assalamu'alaikum Wr. Wb.,
Atas nama Lembaga Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri (LKHLN), saya dan Mas Rizal mengucapkan terima kasih atas kehadiran saudaraku sekalian yang telah merelakan tenaga dan waktu dari tempat kuliah dan kerja nun jauh disana ke Yogyakarta. Semoga Allah selalu memberkahi kita semua.
Saya berinisiatif untuk menjalin komunikasi lebih intensif lagi dengan saudara/i demi organisasi kita tercinta ini. Insya Allah saya bersedia menjadi penghubung antara saudara/i sekalian di luar negeri tentang informasi PP Muhammadiyah terkini apabila saya masih di LKHLN untuk periode tahun 2010-2015.
Satu hal yang bisa kita kerjakan adalah sharing model kegiatan yang telah dikerjakan oleh PCIM lain untuk kemudian diaplikasikan di suatu PCIM tertentu apabila memang aplikable. Karena dalam pertemuan kita kemarin itu banyak PCIM yang belum banyak mempunyai model kegiatan. PCIM Mesir dan UK mungkin bisa sharing mengenai hal ini.
Demikian pesan singkat saya sebagai awal kebangkitan Abad kedua Persyarikatan.
Wassalam, Mas Wachid
Label:
batam,
Dunia Islam,
malaysia,
Muhammadiyah,
Myanmar,
singapore,
sosial,
Thailand,
vietnam
Sabtu, 21 November 2009
Hukum Qurban Secara Kolektif
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang meniti jalan mereka hingga akhir zaman.
Hewan yang digunakan untuk sembelihan qurban adalah unta, sapi[1], dan kambing. Bahkan para ulama berijma’ (bersepakat) tidak sah apabila seseorang melakukan sembelihan dengan selain binatang ternak tadi.[2]
Ketentuan Qurban Kambing
Seekor kambing hanya untuk qurban satu orang dan boleh pahalanya diniatkan untuk seluruh anggota keluarga meskipun jumlahnya banyak atau bahkan yang sudah meninggal dunia.
كَانَ الرَّجُلُ فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُضَحِّى بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ
“Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ada seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya.”[3]
Asy Syaukani mengatakan, “(Dari berbagai perselisihan ulama yang ada), yang benar, qurban kambing boleh diniatkan untuk satu keluarga walaupun dalam keluarga tersebut ada 100 jiwa atau lebih.”[4]
Ketentuan Qurban Sapi dan Unta
Seekor sapi boleh dijadikan qurban untuk 7 orang. Sedangkan seekor unta untuk 10 orang (atau 7 orang)[5]. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu beliau mengatakan,
كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ فَحَضَرَ الأَضْحَى فَاشْتَرَكْنَا فِى الْبَقَرَةِ سَبْعَةً وَفِى الْبَعِيرِ عَشَرَةً
“Dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu tibalah hari raya Idul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor unta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang.”[6]
Begitu pula dari orang yang ikut urunan qurban sapi atau unta, masing-masing boleh meniatkan untuk dirinya dan keluarganya. Perhatikan fatwa Al Lajnah Ad Da-imah berikut.
Soal pertama dari Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyah wal Ifta’ no. 8790
Soal:
Bolehkah seorang muslim berqurban unta atau sapi untuk tujuh orang, lalu masing-masing meniatkan untuk orang tua, anak, kerabat, pengajar dan kaum muslimin lainnya. Apakah urunan tujuh orang tadi masing-masing diniatkan untuk satu orang saja (tanpa disertai lainnya) atau pahalanya boleh untuk yang lainnya?
Jawab:
Yang diajarkan, unta dan sapi dibolehkan untuk tujuh orang. Setiap tujuh orang itu boleh meniatkan untuk dirinya sendiri dan anggota keluarganya.
Yang menandatangai fatwa ini:
Anggota: ‘Abdullah bin Qu’ud, ‘Abdullah bin Ghodyan
Wakil ketua: ‘Abdur Rozaq ‘Afifi
Ketua: ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz[7]
Bagaimana Hukum Qurban Secara Kolektif?
Sebagaimana ketentuan di atas, satu kambing hanya boleh untuk satu orang (dan boleh diniatkan untuk anggota keluarga), satu sapi untuk tujuh orang (termasuk anggota keluarganya), dan satu unta untuk sepuluh orang (termasuk anggota keluarganya), lalu bagaimana jika 1 kambing dijadikan qurban untuk 10 orang atau untuk satu sekolahan (yang memiliki murid ratusan orang) atau satu desa? Ada yang melakukan seperti ini dengan alasan dana yang begitu terbatas.
Sebagai jawabannya, alangkah baiknya kita perhatikan fatwa ulama yang terhimpun dalam Al Lajnah Ad Da-imah (komisi fatwa di Saudi Arabia) mengenai hal ini.
Soal kedua dari Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’ no. 3055
Soal:
Ada seorang ayah yang meninggal dunia. Kemudian anaknya tersebut ingin berqurban untuk ayahnya. Namun ada yang menyarankan padanya, “Engkau tidak boleh menyembelih unta untuk qurban satu orang. Sebaiknya yang disembelih adalah satu ekor kambing. Karena unta lebih utama dari kambing. Jadi yang mengatakan “Sembelihlah unta”, itu keliru.” Karena apabila ingin berkurban dengan unta, maka harus dengan patungan bareng-bareng.
Jawab:
Boleh berkurban atas nama orang yang meninggal dunia, baik dengan satu kambing atau satu unta. Adapun orang yang mengatakan bahwa unta hanya boleh disembelih dengan patungan bareng-bareng, maka perkataan dia yang sebenarnya keliru. Akan tetapi, kambing tidak sah kecuali untuk satu orang dan shohibul qurban (orang yang berqurban) boleh meniatkan pahala qurban kambing tadi untuk anggota keluarganya. Adapun unta boleh untuk satu atau tujuh orang dengan bareng-bareng berqurban. Tujuh orang tadi nantinya boleh patungan dalam qurban satu unta. Sedangkan sapi, kasusnya sama dengan unta.
Hanya Allah yang memberi taufik. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Yang menandatangai fatwa ini:
Anggota: ‘Abdullah bin Qu’ud, ‘Abdullah bin Ghodyan
Ketua: ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz[8]
Dari penjelasan ini, maka kita bisa ambil beberapa pelajaran:
1. Seorang pelaku qurban dengan seekor kambing boleh mengatasnamakan qurbannya atas dirinya dan keluarganya.
2. Qurban dengan sapi atau unta boleh dipikul oleh tujuh orang.
3. Yang dimaksud kambing untuk satu orang, sapi dan unta untuk tujuh orang adalah dalam masalah orang yang menanggung pembiayaannya.
4. Tidak sah berqurban dengan seekor kambing secara kolektif/urunan lebih dari satu orang lalu diniatkan atas nama jama’ah, sekolah, RT atau desa. Kambing yang disembelih dengan cara seperti ini merupakan daging kambing biasa dan bukan daging qurban.
Solusi Dalam Iuran Qurban
Solusi yang bisa kami tawarkan untuk masalah iuran hewan qurban secara patungan adalah dengan cara arisan qurban. Jadi setiap tahun beberapa orang bisa bergantian untuk berqurban. Di antara alasan dibolehkan hal ini karena sebagian ulama membolehkan berutang ketika melakukan qurban.
Imam Ahmad bin Hambal mengatakan tentang orang yang tidak mampu aqiqah, “Jika seseorang tidak mampu aqiqah, maka hendaknya ia mencari utangan dan berharap Allah akan menolong melunasinya. Karena seperti ini akan menghidupkan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”[9] Qurban sama halnya dengan aqiqah.
Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Dulu Abu Hatim pernah mencari utangan dan beliau pun menggiring unta untuk disembelih. Lalu dikatakan padanya, “Apakah betul engkau mencari utangan dan telah menggiring unta untuk disembelih?” Abu Hatim menjawab, “Aku telah mendengar firman Allah,
لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ
“Kamu akan memperoleh kebaikan yang banyak padanya.” (QS. Al Hajj: 36)”[10]
Catatan:
1. Yang mengikuti arisan tersebut hendaknya orang yang berkemampuan karena yang namanya arisan berarti berutang.
2. Harga kambing bisa berubah setiap tahunnya. Oleh karena itu, arisan pada tahun pertama lebih baik setorannya dilebihkan dari perkiraan harga kambing untuk tahun tersebut.
3. Ketika menyembelih tetap mengatasnamakan individu (satu orang untuk kambing atau tujuh orang untuk sapi dan unta) dan bukan mengatasnamakan jama’ah atau kelompok arisan.
Bagaimana dengan Hadits “Ini adalah qurbanku dan qurban siapa saja dari umatku yang belum berqurban”?
Sebagian orang ada yang beralasan benarnya qurban secara kolektif melebihi ketentuan syari’at yang dikemukakan di atas dengan alasan hadits Jabir bin ‘Abdillah berikut,
شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الأَضْحَى بِالْمُصَلَّى فَلَمَّا قَضَى خُطْبَتَهُ نَزَلَ مِنْ مِنْبَرِهِ وَأُتِىَ بِكَبْشٍ فَذَبَحَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِيَدِهِ وَقَالَ « بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّى وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِى ».
“Aku bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadiri shalat Idul Adha di tanah lapang. Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah, beliau turun dari mimbar kemudian beliau diserahkan satu ekor domba. Lalu beliau memotong dengan tangannya, lantas bersabda, ‘Bismillah, wallahu akbar. Ini adalah qurbanku dan qurban siapa saja dari umatku yang tidak ikut berqurban.’”[11] Mereka beralasan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja niatkan untuk seluruh umatnya yang tidak berqurban, maka berarti kami boleh niatkan qurban untuk satu RT, satu sekolahan atau satu desa.
Sanggahan: Mengenai hadits “qurban siapa saja yang tidak ikut berqurban”, ini adalah khusus untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak untuk yang lainnya. Jadi, beliau diperbolehkan berkurban untuk seluruh umatnya (selain keluarganya). Sedangkan umatnya hanya diperbolehkan menyembelih qurban untuk dirinya dan keluarganya sebagaimana dijelaskan di muka.
Al Qodhi Abu Ishaq mengatakan, “Perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini –wallahu a’lam- sebagaimana seseorang boleh berqurban untuk dirinya dan keluarganya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam boleh berqurban atas nama seluruh kaum muslimin karena beliau adalah ayah mereka dan istri-istri beliau adalah ibu mereka.”[12] Oleh karena, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ayah kaum muslimin, maka beliau diperbolehkan meniatkan qurban untuk dirinya dan keluarganya (yaitu seluruh kaum muslimin).
Kesimpulan:
1. Penyembelihan qurban untuk diri dan keluarga dibolehkan sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Hal ini berdasarkan amalan yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.
2. Penyembelihan qurban untuk diri sendiri dan untuk seluruh umat Islam selain keluarga hanyalah khusus bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalilnya, para sahabat tidak ada yang melakukan hal tersebut sepeninggal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang ada mereka hanya menyembelih qurban untuk diri sendiri dan keluarga.
3. Sebagian kaum muslimin yang menyembelih qurban untuk satu sekolah atau untuk satu RT atau untuk satu desa adalah keliru, seperti ini tidak dilakukan oleh para salaf terdahulu.
Semoga pelajaran yang kami sajikan ini bermanfaat bagi kaum muslimin sekalian. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.
***
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Dipublikasikan dari rumaysho.com
Pangukan, Sleman, siang hari, 16 Dzulqo’dah 1430 H
Footnote:
[1] Sebagian ulama menyamakan kerbau dengan sapi.
[2] Lihat Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik Kamal bin As Sayid Salim, 2/369, Maktabah At Taufiqiyah.
[3] HR. Tirmidzi no. 1505, Ibnu Majah no. 3138. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Al Irwa’ no. 1142.
[4] Nailul Author, Asy Syaukani, 8/125, Mawqi’ Al Islam.
[5] Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bahwa satu unta hanya dijadikan urunan tujuh orang untuk udh-hiyah karena diqiyaskan dengan unta pada al hadyu. Sedangkan Asy Syaukani mengatakan bahwa unta udh-hiyah boleh untuk sepuluh orang dan unta al hadyu untuk tujuh orang. (Shahih Fiqih Sunnah, 2/370)
[6] HR. Tirmidzi no. 905, Ibnu Majah no. 3131. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih, sebagaimana dalam Misykatul Mashobih 1469 [17].
[7] Fatawa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyah wal Ifta’, 11/405, Darul Ifta’
[8] Fatawa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyah wal Ifta’, 11/403
[9] Lihat Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, 2/11011, Multaqo Ahlul Hadits.
[10] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Abul Fida’ Ibnu Katsir, 5/426, Dar Thoyibah, cetakan kedua, tahun 1420 H.
[11] HR. Abu Daud no. 2810, At Tirmidzi no. 1521. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih
[12] Al Muntaqo Syarh Al Muwatho’, 3/113, Mawqi’ Al Islam.
Hewan yang digunakan untuk sembelihan qurban adalah unta, sapi[1], dan kambing. Bahkan para ulama berijma’ (bersepakat) tidak sah apabila seseorang melakukan sembelihan dengan selain binatang ternak tadi.[2]
Ketentuan Qurban Kambing
Seekor kambing hanya untuk qurban satu orang dan boleh pahalanya diniatkan untuk seluruh anggota keluarga meskipun jumlahnya banyak atau bahkan yang sudah meninggal dunia.
كَانَ الرَّجُلُ فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُضَحِّى بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ
“Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ada seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya.”[3]
Asy Syaukani mengatakan, “(Dari berbagai perselisihan ulama yang ada), yang benar, qurban kambing boleh diniatkan untuk satu keluarga walaupun dalam keluarga tersebut ada 100 jiwa atau lebih.”[4]
Ketentuan Qurban Sapi dan Unta
Seekor sapi boleh dijadikan qurban untuk 7 orang. Sedangkan seekor unta untuk 10 orang (atau 7 orang)[5]. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu beliau mengatakan,
كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ فَحَضَرَ الأَضْحَى فَاشْتَرَكْنَا فِى الْبَقَرَةِ سَبْعَةً وَفِى الْبَعِيرِ عَشَرَةً
“Dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu tibalah hari raya Idul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor unta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang.”[6]
Begitu pula dari orang yang ikut urunan qurban sapi atau unta, masing-masing boleh meniatkan untuk dirinya dan keluarganya. Perhatikan fatwa Al Lajnah Ad Da-imah berikut.
Soal pertama dari Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyah wal Ifta’ no. 8790
Soal:
Bolehkah seorang muslim berqurban unta atau sapi untuk tujuh orang, lalu masing-masing meniatkan untuk orang tua, anak, kerabat, pengajar dan kaum muslimin lainnya. Apakah urunan tujuh orang tadi masing-masing diniatkan untuk satu orang saja (tanpa disertai lainnya) atau pahalanya boleh untuk yang lainnya?
Jawab:
Yang diajarkan, unta dan sapi dibolehkan untuk tujuh orang. Setiap tujuh orang itu boleh meniatkan untuk dirinya sendiri dan anggota keluarganya.
Yang menandatangai fatwa ini:
Anggota: ‘Abdullah bin Qu’ud, ‘Abdullah bin Ghodyan
Wakil ketua: ‘Abdur Rozaq ‘Afifi
Ketua: ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz[7]
Bagaimana Hukum Qurban Secara Kolektif?
Sebagaimana ketentuan di atas, satu kambing hanya boleh untuk satu orang (dan boleh diniatkan untuk anggota keluarga), satu sapi untuk tujuh orang (termasuk anggota keluarganya), dan satu unta untuk sepuluh orang (termasuk anggota keluarganya), lalu bagaimana jika 1 kambing dijadikan qurban untuk 10 orang atau untuk satu sekolahan (yang memiliki murid ratusan orang) atau satu desa? Ada yang melakukan seperti ini dengan alasan dana yang begitu terbatas.
Sebagai jawabannya, alangkah baiknya kita perhatikan fatwa ulama yang terhimpun dalam Al Lajnah Ad Da-imah (komisi fatwa di Saudi Arabia) mengenai hal ini.
Soal kedua dari Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’ no. 3055
Soal:
Ada seorang ayah yang meninggal dunia. Kemudian anaknya tersebut ingin berqurban untuk ayahnya. Namun ada yang menyarankan padanya, “Engkau tidak boleh menyembelih unta untuk qurban satu orang. Sebaiknya yang disembelih adalah satu ekor kambing. Karena unta lebih utama dari kambing. Jadi yang mengatakan “Sembelihlah unta”, itu keliru.” Karena apabila ingin berkurban dengan unta, maka harus dengan patungan bareng-bareng.
Jawab:
Boleh berkurban atas nama orang yang meninggal dunia, baik dengan satu kambing atau satu unta. Adapun orang yang mengatakan bahwa unta hanya boleh disembelih dengan patungan bareng-bareng, maka perkataan dia yang sebenarnya keliru. Akan tetapi, kambing tidak sah kecuali untuk satu orang dan shohibul qurban (orang yang berqurban) boleh meniatkan pahala qurban kambing tadi untuk anggota keluarganya. Adapun unta boleh untuk satu atau tujuh orang dengan bareng-bareng berqurban. Tujuh orang tadi nantinya boleh patungan dalam qurban satu unta. Sedangkan sapi, kasusnya sama dengan unta.
Hanya Allah yang memberi taufik. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Yang menandatangai fatwa ini:
Anggota: ‘Abdullah bin Qu’ud, ‘Abdullah bin Ghodyan
Ketua: ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz[8]
Dari penjelasan ini, maka kita bisa ambil beberapa pelajaran:
1. Seorang pelaku qurban dengan seekor kambing boleh mengatasnamakan qurbannya atas dirinya dan keluarganya.
2. Qurban dengan sapi atau unta boleh dipikul oleh tujuh orang.
3. Yang dimaksud kambing untuk satu orang, sapi dan unta untuk tujuh orang adalah dalam masalah orang yang menanggung pembiayaannya.
4. Tidak sah berqurban dengan seekor kambing secara kolektif/urunan lebih dari satu orang lalu diniatkan atas nama jama’ah, sekolah, RT atau desa. Kambing yang disembelih dengan cara seperti ini merupakan daging kambing biasa dan bukan daging qurban.
Solusi Dalam Iuran Qurban
Solusi yang bisa kami tawarkan untuk masalah iuran hewan qurban secara patungan adalah dengan cara arisan qurban. Jadi setiap tahun beberapa orang bisa bergantian untuk berqurban. Di antara alasan dibolehkan hal ini karena sebagian ulama membolehkan berutang ketika melakukan qurban.
Imam Ahmad bin Hambal mengatakan tentang orang yang tidak mampu aqiqah, “Jika seseorang tidak mampu aqiqah, maka hendaknya ia mencari utangan dan berharap Allah akan menolong melunasinya. Karena seperti ini akan menghidupkan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”[9] Qurban sama halnya dengan aqiqah.
Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Dulu Abu Hatim pernah mencari utangan dan beliau pun menggiring unta untuk disembelih. Lalu dikatakan padanya, “Apakah betul engkau mencari utangan dan telah menggiring unta untuk disembelih?” Abu Hatim menjawab, “Aku telah mendengar firman Allah,
لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ
“Kamu akan memperoleh kebaikan yang banyak padanya.” (QS. Al Hajj: 36)”[10]
Catatan:
1. Yang mengikuti arisan tersebut hendaknya orang yang berkemampuan karena yang namanya arisan berarti berutang.
2. Harga kambing bisa berubah setiap tahunnya. Oleh karena itu, arisan pada tahun pertama lebih baik setorannya dilebihkan dari perkiraan harga kambing untuk tahun tersebut.
3. Ketika menyembelih tetap mengatasnamakan individu (satu orang untuk kambing atau tujuh orang untuk sapi dan unta) dan bukan mengatasnamakan jama’ah atau kelompok arisan.
Bagaimana dengan Hadits “Ini adalah qurbanku dan qurban siapa saja dari umatku yang belum berqurban”?
Sebagian orang ada yang beralasan benarnya qurban secara kolektif melebihi ketentuan syari’at yang dikemukakan di atas dengan alasan hadits Jabir bin ‘Abdillah berikut,
شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الأَضْحَى بِالْمُصَلَّى فَلَمَّا قَضَى خُطْبَتَهُ نَزَلَ مِنْ مِنْبَرِهِ وَأُتِىَ بِكَبْشٍ فَذَبَحَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِيَدِهِ وَقَالَ « بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّى وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِى ».
“Aku bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadiri shalat Idul Adha di tanah lapang. Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah, beliau turun dari mimbar kemudian beliau diserahkan satu ekor domba. Lalu beliau memotong dengan tangannya, lantas bersabda, ‘Bismillah, wallahu akbar. Ini adalah qurbanku dan qurban siapa saja dari umatku yang tidak ikut berqurban.’”[11] Mereka beralasan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja niatkan untuk seluruh umatnya yang tidak berqurban, maka berarti kami boleh niatkan qurban untuk satu RT, satu sekolahan atau satu desa.
Sanggahan: Mengenai hadits “qurban siapa saja yang tidak ikut berqurban”, ini adalah khusus untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak untuk yang lainnya. Jadi, beliau diperbolehkan berkurban untuk seluruh umatnya (selain keluarganya). Sedangkan umatnya hanya diperbolehkan menyembelih qurban untuk dirinya dan keluarganya sebagaimana dijelaskan di muka.
Al Qodhi Abu Ishaq mengatakan, “Perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini –wallahu a’lam- sebagaimana seseorang boleh berqurban untuk dirinya dan keluarganya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam boleh berqurban atas nama seluruh kaum muslimin karena beliau adalah ayah mereka dan istri-istri beliau adalah ibu mereka.”[12] Oleh karena, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ayah kaum muslimin, maka beliau diperbolehkan meniatkan qurban untuk dirinya dan keluarganya (yaitu seluruh kaum muslimin).
Kesimpulan:
1. Penyembelihan qurban untuk diri dan keluarga dibolehkan sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Hal ini berdasarkan amalan yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.
2. Penyembelihan qurban untuk diri sendiri dan untuk seluruh umat Islam selain keluarga hanyalah khusus bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalilnya, para sahabat tidak ada yang melakukan hal tersebut sepeninggal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang ada mereka hanya menyembelih qurban untuk diri sendiri dan keluarga.
3. Sebagian kaum muslimin yang menyembelih qurban untuk satu sekolah atau untuk satu RT atau untuk satu desa adalah keliru, seperti ini tidak dilakukan oleh para salaf terdahulu.
Semoga pelajaran yang kami sajikan ini bermanfaat bagi kaum muslimin sekalian. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.
***
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Dipublikasikan dari rumaysho.com
Pangukan, Sleman, siang hari, 16 Dzulqo’dah 1430 H
Footnote:
[1] Sebagian ulama menyamakan kerbau dengan sapi.
[2] Lihat Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik Kamal bin As Sayid Salim, 2/369, Maktabah At Taufiqiyah.
[3] HR. Tirmidzi no. 1505, Ibnu Majah no. 3138. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Al Irwa’ no. 1142.
[4] Nailul Author, Asy Syaukani, 8/125, Mawqi’ Al Islam.
[5] Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bahwa satu unta hanya dijadikan urunan tujuh orang untuk udh-hiyah karena diqiyaskan dengan unta pada al hadyu. Sedangkan Asy Syaukani mengatakan bahwa unta udh-hiyah boleh untuk sepuluh orang dan unta al hadyu untuk tujuh orang. (Shahih Fiqih Sunnah, 2/370)
[6] HR. Tirmidzi no. 905, Ibnu Majah no. 3131. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih, sebagaimana dalam Misykatul Mashobih 1469 [17].
[7] Fatawa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyah wal Ifta’, 11/405, Darul Ifta’
[8] Fatawa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyah wal Ifta’, 11/403
[9] Lihat Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, 2/11011, Multaqo Ahlul Hadits.
[10] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Abul Fida’ Ibnu Katsir, 5/426, Dar Thoyibah, cetakan kedua, tahun 1420 H.
[11] HR. Abu Daud no. 2810, At Tirmidzi no. 1521. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih
[12] Al Muntaqo Syarh Al Muwatho’, 3/113, Mawqi’ Al Islam.
Label:
Dunia Islam,
info halal,
Muhammadiyah
Selasa, 17 November 2009
SYIRIK SEBAGAI KEZHALIMAN
Ditulis oleh : ust Zenal Satiawan Lc dalam Buletin Jumat
"Orang-orang yang beriman dan tidak menodai iman mereka dengan kedzaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat ketentraman dan mereka itulah orang-orang yang menepati jalan hidayah." (QS. Al-An'am: 82)
Diriwayatan oleh Imam Bukhari, "Ketika turun ayat, 'Orang-orang yang beriman, dan tidak menodai iman mereka dengan kedzaliman', kami (para sahabat) berkata, 'Wahai Rasulullah, siapakah di antara kami yang tidak mendzalimi dirinya?' Beliau bersabda, 'Bukan seperti yang kamu katakan, mereka tidak menodai iman mereka dengan kedzaliman, tetapi dengan kemusyrikan. Bukankah kamu telah memperhatikan perkataan Luqman kepada anaknya?, 'Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya, mempersekutukan Allah adalah kedzaliman yang besar' (Luqman: 13)'."
Imam Ibnu katsir mengomentari ayat tersebut., "Maksudnya, mereka adalah orang-orang yang memurnikan ibadah hanya kepada Allah saja, mereka tidak menyekutukan-Nya sama sekali, dan mereka itulah orang-orang yang tenteram pada hari kiamat dan mendapat petunjuk di dunia akherat."
Banyak orang yang mengaku dirinya beriman, akan tetapi di waktu yang bersamaan, dia juga melakukan hal-hal yang merusak keimanannya itu, bahkan sampai menggugurkan iman itu sendiri. Hal itu disebabkan oleh banyak faktor; di antaranya, karena kebodohan mereka (al-Jahl), atau karena kesombongan dan keangkuhan mereka sehingga mereka tidak mau menerima kebenaran yang disampaikan pada mereka (al-Kibr). Padahal, dalam masalah keimanan dan tauhid, tidak ada udzur (alasan) kebodohan. Jadi, seseorang tidak bisa beralasan dengan kebodohan (ketidaktahuan)nya ketika salah dalam masalah iman dan tauhid ini. Dan salah dalam masalah ini akan berakibat fatal. Masalah keimanan dan tauhid ini adalah masalah yang sangat prinsip bagi seorang muslim, yang merupakan dasar dan pondasi baginya, yang menentukan kuat tidaknya bangunan yang dibangun di atas pondasi itu. Tetapi, justru kebanyakan manusia bodoh dalam hal ini, sehingga sadar atau tidak sadar mereka sering menodai keimanan mereka itu.
Tauhid (iman) dan syirik, tidak akan mungkin pernah bersatu di hati seseorang. Karena keduanya bertentangan. Jika beriman, maka harus menghilangkan dan membuang jauh-jauh kesyirikan. Jika seseorang melakukan kesyirikan (syirik besar), secara langsung keimanan akan luntur dan batal.
Adapun hal-hal yang termasuk perbuatan syirik sangatlah banyak. Yang semua itu intinya adalah mempersekutukan Allah, atau menjadikan tandingan untuk Allah. Terkadang seseorang melakukan suatu perbuatan yang dia yakini bahwa perbuatan itu adalah benar karena dia melakukannya tanpa petunjuk (dalil), hanya karena persangkaan atau karena ikut-ikutan, padahal perbuatannya itu adalah termasuk kesyirikan. Maka, terhapuslah amalan yang dia lakukan itu atau semua amalnya, dan akhirnya, dia akan menanggung beban yang teramat sangat berat di hadapan Allah. Sebab, syirik adalah merupakan dosa besar yang paling besar. Dan tidak akan diampuni apabila tidak bertobat sebelum nyawa sampai di tenggorokan.
Kendati demikian, idealnya kita harus berusaha sekuat tenaga dan semampu kita untuk meninggalkan segala macam dosa. Karena, para ulama' mengategorikan segala macam dosa ke dalam kedzaliman. Baik itu dzalim kepada diri sendiri, atau dzalim kepada orang lain. Adapun kedzaliman yang paling besar adalah kedzaliman dalam masalah tauhid, yaitu kedzaliman seorang hamba kepada Allah swt. Yang disebut dengan dosa itu adalah bersumber dari dua hal; meninggalkan perintah, atau mengerjakan larangan. Dan dari semua itu, perkara yang paling besar adalah yang berkaitan dengan iman dan tauhid. Perintah yang paling utama adalah tauhid, dan larangan yang paling besar adalah syirik.
Ya Allah, lindungilah kami dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu, sedangkan kami mengetahuinya. Dan ampunilah kami, terhadap suatu kesyirikan yang kami tidak mengetahuinya.
"Orang-orang yang beriman dan tidak menodai iman mereka dengan kedzaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat ketentraman dan mereka itulah orang-orang yang menepati jalan hidayah." (QS. Al-An'am: 82)
Diriwayatan oleh Imam Bukhari, "Ketika turun ayat, 'Orang-orang yang beriman, dan tidak menodai iman mereka dengan kedzaliman', kami (para sahabat) berkata, 'Wahai Rasulullah, siapakah di antara kami yang tidak mendzalimi dirinya?' Beliau bersabda, 'Bukan seperti yang kamu katakan, mereka tidak menodai iman mereka dengan kedzaliman, tetapi dengan kemusyrikan. Bukankah kamu telah memperhatikan perkataan Luqman kepada anaknya?, 'Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya, mempersekutukan Allah adalah kedzaliman yang besar' (Luqman: 13)'."
Imam Ibnu katsir mengomentari ayat tersebut., "Maksudnya, mereka adalah orang-orang yang memurnikan ibadah hanya kepada Allah saja, mereka tidak menyekutukan-Nya sama sekali, dan mereka itulah orang-orang yang tenteram pada hari kiamat dan mendapat petunjuk di dunia akherat."
Banyak orang yang mengaku dirinya beriman, akan tetapi di waktu yang bersamaan, dia juga melakukan hal-hal yang merusak keimanannya itu, bahkan sampai menggugurkan iman itu sendiri. Hal itu disebabkan oleh banyak faktor; di antaranya, karena kebodohan mereka (al-Jahl), atau karena kesombongan dan keangkuhan mereka sehingga mereka tidak mau menerima kebenaran yang disampaikan pada mereka (al-Kibr). Padahal, dalam masalah keimanan dan tauhid, tidak ada udzur (alasan) kebodohan. Jadi, seseorang tidak bisa beralasan dengan kebodohan (ketidaktahuan)nya ketika salah dalam masalah iman dan tauhid ini. Dan salah dalam masalah ini akan berakibat fatal. Masalah keimanan dan tauhid ini adalah masalah yang sangat prinsip bagi seorang muslim, yang merupakan dasar dan pondasi baginya, yang menentukan kuat tidaknya bangunan yang dibangun di atas pondasi itu. Tetapi, justru kebanyakan manusia bodoh dalam hal ini, sehingga sadar atau tidak sadar mereka sering menodai keimanan mereka itu.
Tauhid (iman) dan syirik, tidak akan mungkin pernah bersatu di hati seseorang. Karena keduanya bertentangan. Jika beriman, maka harus menghilangkan dan membuang jauh-jauh kesyirikan. Jika seseorang melakukan kesyirikan (syirik besar), secara langsung keimanan akan luntur dan batal.
Adapun hal-hal yang termasuk perbuatan syirik sangatlah banyak. Yang semua itu intinya adalah mempersekutukan Allah, atau menjadikan tandingan untuk Allah. Terkadang seseorang melakukan suatu perbuatan yang dia yakini bahwa perbuatan itu adalah benar karena dia melakukannya tanpa petunjuk (dalil), hanya karena persangkaan atau karena ikut-ikutan, padahal perbuatannya itu adalah termasuk kesyirikan. Maka, terhapuslah amalan yang dia lakukan itu atau semua amalnya, dan akhirnya, dia akan menanggung beban yang teramat sangat berat di hadapan Allah. Sebab, syirik adalah merupakan dosa besar yang paling besar. Dan tidak akan diampuni apabila tidak bertobat sebelum nyawa sampai di tenggorokan.
Kendati demikian, idealnya kita harus berusaha sekuat tenaga dan semampu kita untuk meninggalkan segala macam dosa. Karena, para ulama' mengategorikan segala macam dosa ke dalam kedzaliman. Baik itu dzalim kepada diri sendiri, atau dzalim kepada orang lain. Adapun kedzaliman yang paling besar adalah kedzaliman dalam masalah tauhid, yaitu kedzaliman seorang hamba kepada Allah swt. Yang disebut dengan dosa itu adalah bersumber dari dua hal; meninggalkan perintah, atau mengerjakan larangan. Dan dari semua itu, perkara yang paling besar adalah yang berkaitan dengan iman dan tauhid. Perintah yang paling utama adalah tauhid, dan larangan yang paling besar adalah syirik.
Ya Allah, lindungilah kami dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu, sedangkan kami mengetahuinya. Dan ampunilah kami, terhadap suatu kesyirikan yang kami tidak mengetahuinya.
Label:
batak,
batam,
Burma,
Dunia Islam,
malaysia,
Muhammadiyah,
Myanmar,
palestina,
pendidikan,
Politik,
Rohingya,
singapore,
sosial,
tempat ibadah,
Thailand,
vietnam
Kamis, 30 April 2009
Pembentukan Pengurus Muhammadiyah Thailand
Sambutan Pimpinan Muhammadiyah Internasional
Dalam rangka pembentukan Pengurus Muhammadiyah Thailand
di Yala pada 01 May 2009
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.
Alhamdulillah wa sallamu ala Rasulihilkarim.
Memulakan cerama ini mari kita hadiahkan sebuah senyuman kepada saya dan saya begitu juga.
Saya ucapkan tahniah atas perhimpunan pembentukan Muhammadiyah Thailand hari ini.
Bapak - bapak dan saudara - saudara saya juga gembira menjadi rakan kongsi muslimin dan muslimat Thailand Darussalam ini, keberhasilan ikhwan dan akhwat cukup lumayan ketimbang minoritas dalam negara sendiri.
Orientasi Program Muhammadiyah Thailand ini harus lah mencapai program kerja keras, karena kita telah tertinggal begitu jauh di belakang aktivitas - aktivitas di Negara – Negara sebelah kita.
Garis-garis kasar program kerja :
1. PEMANTAPAN ORGANISASI.
2. AMAL USAHA YANG BERWAWASAN, VISI DAN MISI.
3. MANTAPKAN AKTIVITI DAKWAH NON MUSLIM.
Saya sarankan projek harian, Mingguan, Bulanan, & Tahunan
1. Projek Sungai Mekong
2. Satu Projek di utara untuk satu ampur
3. Bentuk Mentality Berdikari
4. Bentuk Rangkaian Muhajirin
Projek 10 tahun Muhammdiyah Internasional:
1. Setiap Negara sebuah Islamic center (Thailand, Miyanmar, Laos, Kambodia & Vietnam.
2. Pembentukan NGO Muhammadiyah di setiap Negara.
wassalam
ustaz Abdul Wahab
Pengetua Perhimpunan Muhammdiyah Internasional
Label:
Dunia Islam,
malaysia,
Muhammadiyah,
Myanmar,
Thailand
Rabu, 04 Februari 2009
Photo-Photo Peletakan Batu Pertama Ma'had Al-Birr Muhammadiyah di Batam
Ma'had ini direncakan selesai Juli 2009 dan akan menerima mahasiswa baru bulan September 2009, peletakan batu pertama di laksanakan oleh Drs Goodwill Zubair dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, hadir ustaz Abdul Hamid Lc dari perwakilan Al Birr sekarang AMCF (Asia Muslim Cherity Foundation)
Dari Batam DR Chablullah Wibisono pimpinan wilayah Muhammdiyah Kepri, Ir Imam Bachroni Pimpinan Daerah Batam, Imbalo Iman Sakti dari Muhammadiyah Internasional, dari wakil pemerintah setempat hadir Kadis Ekbang DR Syamsul Bachrum.
Ma'had ini kelak dapat menampung 200 orang mahasiswa ber asrama, Insyaallah seluruh biaya di tanggung oleh Ma'had.
Label:
Dunia Islam,
Indonesia,
Muhammadiyah,
sosial
Selasa, 27 Januari 2009
Pusat Dakwah Muhammadiyah Asean di Batam
Pusat Dakwah Muhammadiyah Asean, sejak di tubuhkan tahun 1996 nyaris tak ada kegiatan, di awal reformasi di Indonesia tokoh tokoh Muhammadiyah banyak yang berkiprah di politik, terakhir tahun 2004 di Pulau Pinang Malaysia di bentuk kepengurusan Muhammadiyah Asean, kala itu di tunjuk sebagai setia usaha dari Singapura adalah Jamal Tukimin, dari Indonesia Suparjan dan dari Malaysia Abdul Wahab.
Memudahkan koordinasi, sekretariat tetap di Indonesia yaitu di Batam. Pertemuan di Hotel Malaysia Pulau Pinang dari Pimpinan pusat hadir Rusydi Hamka, Godwill Zubair, dari Batam hadir Imam Bachroni, Suparjan, Suparjan saat itu adalah Ketua Pimpinan Daerah Muhammdiyah (PDM) Batam, sementara tuan rumah Malaysia puluhan peserta yang hadir, demikian pula beberapa orang utusan dari Thailand, seperti Nick Naseer dan Roosdi hadir di pertemuan itu.
Dua belas tahun sejak pertemuan itu tak pernah lagi ada pertemuan lanjutan, keberadaan Muhammadiyah Asean pernah di bicarakan saat Muktamar Muhammdiyah di Jakarta.
Tahun 2005 yang lalu ustaz Wahab dari Kulim Kedah Malaysia, mendapat mandat dari PP Muhammadiyah, membentuk Muhammadiyah Internasional dengan bidang garapan muslim minoritas terutama di negara-negara Asean.
Beberapa Negara sudah di kunjungi, seperti Laos, Vietnam, Kamboja, Thailand.
ustaz yang sudah sepuh ini terkesan bekerja sendiri.
Label:
batam,
Dunia Islam,
etika,
malaysia,
Muhammadiyah,
singapore,
Thailand,
vietnam
Sabtu, 10 Januari 2009
Din Bantah Muhammadiyah Kerjasama Dengan Israel.

Merebaknya pemberitaan tentang kerjasama Muhammadiyah dengan Israel, membuat Din Syamsudin angkat bicara. Dikatakan dalam Situs Resmi Muhammadiyah, “Berita itu tidak benar. Tidak ada MoU antara Muhammadiyah dengan Israel dan tidak ada bantuan Israel kepada Muhammadiyah” tutur Presiden Asian Conference of Religions for Peace (ACRP) ini.
Din Bantah Muhammadiyah Kerjasama Dengan Israel.
Din yang juga penerima Award sebagai Ambassador for Peace atas prakarsa perdamaian yang dilakukan mengatakan bahwa penyebaran berita itu oleh pihak-pihak tertentu sangat tendensius.
Pernyataan Din ini menanggapi berita yang merebak di dunia maya, diantaranya yang dikeluarkan oleh Eramuslim.com dengan judul Muhammadiyah Jalin Kerjasama dengan Israel, dan beberapa media online lainnya.
Eramuslim sendiri mengangkat berita itu dari islamonine.com "Situs Islamonline melaporkan, lembaga Rescue and Emergency yang berada dibawah naungan Muhammadiyah telah menandatangani kesepakatan kerjasama di bidang kesehatan dengan Magen David Adom (MDA) sebuah organisasi layanan kesehatan nasional Israel. Kerjasama itu senilai 200.000 dollar dan penandatanganannya dilakukan oleh delegasi Muhammadiyah di Tel Aviv, ibukota Israel pada bulan Oktober 2007."
Berikut ini adalah artikel yang diangkat oleh islamonline.com mengenai kerjasama muhammadiyah dengan israel:
Muhammadiyah divided on Israel ties
Israel Ties Divides Indonesians
Gaza's Scary Nights
Referensi:
Muhammadiyah.or.id - Din : Tidak Ada Kerjasama Muhammadiyah dengan Israel
Eramusli.Com - Muhammadiyah Jalin Kerja Sama Dengan Israel
Diposting oleh Muntoha Ihsan
Label:
Dunia Islam,
etika,
Indonesia,
Muhammadiyah,
Politik,
sosial
Senin, 05 Januari 2009
MYTH AND REALITY IN OCCUPIED PALESTINE (9/1/09, Friday)
You are invited to attend this special public forum:-
NOT JUST ANOTHER WAR
MYTH AND REALITY IN OCCUPIED PALESTINE
The death of hundreds of people in Gaza brought into limelight once again the happenings in the Occupied Territories . But the final solution to the conflict evades analysts and political observers particularly those working within the Western media whose portrayal of the issue has always been on this assumption: that it is a result of competing national aspirations of the Jews and Muslims for their own state. In order to understand any issue, a knowledge of its origin and background is vital. The Palestinian conflict has been given the utmost coverage, only to cover the truths and give recognition to the myths surrounding its very nature.
So what is the nature of the conflict? Who are the interested parties in the Palestinian question? What are the pitfalls of the countless solutions coming out from Arab and Western capitals? Why have the continued killings of Palestinians generated so much passion among the Arab masses but only statements of regret from their governments? How does it differ from other contemporary wars between nations?
This forum aims not only to dispel the myths and false premises which have together created a flood of analyses on the so-called 'Israel-Palestine' conflict, but also aims to give an overview, historical and current perspective, on the issue.
DATE (FRIDAY) 9 JANUARY 2009
TIME 8:00PM-10:00PM
VENUEBAR COUNCIL AUDITORIUM, BAR COUNCIL BUILDING , JALAN LEBUH PASAR, KUALA LUMPUR
Speakers: Dr Rosli Omar Hishamuddin Rais Dr Farish A Noor Professor Gurdial Singh Nijar
Jointly Organised By The Malaysian Bar&The Malaysian Social Research Institute (MSRI) Cakap-Rakyat Group
Who are the speakers?
Dr Rosli Omar - was trained for his Phd at Imperial College London and is now an Associate Professor at the Department of Electrical Engineering at the University of Malaya 's engineering faculty. His areas of research are mainly on Artifical intelligence, global warming and environment etc. Even though not formally trained politically he has always been interested in humanitarian issues, especially those concerning imperialism and oppression. Due to his deep understanding and extensive reading, he had regularly contributed in various discussions and debates among fellow academicians and youth circles on issues such as globalization, global warming and the middleast conflict.
Hishamuddin Rais - He is still best known for his stewardship of the student movement in the tumultuous 1973-4 demonstrations on subjects like American imperialism and Israeli expansionism, plus the more local concerns of Kedah peasants and Johore squatters – "Baling incident". Throughout his 20 years in self-imposed exile, he remained the Malaysian rebel with a series of adventures in Iraq , Palestine , India , Australia , Moscow , Belgium and finally England . Since his release from 2-year ISA detention during the reformasi era, Hisham is now busy writing, teaching and directing plays, films etc.
Dr. Farish Ahmad-Noor is a Senior Fellow at the Rajaratnam School of International Studies at Nanyang Technical University (NTU), Singapore where he is Director of Research for the Research Cluster on Transnational Religion in Southeast Asia . He is also guest affiliated Professor at both Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) and Sunan Kalijaga Islamic University, Jogjakarta . He is the author of 'Writings on the War on Terror' (2006), 'From Majapahit to Putrajaya' (2005) and 'Islam Embedded: The Historical Development of PAS' (2004).
Professor Gurdial Singh Nijar – (to be confirmed) obtained tertiary qualification in law in King College , London and the University of Malaya . He is Barrister-at- Law, Middle Temple and a registered Advocate and Solicitor in Victoria New South Wales, Australia . He specializes in professional proactive and his current research interest includes many aspects of biodiversity law. He is professor at the Law faculty and the director of the Centre for Biodiversity Law. He has represented Malaysia and the legal profession at numerous international forums and meetings. He has published several books covering civil trial advocacy, indigenous peoples knowledge systems and drafting for lawyers.
Together with the Malaysian Bar, the 2 other co-organisers are:-
The Malaysian Social Research Institute (MSRI), a non profit organisation was inaugurated on 27 November 1959. The purpose of the institute was to produce and publish world-class academic scholarship.
Currently, MSRI continues in its efforts of humanitarian support for the downtrodden, especially for the Palestinian refugees in Lebanon . With the help of caring Malaysians, MSRI's programmes will continue to make a difference in the lives of some of the most unfortunate people in the world.
Among its key objectives is to promote an understanding and appreciation of Muslim and other communities in various parts of the world in pursuance of humanitarian rights and to conscientise the public and mobilize support for people struggling for self-determination and/or suffer from war or other forms of dispossession. Website: www.msri.org. my
CAKAP RAKYAT GROUP - is created on 1 December 2008 by a group of young Malaysians whose main objectives are to organize live discussions, debates and public forums in order to deepen understanding of various issues affecting societies, both at global and local level. Their main target audience are the youths of Malaysia - to promote and strengthen the intellectual capacity of young activists in dealing with various human rights and social issues.
--
Warm regards,
Wong Chai Yi
Suaram Outreach and Events Coordinator
+603-77843525 / +6012-7771152
suaramfos@gmail. com
Ong Jing Cheng
Secretary of Administration
Malaysia Youth And Students Democratic Movement(DEMA)
012-7583779
jingcheng85@ yahoo.com
http://demamalaysia .wordpress. com
----- Forwarded Message ----
From: chaiyi wong
To: Demafriend; dema06@yahoogroups. com; dema98@yahoogroups. com; Y4C
Sent: Monday, January 5, 2009 10:58:39 AM
Subject: [y4c2006] Public Forum :MYTH AND REALITY IN OCCUPIED PALESTINE (9/1/09, Friday)
NOT JUST ANOTHER WAR
MYTH AND REALITY IN OCCUPIED PALESTINE
The death of hundreds of people in Gaza brought into limelight once again the happenings in the Occupied Territories . But the final solution to the conflict evades analysts and political observers particularly those working within the Western media whose portrayal of the issue has always been on this assumption: that it is a result of competing national aspirations of the Jews and Muslims for their own state. In order to understand any issue, a knowledge of its origin and background is vital. The Palestinian conflict has been given the utmost coverage, only to cover the truths and give recognition to the myths surrounding its very nature.
So what is the nature of the conflict? Who are the interested parties in the Palestinian question? What are the pitfalls of the countless solutions coming out from Arab and Western capitals? Why have the continued killings of Palestinians generated so much passion among the Arab masses but only statements of regret from their governments? How does it differ from other contemporary wars between nations?
This forum aims not only to dispel the myths and false premises which have together created a flood of analyses on the so-called 'Israel-Palestine' conflict, but also aims to give an overview, historical and current perspective, on the issue.
DATE (FRIDAY) 9 JANUARY 2009
TIME 8:00PM-10:00PM
VENUEBAR COUNCIL AUDITORIUM, BAR COUNCIL BUILDING , JALAN LEBUH PASAR, KUALA LUMPUR
Speakers: Dr Rosli Omar Hishamuddin Rais Dr Farish A Noor Professor Gurdial Singh Nijar
Jointly Organised By The Malaysian Bar&The Malaysian Social Research Institute (MSRI) Cakap-Rakyat Group
Who are the speakers?
Dr Rosli Omar - was trained for his Phd at Imperial College London and is now an Associate Professor at the Department of Electrical Engineering at the University of Malaya 's engineering faculty. His areas of research are mainly on Artifical intelligence, global warming and environment etc. Even though not formally trained politically he has always been interested in humanitarian issues, especially those concerning imperialism and oppression. Due to his deep understanding and extensive reading, he had regularly contributed in various discussions and debates among fellow academicians and youth circles on issues such as globalization, global warming and the middleast conflict.
Hishamuddin Rais - He is still best known for his stewardship of the student movement in the tumultuous 1973-4 demonstrations on subjects like American imperialism and Israeli expansionism, plus the more local concerns of Kedah peasants and Johore squatters – "Baling incident". Throughout his 20 years in self-imposed exile, he remained the Malaysian rebel with a series of adventures in Iraq , Palestine , India , Australia , Moscow , Belgium and finally England . Since his release from 2-year ISA detention during the reformasi era, Hisham is now busy writing, teaching and directing plays, films etc.
Dr. Farish Ahmad-Noor is a Senior Fellow at the Rajaratnam School of International Studies at Nanyang Technical University (NTU), Singapore where he is Director of Research for the Research Cluster on Transnational Religion in Southeast Asia . He is also guest affiliated Professor at both Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) and Sunan Kalijaga Islamic University, Jogjakarta . He is the author of 'Writings on the War on Terror' (2006), 'From Majapahit to Putrajaya' (2005) and 'Islam Embedded: The Historical Development of PAS' (2004).
Professor Gurdial Singh Nijar – (to be confirmed) obtained tertiary qualification in law in King College , London and the University of Malaya . He is Barrister-at- Law, Middle Temple and a registered Advocate and Solicitor in Victoria New South Wales, Australia . He specializes in professional proactive and his current research interest includes many aspects of biodiversity law. He is professor at the Law faculty and the director of the Centre for Biodiversity Law. He has represented Malaysia and the legal profession at numerous international forums and meetings. He has published several books covering civil trial advocacy, indigenous peoples knowledge systems and drafting for lawyers.
Together with the Malaysian Bar, the 2 other co-organisers are:-
The Malaysian Social Research Institute (MSRI), a non profit organisation was inaugurated on 27 November 1959. The purpose of the institute was to produce and publish world-class academic scholarship.
Currently, MSRI continues in its efforts of humanitarian support for the downtrodden, especially for the Palestinian refugees in Lebanon . With the help of caring Malaysians, MSRI's programmes will continue to make a difference in the lives of some of the most unfortunate people in the world.
Among its key objectives is to promote an understanding and appreciation of Muslim and other communities in various parts of the world in pursuance of humanitarian rights and to conscientise the public and mobilize support for people struggling for self-determination and/or suffer from war or other forms of dispossession. Website: www.msri.org. my
CAKAP RAKYAT GROUP - is created on 1 December 2008 by a group of young Malaysians whose main objectives are to organize live discussions, debates and public forums in order to deepen understanding of various issues affecting societies, both at global and local level. Their main target audience are the youths of Malaysia - to promote and strengthen the intellectual capacity of young activists in dealing with various human rights and social issues.
--
Warm regards,
Wong Chai Yi
Suaram Outreach and Events Coordinator
+603-77843525 / +6012-7771152
suaramfos@gmail. com
Ong Jing Cheng
Secretary of Administration
Malaysia Youth And Students Democratic Movement(DEMA)
012-7583779
jingcheng85@ yahoo.com
http://demamalaysia .wordpress. com
----- Forwarded Message ----
From: chaiyi wong
To: Demafriend
Sent: Monday, January 5, 2009 10:58:39 AM
Subject: [y4c2006] Public Forum :MYTH AND REALITY IN OCCUPIED PALESTINE (9/1/09, Friday)
Label:
Burma,
Dunia Islam,
malaysia,
Muhammadiyah,
palestina,
singapore,
Thailand,
vietnam
Minggu, 04 Januari 2009
PETITION - GAZA: STOP THE BLOODSHED
Forward.
Petition to the UN Security Council, the European Union, the Arab League and the USA:
We urge you to act immediately to ensure a comprehensive ceasefire in the Gaza Strip, to protect civilians on all sides, and to address the growing humanitarian crisis. Only through robust international action and oversight can the bloodshed be stopped, the Gaza crossings safely re-opened and real progress made toward a wider peace in 2009.
http://www.avaaz. org/en/gaza_ time_for_ peace/?cl= 164343675&v=2624
Ong Jing Cheng
Secretary of Administration
Malaysia Youth And Students Democratic Movement(DEMA)
012-7583779
jingcheng85@ yahoo.com
http://demamalaysia .wordpress. com
Petition to the UN Security Council, the European Union, the Arab League and the USA:
We urge you to act immediately to ensure a comprehensive ceasefire in the Gaza Strip, to protect civilians on all sides, and to address the growing humanitarian crisis. Only through robust international action and oversight can the bloodshed be stopped, the Gaza crossings safely re-opened and real progress made toward a wider peace in 2009.
http://www.avaaz. org/en/gaza_ time_for_ peace/?cl= 164343675&v=2624
Ong Jing Cheng
Secretary of Administration
Malaysia Youth And Students Democratic Movement(DEMA)
012-7583779
jingcheng85@ yahoo.com
http://demamalaysia .wordpress. com
Label:
Dunia Islam,
malaysia,
Muhammadiyah,
palestina,
singapore,
sosial,
Thailand,
vietnam
Candle light vigil in solidarity with the People of Palestine - Stop Israel's Terror in Gaza
Dear friends,
Israel continues to commit mass murder of Palestinian people by launching
massive assault on Gaza. We must condemn the Israel for the slaugther and
express our solidarity with the people of Palestine.
We are calling to hold a *candle light vigil on 11 January 2009 (Saturday)
at Georgetown*, Penang. There will be candle light vigils in other palces in
Malaysia, e.g. Perak, Selangor and Johor.
There will a *planning meeting* coming Tuesday:
*Date: 6 January 2009 (Tue)*
*Time: 8 pm*
*Venue: Suaram Penang Office* (63B-01-07, University Heights, Jalan Sungai
Dua. Located at shophouses oppossite USM Sungai Dua Gate)
For enquiries, please contact Chon Kai 019-5669518 or Kris 016-3337678
All are welcome!
*Stop the massacre! Hands off Gaza! Free Palestine!*
--
International Bureau
Socialist Party of Malaysia / Parti Sosialis Malaysia (PSM)
Address:
No.22A, Lorong Vivekananda, 50470 Brickfields, Kuala Lumpur, MALAYSIA.
Tel: +60-3-22747791, (mobile) +60-19-5669518
Fax: +60-3-87374772
email: (headquarters) psmhq@tm.net. my
(international bureau) int.psm@gmail. com
visit our website at:
http://parti- sosialis. org/
Ong Jing Cheng
Secretary of Administration
Malaysia Youth And Students Democratic Movement(DEMA)
012-7583779
jingcheng85@ yahoo.com
http://demamalaysia .wordpress. com
- Forwarded Message ----
From: International Bureau PSM
To: gmi_penang@yahoogro ups.com; pkpt-committee; pg-hr-link@yahoogro ups.com
Sent: Sunday, January 4, 2009 8:46:23 PM
Subject: [pg-hr-link] Candle light vigil in solidarity with the People of Palestine - Stop Israel's Terror in Gaza
Israel continues to commit mass murder of Palestinian people by launching
massive assault on Gaza. We must condemn the Israel for the slaugther and
express our solidarity with the people of Palestine.
We are calling to hold a *candle light vigil on 11 January 2009 (Saturday)
at Georgetown*, Penang. There will be candle light vigils in other palces in
Malaysia, e.g. Perak, Selangor and Johor.
There will a *planning meeting* coming Tuesday:
*Date: 6 January 2009 (Tue)*
*Time: 8 pm*
*Venue: Suaram Penang Office* (63B-01-07, University Heights, Jalan Sungai
Dua. Located at shophouses oppossite USM Sungai Dua Gate)
For enquiries, please contact Chon Kai 019-5669518 or Kris 016-3337678
All are welcome!
*Stop the massacre! Hands off Gaza! Free Palestine!*
--
International Bureau
Socialist Party of Malaysia / Parti Sosialis Malaysia (PSM)
Address:
No.22A, Lorong Vivekananda, 50470 Brickfields, Kuala Lumpur, MALAYSIA.
Tel: +60-3-22747791, (mobile) +60-19-5669518
Fax: +60-3-87374772
email: (headquarters) psmhq@tm.net. my
(international bureau) int.psm@gmail. com
visit our website at:
http://parti- sosialis. org/
Ong Jing Cheng
Secretary of Administration
Malaysia Youth And Students Democratic Movement(DEMA)
012-7583779
jingcheng85@ yahoo.com
http://demamalaysia .wordpress. com
- Forwarded Message ----
From: International Bureau PSM
To: gmi_penang@yahoogro ups.com; pkpt-committee
Sent: Sunday, January 4, 2009 8:46:23 PM
Subject: [pg-hr-link] Candle light vigil in solidarity with the People of Palestine - Stop Israel's Terror in Gaza
Label:
Dunia Islam,
malaysia,
Muhammadiyah,
palestina,
singapore,
Thailand,
vietnam
Kamis, 01 Januari 2009
Pak Din Bukan Din Syamsudin

Pak Din yang ini adalah ketua suku orang sampan atau orang laut, pak Din tinggal di Pulau Air Mas, dari Telaga Punggur Batam ke Pulau Air Mas ditempuh sekitar 15 menit dengan speed boat, Pulau Air Mas masih dikelurahan Ngenang Kecamatan Nongsa masuk dalam pemerintahan Kota Batam.
Menurut data statistik Pulau Ngenang dihuni 177 KK, persis di depan pulau Ngenang ada satu pulau Dapur Arang namanya terkadang disebut pulau Selat Arang kata Johannes RT disitu, jarak pulau Ngenang dengan pulau Dapur Arang kurang lebih 100 meter yang hanya dipisahkan selat, mungkin itu jadi disebut pulau Selat arang.
Di pulau Selat arang inilah ada 8 KK orang sampan atau suku laut yang telah memeluk agama Islam, seorang putri pak Din tinggal di Pulau Selat Arang ini, tidak beragama Islam sebagaimana pak Din.
Di Pulau Kubung pula ada 6 KK orang sampan yang memeluk Islam, di pulau Todak ada 3 KK sedangkan di pulau Raja juga 3 KK, sementara di Pulau Air Mas tempat tinggal pak Din tinggal 8 KK lagi yang memeluk Islam.
Dua dari putri pak Din tak sekeyakinan dengan pak Din karena mengikuti agama suaminya. Seorang putri pak Din yang bernama Poni menerima kami di pulau Air Mas, saat itu hari dah mendekati Ashar tanggal 16 April 2008, putri pak Din yang bernama Poni ini seagama dengan pak Din yaitu agama Islam, Poni menceritakan kerunsingan hatinya tentang kelanjutan sekolah adiknya yang kini duduk di kelas 6 SD, Dia tak mau adiknya sebagaimana anak - anak Pulau Kubung disekolahkan oleh orang Korea di Batam, tak lagi belajar agama.
Pulau Kubung tak jauh dari Pulau Air Mas , sekitar 15 menit dari Ngenang, disana ada sekolah SD kelas jauh , ada ditempatkan guru oleh Dinas Pendidikan Batam, Ibu br Sinaga namanya asal dari Sumatera Utara dah bersuamikan orang pulau Kubung.
Sekolah di Pulau Kubung persis berdiri dan bersebelahan dinding dengan Gereja yang cukup besar untuk ukuran pulau Kubung. Menurut Dormat, dah lama tak pernah ada orang dari Depag atau dari manapun ke pulau itu, mereka terasa seperti terbiar. Islam yang dikuasai mereka setakat pengucapan Syahadat saja. Sementara godaan datang bertubi-tubi dari tetangga sebelah.
Saat hal ini kami konfirmasikan kepada Kakandepag Batam Drs H Kudri Syam 17 April 2008, Kudri membenarkan , dulu ada ditempatkan Dai di situ oleh BAZ Batam tetapi belakangan di tangani oleh sebuah yayasan Alkharomah namanya , Alkharoma hengkang tak memberi kabar kepada BAZ apalagi ke Depag jawab Kudri.
“Besok Jumat (18/04) selepas sholat , pak Zul (ketua BAZ Batam) dan KUA Nongsa akan berkunjung kesana ” kata Kudri, terimakasih informasinya kata Kudri lagi kepada YLKM, melalu telpon menghubungi YLKM Batam
“Apa urusan BAZ datang kesana pak” tanya Yopi dari Sijori Mandiri. BAZ itu adalah Badan Amil Zakat , lembaga yang menghimpun dana dari masyarakat muslim se Batam ini, harusnya tahu kondisi aghniya, fakir, miskin di sekitaran Batam, mereka para pengurus itu bertanggungjawab dalam hal menerima dan menyalurkan kepada yang benar-benar berhak menerimanya. Tanggungjawab itu dunia dan akhirat, jelas YLKM sok tahu kepada wartawan Harian Sijori Mandiri yang kebetulan menyambangi kantor YLKM di Bengkong dan mendengar pembicaraan telpon YLKM dengan Kakandepag Batam Drs Kudri Syam.
Label:
Dunia Islam,
Muhammadiyah,
sosial
Suku Laut Datang Mengadu ke Muhammadiyah
Suku Laut, di Batam mereka disebut orang sampan, di seputaran Pulau Rupat orang sampan ini dipanggil suku akik. Di pulau pulau sekitaran Batam banyak mereka bermastautin.
Hari minggu 6 April 2008 pak Din ketua suku laut yang bermastautin di pulau Air Mas datang berkunjung ke Pusat Dakwah Muhammadiyah di Tembesi Batu Aji Batam, bersama pak Din demikian pria sekitar 60 tahunan ini biasa dipanggil ada dua orang lagi pria masih kerabat pak Din, dan empat orang wanita paroh baya.
Apa gerangan keperluan pak Din datang ke Pusat Dakwah Muhammadiyah itu? Wajah pak Din terlihat gunda, apa agaknya yang merisauhkan hati pak Din, Pak Din yang telah 20 tahun tak lagi tinggal di sampan-sampan, selama ini hidup tenang dengan anak beranak dan saudara mara mereka di darat, di Pulau Air Mas, tetapi belakangan ini pak Din selalu di sindir-sindir oleh tetangga sebelah rumahnya, yang tak lain masih kerabat dan sanak saudaranya, dulu mereka kerabat dan satu keyakinan, tapi sekarang dah beda.
Pak Din masih beragama Islam, kerabat pak Din yang suka menyindir-nyindir itu sejak tahun 2001 silam telah berganti keyakinan tak lagi memeluk agama Islam, “Mereka dibuatkan rumah oleh orang Korea dan pelantar itu” jelas Poni putri pak Din yang telah berkeluarga dan berjualan kecil-kecilan di rumahnya , bersebelahan dengan rumah yang dibangun oleh orang Korea.
Meskipun pak Din ketua Suku Laut diseputaran pulau - pulau Kelurahan Ngenang, yang masih dalam kecamatan Nongsa kota Batam itu, entah kenapa warganya dah tak lagi hormat kepada pak Din. Bila pak Din lalu di pelantar yang dibuat oleh Korea itu selalu ada saja suara-suara sumbang. “Ini bukan untuk lalu orang Islam” celetuk mereka dari balik dinding. Dinding rumah disitu dengan pelantar tak berjarak, jadi terdengarlah apa yang diucapkan dibalik dinding.
Di Pulau Air Mas ditempat kediaman pak Din ada dua pelantar, pelantar satunya sudah tak layak dilalui lagi karena dah goyang dan lapuk, pelantar yang rusak ni menuju jalan ke Mushalla yang terdapat di Pulau Air Mas dan juga jalan menuju kerumah pak Din.
Itulah sebab sejak pelantar pak Din rusak pelantar bikinan dan sumbangan orang Korea menjadi tempat laluan pak Din dan kerabat pak Din Lainnya begitupun dengan orang-orang dari pulau lain yang nak datang ke Mushalla yang memang hanya terdapat di Pulau Air Mas.
Saat kami berkunjung ke Pulau Air Mas Rabu 16 April 2008 yang baru lalu, ada juga kami mendengar komentar dari warga sebelah dinding mengingatkan bahwa pelantar Korea tuh pun dah mulai bergoyang, dah tak kuat lagi dan memang saat kami lalui pelantar tu bergoyang-goyang.
Siapa agaknya yang tergerak nak memperbaiki pelantar pak Din tu ya?, pak Din betul-betul malu bila nak lalu di pelantar yang dibina oleh orang Korea tu, karena disamping pelantar tu ada rumah ibadah agama lain.
Kami tak sebut pemko Batam, dah bebuih mulut pak Din melaporkan tentang pelantar tu. Hanya saja pak Din nak tunggu janji DR Hablullah Wibisono boleh tak dia merealisasikan janjinya kepada pak Din saat di Muhammadiyah, “Iya iya saya kebetulan dapil Nongsa, nanti akan kami bicarakan di dewan” ujar Hablullah saat itu.
Dibawah ini utipan tulisan dari wikipedia tentang suku laut :
Suku Laut atau sering juga disebut Orang Laut adalah suku bangsa yang menghuni Kepulauan Riau, Indonesia. Secara lebih luas istilah Orang Laut mencakup “berbagai suku dan kelompok yang bermukim di pulau-pulau dan muara sungai di Kepulauan Riau-Lingga, Pulau Tujuh, Kepulauan Batam, dan pesisir dan pulau-pulau di lepas pantai Sumatera Timur dan Semenanjung Malaya bagian selatan.”
Sebutan lain buat Orang Laut adalah Lanun (sekarang berarti perompak, bajak laut) atau Orang Selat.
Bahasa Orang Laut memiliki kemiripan dengan Bahasa Melayu. Saat ini mereka umumnya bekerja sebagai nelayan. Seperti suku Bajau Orang Laut terkadang dijuluki sebagai “kelana laut”, karena mereka hidup berpindah-pindah di atas perahu.
Secara historis, Orang Laut dulunya adalah perompak, namun berperan penting dalam Kerajaan Sriwijaya, Kesultanan Malaka dan Kesultanan Johor. Mereka menjaga selat-selat, mengusir bajak laut, memandu para pedagang ke pelabuhan Kerajaan-kerajaan tersebut, dan mempertahankan hegemoni mereka di daerah tersebut.
Sejarah
Pada zaman kejayaan Malaka, Orang Laut merupakan pendukung penting kerajaan maritim tersebut. Sewaktu Malaka jatuh mereka meneruskan kesetiaan mereka kepada keturunan sultan Malaka yang kemudian mendirikan Kesultanan Johor. Saat Belanda bermaksud menyerang Johor yang mulai bangkit menyaingi Malaka–yang pada abad ke-17 direbut Belanda atas –Sultan Johor mengancam untuk memerintahkan Orang Laut untuk menghentikan perlindungan Orang Laut pada kapal-kapal Belanda.
Pada 1699 Sultan Mahmud Syah, keturunan terakhir wangsa Malaka-Johor, terbunuh. Orang Laut menolak mengakui wangsa Bendahara yang naik tahta sebagai sultan Johor yang baru, karena keluarga Bendahara dicurigai terlibat dalam pembunuhan tersebut. Ketika pada 1718 Raja Kecil, seorang petualang Minangkabau mengklaim hak atas tahta Johor, Orang Laut memberi dukungannya. Namun dengan dukungan prajurit-prajurit Bugis Sultan Sulaiman Syah dari wangsa Bendahara berhasil merebut kembali tahta Johor. Dengan bantuan orang-orang Laut (orang suku Bentan dan orang Suku Bulang) membantu Raja Kecil mendirikan Kesultanan Siak, setelah terusir dari Johor.
Pada abad ke-18 peranan Orang Laut sebagai penjaga Selat Malaka untuk Kesultanan Johor-Riau pelan-pelan digantikan oleh suku Bugis.
Sejarah Silam Orang Laut
Zaman Kerajaan Srivijaya
Suatu ketika dahulu, Orang Laut digelar sebagai Orang Lanun atau Orang Selat kerana sebelum mereka menumpukan kesetiaan terhadap Kerajaan Srivijaya, mereka pada asalnya adalah sekumpulan lanun yang menguasai sekitar perairan Selat Melaka.
Orang Laut memainkan peranan penting dalam pemerintahan Kerajaan Srivijaya, Kesultanan Melaka dan Kesultanan Johor-Riau. Hubungan rapat di antara Orang Laut dengan ketiga-tiga buah keluarga diraja tersebut telah pun terjalin sejak di awal zaman kerajaan Srivijaya lagi.
Orang Laut juga dikenali sebagai golongan yang sangat setia kepada keluarga diraja Srivijaya. Malah selepas kejatuhan Srivijaya pada tahun 1025, Orang Laut masih meneruskan kesetiaan mereka terhadap Parameswara iaitu putera raja Srivijaya (Palembang) yang terakhir.
Zaman Kesultanan Melaka
Selepas Kerajaan Srivijaya musnah akibat serangan Raja Rajendra Chola I dari India, Parameswara bersama para pengikutnya termasuk Orang Laut mendirikan Kesultanan Melaka di Semenanjung Tanah Melayu. Ketika Melaka mencapai zaman kegemilangannya, Orang Laut merupakan pendukung utama kepada kerajaan maritim tersebut.
Setelah kejatuhan Kesultanan Melaka akibat serangan penjajah Portugis, Orang Laut masih tetap meneruskan kesetiaan mereka terhadap Sultan Melaka yang terakhir iaitu Sultan Mahmud Shah. Mereka telah membantu sultan tersebut mendirikan Kesultanan Johor-Riau di selatan Semenanjung Tanah Melayu.
Zaman Kesultanan Johor-Riau
Setelah Kesultanan Melaka musnah akibat serangan penjajah Portugis, Sultan Melaka yang terakhir iaitu Sultan Mahmud Shah bersama para pengikutnya termasuk Orang Laut mendirikan Kesultanan Johor-Riau dengan ibu kotanya berpusat di Pulau Bentan. Tidak berapa lama kemudian, tentera Belanda telah berjaya merampas negeri Melaka dari tangan penjajah Portugis.
Setelah Melaka berjaya ditawan, pihak Belanda berniat untuk menyerang Kesultanan Johor-Riau yang mulai bangkit dan menyaingi Melaka sebagai pusat perdagangan utama di rantau ini. Maka Sultan Johor mengambil tindakan dengan mengancam pihak Belanda untuk memerintahkan Orang Laut supaya berhenti memberikan perlindungan ke atas kapal-kapal Belanda.
Pada tahun 1699, waris terakhir Wangsa Srivijaya - Melaka - Johor-Riau iaitu Sultan Mahmud Syah II telah mangkat setelah dibunuh oleh Laksamana Bentan yang bernama Megat Seri Rama. Memandangkan baginda masih belum berkahwin dan tidak memiliki sebarang zuriat, maka Bendahara Johor iaitu Tun Abdul Jalil telah melantik dirinya sendiri sebagai Sultan Johor-Riau yang baru dengan gelaran Sultan Abdul Jalil IV. Walau bagaimanapun, perlantikan Bendahara Tun Abdul Jalil sebagai Sultan Johor-Riau tidak diakui oleh Orang Laut. Mereka mengesyaki keluarga Bendahara Johor turut terlibat di dalam pembunuhan tersebut.
Pada tahun 1718, seorang petualang dari Minangkabau bernama Raja Kecil telah menuntut hak ke atas takhta kerajaan Johor-Riau dengan mengakui dirinya sebagai waris Sultan Mahmud Shah II yang sah. Orang Laut dan para pembesar Johor memberikan sokongan kepada Raja Kecil dengan membantunya merampas kuasa dari Sultan Abdul Jalil IV. Setelah berjaya merampas kuasa, Raja Kecil melantik dirinya sendiri sebagai Sultan Johor-Riau yang ke-12 dengan gelaran Sultan Abdul Jalil Rahmat Shah.
Namun begitu, dengan sokongan dan bantuan dari lima putera Bugis bersaudara - Daeng Perani, Daeng Menambun, Daeng Merewah, Daeng Chelak and Daeng Kemasi - putera kepada Sultan Abdul Jalil IV iaitu Raja Sulaiman telah berjaya merampas kembali takhta kerajaan Johor-Riau. Raja Sulaiman telah dinobatkan sebagai Sultan Johor-Riau yang ke-13 dengan gelaran Sultan Sulaiman Badrul Alam Shah. Raja Kecil pula akhirnya telah diusir keluar dari wilayah Johor-Riau.
Setelah diusir, Raja Kecil telah mendirikan Kesultanan Siak Sri Inderapura di Sumatera dengan bantuan Orang Laut dari suku Bentan dan suku Bulang. Pada abad ke-18, peranan Orang Laut sebagai penjaga keamanan di Selat Malaka untuk Kesultanan Johor-Riau telah mula digantikan oleh orang-orang Bugis secara perlahan-lahan.
Tugas dan Peranan Orang Laut
Tugas umum Orang Laut ialah mengawal kawasan sempadan laut, mengusir lanun-lanun, memimpin para pedagang ke pelabuhan yang ingin mereka tujui dan mengekalkan kekuasaan pelabuhan-pelabuhan tersebut di dalam kawasannya.
Walau bagaimanapun, setiap suku dari kaum Orang Laut telah diberi peranan khas masing-masing oleh Kerajaan Srivijaya, Kesultanan Melaka dan Kesultanan Johor-Riau agar pemerintahan kerajaan berjalan dengan lebih lancar.
Antara tugas-tugas khas yang dilakukan oleh setiap suku dari kaum Orang Laut ialah menjadi tentera kerajaan, tukang-tukang kayu, tukang-tukang senjata, pengayuh kapal-kapal perang, penjaga anjing-anjing perburuan dan pembawa surat-surat raja ke negara-negara jiran.
Suku-Suku Orang Laut
Istilah Orang Laut secara umumnya merangkumi pelbagai jenis kelompok suku pribumi di selatan Semenanjung Malaysia, Singapura dan timur Pulau Sumatera, Indonesia. Jumlah sebenar suku-suku yang tergolong di dalam kaum Orang Laut tidak diketahui kerana tiada catatan sejarah lengkap mengenainya.
Kebanyakan suku-suku Orang Laut yang pernah wujud suatu ketika dahulu kini tidak lagi wujud pada zaman sekarang. Golongan ini telah memeluk agama Islam dan berasimilasi dengan masyarakat Melayu melalui perkahwinan. Situasi ini boleh dilihat di Singapura dimana masyarakat Orang Laut di pulau tersebut telah ‘lenyap’ akibat proses asimilasi dengan orang Melayu.
Walau bagaimanapun, masih terdapat segelintir suku-suku Orang Laut yang kekal wujud hingga ke hari ini. Saki-baki kumpulan Orang Laut ini boleh ditemui di Malaysia, Indonesia dan Thailand. Golongan ini berjaya mengekalkan kewujudan suku masing-masing kerana kurang berhubung dengan masyarakat luar.
Label:
Dunia Islam,
Muhammadiyah,
sosial
Kamis, 18 Desember 2008
Muslim di Pattani (Thailand Selatan) dan Kiprah Muhammadiyah

Rindu rasanya ingin bertemu saudara sesama muslim di Pattani terutama (Tahiland sana), tahun ini 1429 H aku tak dapat ikut dengan mereka yang berangkat ke Thailand Utara, 14 orang dengan dua kenderaan, teringat makan Tomyan dimasak sendiri, tidur di beranda masjid, berjalan kaki ke bukit-bukit.
Tahun lalu 2007 M/ 1428 H karena capek sekali dan mengingat waktu itu ada pemilihan umum di Thailand (Pemilu Perdana Menteri), sebagian anggota rombongan pulang ke tempat masing-masing melalui udara, dari bandara Chiang Rai tidak ada penerbangan langsung ke Kuala Lumpur, harus via Suvarnabhumi Bangkok, dari Bangkok baru ke LCCT Kuala Lumpur sementara aku sendiri yang orang Indonesia dari Bangkok langsung ke Changi Singapura, tak terlalu mahal kalau pesan dengan Air Asia jauh jauh hari.
Ustaz Yusuf dapat musibah di Sadao, Sadao adalah salah satu kota perbatasan dengan Malaysia, melalui Bukit Kayu Hitam , Sadao lah kota pertama kita masuki masih dalam provinsi Yala, daerah kantong muslim yang sekarang bergolak minta merdeka.

Yala, Pattani, Naratiwat, mayoritas penduduk melayu muslim, sebagian mereka tak mau disebut orang thai, karena thai adalah siam. Di Songkla pun banyak melayu muslim bermukim begitu juga di Pukhet, melayu muslim di Phuket banyak berjualan dan trasi dari phuket yang dibuat oleh melayu muslim disana cukup terkenal.
Baru-Baru ini saat Syawal 1429 H aku bertemu dengan puluhan melayu muslim asal Phuket di Pudu Raya Kuala Lumpur, mereka akan ziara ke Bandung ke psantern Darul Tauhid milik AA Gym.
Saat Perdana Menteri Thailand Samak yang hanya menjabat beberapa bulan berkuasa, menggantikan Perdana Menteri Thaksin yang diturunkan, Muhammadiyah Internasional mendapat belasan hektar tanah di daerah Pattani untuk di jadikan sekolah, aku ikut hadir melihat lokasi rencana sekolah itu, hampir 6 bulan telah berlalu tak ada kabar dari Pimpinan Muhammadiyah Pusat secara resmi mengenai status tanah itu. Menurut ustaz Wahab yang baru-baru ini bertemu dengan PP Pusat pak Din Syamsudin tanah dan pengelolaannya diserahkan ke pada Muhammadiyah di Thailand saja.
Pasti pak Din tahu kondisi umat Islam di Thailand baik dari segi ekonomi dan sumber daya manusianya, Adanya alokasi lahan untuk pendirian sekolah itupun hasil pembicaraan antara pak Din dengan PM Samak yang meminta konsep bagaimana Islam di Indonesia dan pak Din pun tahu betul ustaz Yusuf lah satu-satunya orang yang masih bertahan dan masih berani menyebut orang Muhammadiyah di seluruh Thailand. Hal ini sering ustaz Yusuf utarakan sambil bergurau.
Ustaz yusuf yang sudah rapuh itu dan baru-baru ini kena musibah tabrakan di Sadao tak lah mungkin dapat mewujudkan adanya sekolah Islam di sana.
Disamping memang keadaan politik yang tidak kondusif dan tidak berpihak kepada muslim mayoritas yang ada di Thailand Selatan.
Pak Din sekarang di gadang-gadang menjadi calon Presiden RI, dan mungkin sibuk sekali dengan aktifitas beliau yang lain, tapi harapan kami ada perhatian khusus dari PP Muhammaadiyah, mengenai umat muslim di Thailand Selatan.
Label:
Dunia Islam,
malaysia,
Muhammadiyah,
singapore,
sosial,
Thailand
Qurban Muhammadiyah Internasional di beberapa Negara Asia Tenggara
Tahun ini 1429 H Muhammadiyah Internasional yang di trajui oleh ustaz Abdul Wahab dari Kulim Kedah Malaysia, sebagaimana tahun lalu 1428 H melaksanakan qurban dibeberapa negara di kawasan Asia Tenggara.
"Suhu tahun ini lebih sejuk dari tahun lalu pak" tulis Muhammad Faiz dalam emailnya kepadaku, setahuku tahun lalu Desember 2007 saat di Phayao salah satu provinsi di Utara Thailand suhu waktu itu mencapai 10 derajat celsius.
Dengan dua kenderaan sebuah mini bus dan satu pick up 14 anggota dan simpatisan Muhammadiyah Internasional mengharungi ribuan kilo meter jarak yang di tempuh mulai tanggal 03 Desember hingga 14 Desember 2008, aku ingat tahun lalu perjalanan safari ini sungguh menyenangkan, meskipun terkadang tidur di beranda masjid dan makan sekadarnya, makanan jadi terasa nikmat karena dimasak langsung dan masih hangat apalagi sang juru masak yang orang Thailand.
"Baba Jie tak dapat ikut, ustaz Yusuf kena musibah terjatuh dari kenderaan di Sadao" tulis Faiz lagi dalam emailnya. Baba panggilan untuk ustaz di Thailand, Baba Jie keturunan China ini pasih beberapa bahasa dan cukup aktif berdakwah, tahun lalu (1428H) beliau yang menjadi khatib shalat Idul Adha.
"Tahun ini yang menjadi khatib ustaz Hasan" kata Faiz lagi, Ustaz Hasan ustaz muda yang energik, isterinya adalah penduduk pribumi di Phayao, hampir seluruh pelosok Thailand utara dikuasainya dimana tempat-tempat minoritas muslim yang bermukim.
Bukan di Tahiland saja, ke Laos, Kamboja, Vietnam dan Myanmar pun beliau tahu.
Dengan speda motor bebeknya dia kunjungi semua daerah itu untuk berdakwah, sewaktu aku mengunjungi Vientiane ibukota Laos di Masjid Pakistan orang disana pun mengenal beliau, tak berapa orang lagi yang tinggal hidup seperti ustaz Hasan di Thailand, ada beberapa rekan dan karibnya hilang dan ada yang terbunuh dan sebagian dianggap teroris oleh pemerintah yang berkuasa, sehinggah tak dapat tinggal menetap di Thailand, banyak yang bermastautin di Malaysia.
Label:
Dunia Islam,
malaysia,
Muhammadiyah,
singapore,
Thailand,
vietnam
Kamis, 30 Oktober 2008
Kunjungan Muhammadiyah Internasional Ke Jogjakarta



Sejak tanggal 21 hingga 28 Oktober 2008 yang baru lalu, Muhammadiyah Internasional yang di Kordinir oleh Ustaz Abdul Wahab dari Malaysia mengadakan kunjungan ke Jogjakarta.
Rombongan di terima oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Din Syamsudin, beserta pengurus yang lain. Banyak yang dibicarakan dalam pertemuan itu, antara lain tentang pendirian sekolah Muhammadiyah di Pattani.
Ustaz Wahab, pria 65 tahun dari Kulim Kedah Malaysia ini tahun lalu tak dapat bepergian ke luar negeranya karena di cekal oleh pemerintahan Malaysia, aktifis dakwah yang terkenal di Asia Tenggara ini merasa sungguh sedih tak dapat menghadiri Muktamar Muhammadiyah di Malang, "Terakhir ke Indonesia saat ada Tsunami" ujar ustaz Wahab mengenang , saat itu ia menjadi sukarelawan.
"Apa saja pembicaraan dengan pak Din?" tanyaku kepada ustaz Wahab, "Insyaallah bulan April 2009 akan ada pertemuan Muhammdiyah Internasional dalam rangka pembekalan tentang ke- Muhammadiyaan, di Jogjakarta" jelas ustaz Wahab, sembari menambahkan bahwa , dari Myanmar di harapkan bisa datang 10 orang, karena Myanmar yang agak susah mengirim orang ke luar negeri terkait dengan pemerintahan Junta, dari Vietnam cukup banyak warga Muhammadiyah disana baik di Saigon maupun di Hanoi, begitu pun di Pnom Phen Kamboja (Cambodia), Laos, dan Patani, dan Malaysia sendiri serta Singapura.
Muhammadiyah pun tahun ini akan melaksanakan qurban di Chiang Rai sebagaimana tahun lalu di pusatkan disana, Chiang Rai Thailand Utara daerah perbatasan dengan Myanmar (Burma) banyak pengungsi muslim dari negara Junta itu yang menetap disana.
Label:
malaysia,
Muhammadiyah,
singapore,
sosial
Sabtu, 25 Oktober 2008
The Messiah (Iranian film) Jesus versi Islam
The Messiah (Iranian film) - Trailer 1
The Messiah (Iranian film) - Trailer 2
The Messiah (Iranian film) - Trailer 2
Label:
Film,
Muhammadiyah,
singapore,
sosial,
Thailand
Jumat, 24 Oktober 2008
4 Tahun Peristiwa Berdarah Takbai Thailand Selatan




Hari ini 25 Oktober 2008 genap 4 tahun tragedi berdarah TABAl atau yang lebih di kenal TAKBAI, empat tahun yang lalu bertepatan dengan bulan Ramadhan, beratus-ratus rakyat melayu Pattani yang muslim yang sedang melaksanakan puasa itu di tembak dan diburu seperti ikan buruan , karena ratusaan yang mencebur ke sungai menyelamatkan diri ditembaki tentara Thailand.
Sebagian mereka mati tertumpuk di dalam truk-truk tentara Thailand, kita cukup prihatin dengan pristiwa itu. Empat tahun berlalu belum jelas siapa yang bertangung jawab dalam tragedi ini, sudah tiga kali pemerintahan beganti.
tulisan dibawah ini kami muat dari patanikini.wordpress.com
Peristiwa yang menyayat hati ini telah didahului enam bulan sebelum nya satu lagi peristiwa sedih yaitu pembunuhan beramai-ramai yang kejam di dalam masjid kerisek pemuda-pemuda yang tidak bersalah.
Dikedua-kedua peristiwa ini ada persamaan , yaitu tentera Thai bertindak dengan niat untuk membunuh kesemua orang-orang melayu yang hadhir ditempat peristiwa itu.Strateji yang terancang ini adalah sebahagian dari kempen ‘etnik cleansing ‘Penjajah Thai terhadap bangsa Melayu.
Peristiwa kekejaman Siam terhadap orang-orang Patani ini adalah setanding dengan apa yang di lakukan oleh orang-orang Serbia terhadap bangsa Bosnia dan Zionis terhadap rakyat Palestin.Penindasan dan kekejaman ini bukan sahaja berlaku di kerisik dan Tabal bahkan berlaku setiap hari.
Hanya akhbar-akhbar di Thailand dan Malaysia dilarang dari menyiarnya!!. Hanya berita-berita kematian orang Siam sahaja yang menjadi fokus.Itu pun kerana mau menunjuk kan bahawa pejuang-pejuang ini sebenar nya pengganas yang zalim.
Bertitik tolak dari peristiwa-peristiwa yang menyedihkan inilah yang mencetus kebangkitan rakyat Patani secara besar-besaran.Peristiwa ini jugalah yang mencetuskan sumpah perjuangan oleh mujahidin-mujahidin yang bertugas.Mereka bersumpah tidak akan berhenti berjuang salagi bumi Patani tidak dibebas sepenuhnya dari sebarang bentuk penjajahan.
Peristiwa yang menyedihkan ini bukan saja diratapi oleh umat Islam Patani bahkan oleh sesiapa sahaja yang mengaku MELAYU dan ISLAM didunia ini!!! Sapatut nya peristiwa hitam 25 October ini di ingati diseluruh nusantara (Malaysia,Brunei dan Indonesia). Kerana perjuangan pembebasan Patani adalah perjuangan survival(mati dan hidup) Melayu seluruh nya. Kalau seluruh umat Arab menganggap perjuangan Palestin adalah issu arab maka Patani juga mesti menjadi issu MELAYU !!!
Walau pun mereka cuba membohongi angka kematian sabenar di Tabal tapi pihak patanikini telah dapat mengesan sebahagian dari kematian yang tidak di lapurkan. Antara nya yang mati ketika cuba melarikan diri dalam sungai. Mereka ditembak saperti ikan-ikan buruan.
Kubur-kubur pembunuhan beramai-ramai dijumpai di telubok patani,di tanah perkuburan cina di jala dan juga perkuburan cina di naratiwat. Jumlah kematian di ketiga-tiga kubur ini melebihi 500 orang yang di campak kadalam lubang beramai-ramai.
Sajumlah 78 orang yang mati tertindeh didalam trak tentera ketika di bawa keluar.
Lapuran tentera Thai sendiri memberi angka terperinci kematian:-
Trak yang bernombor 19338, 21 terbunuh
Trak yang bernombor 19232, 5 terbunuh
Trak yang bernombor 19263, 6 terbunuh
Trak yang bernombor 13164, 23 terbunuh
Trak yang bernombor 531, 5 terbunuh
Trak yang bernombor 5256, 1 terbunuh
Trak yang bernombor 530, 6 terbunuh.
11 mati dalam kenderaan yang tak dapat di kesan nombor nya.
Peristiwa ini bukan lah satu peristiwa yang luar biasa dibumi Patani. Bahkan ianya sambungan dari tindakan-tindakan yang telah dilakukan oleh penjajah thai sejak dari 1786 lagi. Mereka membunuh orang-orang Patani saperti binatang buruan.Mereka tidak pernah menganggap orang melayu Patani sebagai manusia.
Patani adalah sebahagian daripada ‘Tanah Melayu’. Bagaimanapun, pada pertengahan abad ke-19 Patani telah menjadi mangsa dasar imperialistik kerajaan Siam yang disokong secara sulit oleh kuasa barat.
Dalam tahun 1826, penaklukan Siam ke atas Patani telah diiktiraf oleh British. Dalam usahanya untuk mengukuhkan cengkamannya ke atas Patani, pada tahun 1902 kerajaan Siam melaksanakan dasar Thesaphiban.Dengan itu, sistem pemerintahan kesultanan Melayu telah dihapuskan.
Dengan termeterainya Perjanjian Bangkok pada tahun 1909,Patani telah diakui oleh British sebagai sebahagian daripada jajahan Siam walaupun tanpa kerelaan orang-orang Melayu Patani.
Semenjak penghapusan pemerintahan Kesultanan Melayu Patani, orang-orang Melayu-Patani berada dalam keadaan tertekan dan daif. Orang-orang Melayu telah menjadi mangsa sebuah pemerintahan yang ‘Genocidal tendency’ dan ganas. Justeru, tidaklah hairan seringkali berlaku kebangkitan di Patani.
Pada tahun 1923, Tengku Abdul Kadir Kamaruddin, bekas raja Kerajaan Melayu Patani, dengan sokongan pejuang-pejuang Turki, telah mengepalai gerakan pembebasan. Kebangkitan anti-Siam menjadi lebih hebat lagi apabila kerajaan Pibul Songgram (1939-44) cuba mengasimilasikan bangsa Melayu ke dalam masyarakat Siam melalui Dasar Rathaniyom.
Penglibatan Siam dalam Perang Dunia Kedua di pihak Jepun telah memberikan harapan kepada orang-orang Melayu Patani untuk membebaskan tanah air mereka daripada penjajahan Siam. Tengku Mahmood Mahyideen, putera bekas Raja Melayu Patani juga seorang pegawai berpangkat Mejar dalam pasukan Force 136, telah mengemukakan rayuan kepada pihak berkuasa British di India supaya mengambil alih Patani dan wilayah sekitarnya serta digabungkan dengan Tanah Melayu.
Cadangan Tengku Mahmud itu adalah selaras dengan rancangan Pejabat Tanah Jajahan British untuk mengkaji kedudukan Segenting Kra dari sudut kepentingan keselamatan Tanah Melayu selepas perang nanti.
Harapan itu semakin cerah apabila kuasa-kuasa berikat, dalam Perisytiharan San Francisco pada bulan bulan April 1945, menerima prinsip hak menentu nasib sendiri (self-determination) sebagai usaha membebaskan tanah jajahan daripada belenggu penjajahan.
Atas semangat itu, pada 1 November 1945, sekumpulan pemimpin Melayu Patani dipimpin oleh Tengku Abdul Jalal, bekas wakil rakyat wilayah Menara, telah mengemukakan petisyen kepada Kerajaan British merayu supaya empat wilayah di Patani dibebaskan daripada pemerintahan Siam dan digabungkan dengan Semenanjung Tanah Melayu.
Namun begitu, pendirian British terhadap Siam berubah apabila Peperangan Pasifik tamat. Keselamatan tanah jajahan dan kepentingan British di Asia Tenggara menjadi pertimbangan utama kerajaan British dalam penggubalan dasarnya terhadap Siam atau pun Patani.
Kerajaan British memerlukan kerjasama Siam bagi mendapatkan bekalan beras bagi keperluan tanah jajahannya. Tidak kurang pentingnya, kerajaan British terpaksa menyesuaikan dasarnya terhadap Siam dengan tuntutan Amerika Syarikat yang mahu mengekalkan wilayah Siam seperti dalam tahun 1941.
Tindakan penjajahan ini juga selaras dengan perancangan Zionist yang memperkudakan kuasa barat itu.Patani senasib dengan Palestin dari segi permainan licik penjajah. Kebangkitan Komunis di Asia Tenggara, khususnya di Tanah Melayu pada tahun 1948, menjadi faktor pertimbangan British dalam menentukan dasarnya. Kerajaan British menganggap Siam sebagai negara penampan terhadap ancaman Komunis China. Justeru, Kerajaan British mahu memastikan Siam terus stabil dan memihak kepada Barat dalam persaingan dengan Negara-Negara Komunis. Kerajaan British memerlukan kerjasama kerajaan Siam bagi menghapuskan kegiatan penganas-penganas Komunis di perbatasan Tanah Melayu.Justeru itu Patani menjadi buffer zone.
Kebetulan pula kerajaan Siam telah memberi jaminan untuk memperkenalkan reformasi pentadbiran dan sosio-ekonomi di Patani bagi mengatasi masalah yang dihadapi oleh masyarakat Melayu. Oleh kerana itu, isu Patani mula dianggap kurang penting malahan kiranya dibangkitkan akan menjejaskan hubungan dengan Siam.
Selepas Persidangan Senggora pada awal Januari 1949, pihak berkuasa British di Tanah Melayu atas tuntutan pihak Siam mula mengambil tindakan terhadap pemimpin-pemimpin pejuangan Patani. GEMPAR juga telah diharamkan. Tengku Mahmood Mahyideen telah ditekan manakala Haji Sulung dihukum penjara. Pergerakan politik Patani semakin lemah dengan pembunuhan secara di racun Tengku Mahmood Mahyideen dan Syahid nya Haji Sulung pada tahun 1954. Peristiwa ini berkemungkinan akan berulang jika kerajaan Malaysia juga mengambil sikap yang sama saperti penjajah Inggeris serta bekerjasama dengan penjajah thai.
Sebelum perang dunia kedua penduduk melayu di patani melebihi 90 %, akan tetapi nisbah ini makin berkurang dengan pemindahan penduduk dari utara Thai ka Patani dan pembunuhan beramai-ramai yang sering dilakukan oleh penjajah thai.
Sejak akhir-akhir ini apabila operasi pejuang bertambah berjaya dan ‘intense’ penjajah telah mula memperalat kan orang-orang melayu demi melagakan mereka dengan pejuang-pejuang.Ramai dari mereka-mereka ini adalah pemimpin-pemimpin masyarakat yang kerana disogok kan dengan duit telah sanggup menjual bangsa dan ugama sendiri. Mereka telah mengguna berbagai strateji bagi melemahkan orang-orang melayu.Antara nya mengeluarkan fatwa bahawa perjuangan ini tidak syarii kerana Negara patani ini asalnya hak orang-orang Buddha. Mereka sanggup memutar belitkan sejarah demi menjadi kaldai tunggangan penjajah Thai.Mereka juga menubuh sebuah akhbar yang diberi nama’ aman damai’.Akhbar ini boleh di baca dalam internet www.amandamai.com.Ianya di ketuai oleh Dato Nik dir waba dan Haji Wahab Napdo .Beliau(NIK DIR) seringkali membuat kenyataan yang menyakit kan hati orang-orang melayu.
Antara strateji lain nya ia lah percubaan mengumpul peniaga-peniaga Patani yang berada di Malaysia. Tugas ini diserahkan kapada bomoh Wan Mahadi yang pernah di tahan dalam penjara kerana terlibat dengan JI !!! Rupa-rupa nya tangkapan oleh pihak penjajah Thai dulu itu adalah satu tipu muslihat supaya orang-orang Patani percaya kapada golongan ini.
Sekarang ini peperangan sudah sampai peringkat apa yang disebut oleh alquranul karim sebagai Yaumul taqal jamaan. Yang mana perjuangan hanya terbahagi pada dua puak, iaitu puak Islam dan puak Kafir.Tidak ada yang lain.Jadi sesiapa yang memilih bersubahat dengan penjajah Thai adalah puak kuffar.Mereka-mereka yang bersengkongkol dengan penjajah Thai sekali lagi di beri amaran supaya kembalilah ka pangkal jalan.Jangan tuduh pejuang-pejuang tidak berperi kemanusiaan kapada bangsa sendiri. Maka sesiapa saja yang bersengkongkol dengan penjajah akan di anggap sebagai anjing penjajah. Mereka akan dilayan saperti penjajah !!
Walaupun rakyat Patani masih dalam kesedihan kerana berkabung tetapi minggu yang lalu mujahidin telah berjaya membunuh 12 orang tentera dan mencederakan lebih 29 orang dalam serang hendap. Dalam serang balas dendam mereka selapas itu . Seramai 5 orang pejuang syahid setelah berebut-rebut untuk syahid dikalangan mereka.(Fatihah untuk mereka-mereka yang syahid)
Alhamdulillah perjuangan kemerdekaan Patani akan bangkit diatas darah para syuhada. Kami lebih rela hapus semua sakali dari di biarkan walau sasaat lagi bumi kami di jajah. Kami memohon kapada allah swt .Ambil lah darah kami demi pengorbanan untuk mendaulatkan kalimat mu di bumi ini. Ya allah seandainya kau mati kan kami semuanya maka tidak ada lagi lah penyembah-penyembah mu yang ikhlas di bumi Patani.
Allahumma solli ala Muhammad
Wa aali Muhammad.
Selasa, 21 Oktober 2008
Muslim di Laos Membutuhkan Guru
Muslim di Laos hampir puspus, ustaz Akhmad Dong salah satunya, yang merasa galau dengan umat Islam yang ada di laos. Dia pernah ke Jogjakarta, dan dapat berbahasa melayu, masjid yang terletak agak keluar kota Vientiane (vencen), orang disitu menyebutnya masjid Kamboja (cambodia). Tak banyak jamaahnya.
Kalau dilihat postur tubuh dan perawakan antara ustaz Akhamd Dong dengan ketua pengurus masjid Kamboja, mirip satu sama lain.
Mereka sangat-sangat mengharapkan uluran tangan dari muslim negara tetangga. terutama nya tenaga guru untuk mengajarkan agama Islam.
Di Laos ada dua masjid, tak berapa jauh dari pusat kota Vientiane hanya jarak puluhan meter saja, ada satu msjid lagi, orang disitu menyebutnya masjid Pakistan, atau masjid Jamik.
Di kota Vientiane Laos, tidak sulit mendapatkan restoran makanan halal.
Label:
Dunia Islam,
Muhammadiyah
Langganan:
Postingan (Atom)