Minggu, 11 Juli 2010

PCIM Kuala Lumpur

Tanggapan untuk Mas Wachid
Salam,

Terima kasih juga Mas Wachid dan Mas Rizal Sukma, atas undangan dan sekaligus hospitality antuma dalam menyambut kedatangan kami. Saran lanjutan kami atas email antum adalah:

Segera saja buat milist untuk semua PCIM yg sudah terdaftar, sehingga via milist tsb dapat dilakukan komunikasi langsung dan sekaligus saling share informasi yg mungkin diperlukan, termasuk kegiatan yg sudah, sedang ataupun akan dilaksanakan.
Sekedar saran umum, bahwa kegiatan kita di PCIM tentunya amat tergantung kepada missi dan visi Muhammadiyah secara umum, namun disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing. Sekedar sharing saja, di PCIM M'sia ada missi pokok yg ingin kami sampaikan, dan ini sangat in-line dengan harapan P Dien ketika beraudiensi dengan kita di Sheraton Hotel, Yogya.

Atas dasar itu, kami susun organisasi ini dalam 4 bidang utama, yakni:
da'wah dan tabligh (namun termasuk juga di dalamnya tarjih dan tajdid bila perlu dan memungkinkan)
kader dan pelatihan
ekonomi dan kewirausahaan
dokumentasi dan publisity ( di Indonesia biasa orang menyebutnya publikasi)
Sebagai tambahan, ada 2 unit semacam biro, yakni advokasi dan bantuan konsultasi psikologi. Namun, kedua biro ini belum berjalan sesuai harapan.

Tugas masing-masing bidang di atas, secara ringkas adalah:
Bidang da'wah bertanggungjawab dalam hal kegiatan da'wah rutin, baik tingkat cabang ataupun ranting. O ya, sejauh ini PCIM M'sia sudah punya 3 Pengurus Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM). Tahun lalu, PCIM sempat membuatkan semacam jadwal dan kurukulum da'wah untuk diusulkan, baik kepada pengajian rutin selama Ramadhan di KBRI, maupun pembinaan khusus para TKW bermaslah yg berada di Shelter KBRI. Termasuk tugas bidang ini adalah membina muballigh baru yg potensial dan sekaligus menyuplai ustadz untuk pengajian di luar lingkungan pengajian resmi PCIM.

Tugas bidang Kader & Pelatihan adalah secara kontinyu (dibantu oleh Bidang publisitas) untuk memasyrakatkan keberadaan PCIM dan sekaligus melakukan pendekatan serta pelatihan, baik kemuhammdiyah-an maupun bukan. Misalnya, PCIM pernah memberikan training kewirausahaan bagi sejumlah TKI yg ingin pulang dan tidak ingin jadi TKI lagi.

Tugas bidang Ekonomi & Kewirausahaan, sesuai dengan namanya, mencari peluang2 amal yg dapat dilakukan dan sekaligus memberikan hasil bagi PCIM. Sekedar contoh, saat ini PCIM sudah punya LCD yg sering 'disewakan' untuk siapa saja (umumnya pengajian) yg memerlukan LCD dalam presentasinya. Begitu pula sound system sederhana. Ke2 hal ini merupakan amal usaha nyata yg masih terus dilakukan. Masih belum besar hasilnya, namun harus disyukuri. Saat ini, sedang dijajagi paket umrah yg insya Allah bekerja sama dengan Muhammadiyah Singpore. Mungkin PCIM Mesir bisa juga ambil bagian, mestinya. Selain itu, kami juga sdg mempertimbangkan paket tour bagi siapa saja yg akan ke M'sia. Ternyata - kalau tak salah - Indonesia merupakan kontributor turis terbesar Malaysia. Dari 20jta turis asing M'sia, sebagian cukup besar adalah warga Indonesia, termasuk diantaranya beberapa rombongan Muhammadiyah...!!!

Masih berkaitan dengan bidang ini, pernah nyaris PCIM dapat proyek penelitian kecil2an dari KBRI M'sia. Sayang, proyek ini belum berlanjut.

Terakhir, bidang dokumentasi dan publisitas - sesusai namanya - bertugas mendokumentasikan berbagai kegiatan yg ada, selain mengelola milist, blog dan serta web PCIM. Selain itu, bidang ini - sekali dua pekan, yakni tiap hari Jum'at - menerbitkan bulletin At-Tanwir (hanya 4 halaman) dan diedarkan di 'masjid' KBRI dan Sekolah Indonesia Kualalumpur (SIK) bersamaan dengan kegiatan shalat jum'at.

Last but not least, memasuki abad ke 2 dan khususnya menyambut maktamar yg baru lalu, PCIM sudah menerbitkan karya perdana, berupa buku yg diberi judul Muhammadiyah dan Tantangan Abad Baru, Percikan Pemikiran Dari Negeri Jiran (foto terlampir). Alhamdulillah, lebih dari 200 exemplar / copies, laku selama Muktamar yg baru lalu. Bukankah ini juga termasuk amal usaha yg dapat dikembangkan...???

Nah, demikian sekedar share dari PCIM M'sia. Semoga ada manfaatnya, dan mohon maaf bila ada kekurangan dan atau kurang berkenan.

Salam, Akhyar

Muhammadiyah Internasioanl (Asean)

Dari Muhammadiyah Asean (internasional)
Alaikum salam wr wb...
Iya senang sekali bisa dapat datang ke jogja, dan bertemu khusus dengan mas Wachid, selama ini kenal melalui email.
Namun sayang, mungkin karena kesuntukan waktu yang dialokasikan sehingga tak sempat kami menyampaikan perkembangan muhammadiyah khusus nya di asean..... bagaimana kondisi umat islam di Myanmar, Kamboja, Vietnam, hingga kini ribuan mereka yang mengaku muslim belum lagi di khitan karena tak ada nya dokter muslim disana , bukan itu saja ratusan tahun terhimpit, membuat perekonomian mereka pun tak sanggup untuk itu.

Sebagai mana usulan kami tempo hari untuk menerima beberapa pelajar dari Kamboja, Vietnam untuk kuliah di beberapa universitas Muhammadiyah , Fakultas kedokteran dengan bea siswa dari Muhammadiya....

Hal itu ingin sekali kami sampaikan pada saat pertemuan Muhammadiyah Internasional...tapi.... ?????.. bagi rekan rekan yang bersimpati untuk saudara kita muslim di Asean khususnya Kamboja Vietnam dan Myanmar sekiranya berkenan membaca postingan kami di :
http://imbalo.wordpress.com/2009/12/17/mahad-said-bin-zaid-batam/

http://imbalo.wordpress.com/2009/12/09/mereka-mengaku-muslim-tetapi-belum-di-khitan/

http://imbalo.wordpress.com/2009/12/02/muslim-champa-di-provinsi-phang-rang-vietnam-ribuan-mereka-disitu/

http://imbalo.wordpress.com/2010/03/05/muslim-minoritas-yang-tertindas-di-burma/

http://imbalo.wordpress.com/2009/07/24/derita-muslim-patani-yang-terlupakan/

http://imbalo.wordpress.com/2008/03/09/apa-sih-tugas-kedutaan-kita/

terima kasih sudah membaca...............

PCIM Amerika

Jawaban email mas Wachid
Alaikumsalam saudaraku,

Sebagai anak/kader Muhammadiyah, kehadiran di muktamar adalah suatu impian. Alhamdulillah, melalui PCIM Amerika saya mendapat kesempatan menikmati lezatnya akhuwah Islamiyah di muktamar sembari membicarakan langkah untuk memajukan persyarikatan demi syiar Islam.

Peranan PCIM diluar negeri mari kita tingkatkan dan berdayakan untuk menopang misi dan visi Muhammadiyah. Untuk itu saya sarankan mari kita tingkatkan komunikasi dan informasi bersama melalui milis ini.

Wassalam

Muhammadiyah Internasional

Email Mas Wachid Ridwan...........

Bogor, 10 Juli 2010

Assalamu'alaikum Wr. Wb.,
Atas nama Lembaga Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri (LKHLN), saya dan Mas Rizal mengucapkan terima kasih atas kehadiran saudaraku sekalian yang telah merelakan tenaga dan waktu dari tempat kuliah dan kerja nun jauh disana ke Yogyakarta. Semoga Allah selalu memberkahi kita semua.

Saya berinisiatif untuk menjalin komunikasi lebih intensif lagi dengan saudara/i demi organisasi kita tercinta ini. Insya Allah saya bersedia menjadi penghubung antara saudara/i sekalian di luar negeri tentang informasi PP Muhammadiyah terkini apabila saya masih di LKHLN untuk periode tahun 2010-2015.

Satu hal yang bisa kita kerjakan adalah sharing model kegiatan yang telah dikerjakan oleh PCIM lain untuk kemudian diaplikasikan di suatu PCIM tertentu apabila memang aplikable. Karena dalam pertemuan kita kemarin itu banyak PCIM yang belum banyak mempunyai model kegiatan. PCIM Mesir dan UK mungkin bisa sharing mengenai hal ini.

Demikian pesan singkat saya sebagai awal kebangkitan Abad kedua Persyarikatan.

Wassalam, Mas Wachid

Sabtu, 21 November 2009

Hukum Qurban Secara Kolektif

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang meniti jalan mereka hingga akhir zaman.

Hewan yang digunakan untuk sembelihan qurban adalah unta, sapi[1], dan kambing. Bahkan para ulama berijma’ (bersepakat) tidak sah apabila seseorang melakukan sembelihan dengan selain binatang ternak tadi.[2]


Ketentuan Qurban Kambing

Seekor kambing hanya untuk qurban satu orang dan boleh pahalanya diniatkan untuk seluruh anggota keluarga meskipun jumlahnya banyak atau bahkan yang sudah meninggal dunia.

كَانَ الرَّجُلُ فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُضَحِّى بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ

“Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ada seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya.”[3]

Asy Syaukani mengatakan, “(Dari berbagai perselisihan ulama yang ada), yang benar, qurban kambing boleh diniatkan untuk satu keluarga walaupun dalam keluarga tersebut ada 100 jiwa atau lebih.”[4]

Ketentuan Qurban Sapi dan Unta

Seekor sapi boleh dijadikan qurban untuk 7 orang. Sedangkan seekor unta untuk 10 orang (atau 7 orang)[5]. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu beliau mengatakan,

كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ فَحَضَرَ الأَضْحَى فَاشْتَرَكْنَا فِى الْبَقَرَةِ سَبْعَةً وَفِى الْبَعِيرِ عَشَرَةً

“Dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu tibalah hari raya Idul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor unta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang.”[6]

Begitu pula dari orang yang ikut urunan qurban sapi atau unta, masing-masing boleh meniatkan untuk dirinya dan keluarganya. Perhatikan fatwa Al Lajnah Ad Da-imah berikut.

Soal pertama dari Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyah wal Ifta’ no. 8790

Soal:

Bolehkah seorang muslim berqurban unta atau sapi untuk tujuh orang, lalu masing-masing meniatkan untuk orang tua, anak, kerabat, pengajar dan kaum muslimin lainnya. Apakah urunan tujuh orang tadi masing-masing diniatkan untuk satu orang saja (tanpa disertai lainnya) atau pahalanya boleh untuk yang lainnya?

Jawab:

Yang diajarkan, unta dan sapi dibolehkan untuk tujuh orang. Setiap tujuh orang itu boleh meniatkan untuk dirinya sendiri dan anggota keluarganya.

Yang menandatangai fatwa ini:

Anggota: ‘Abdullah bin Qu’ud, ‘Abdullah bin Ghodyan
Wakil ketua: ‘Abdur Rozaq ‘Afifi
Ketua: ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz[7]

Bagaimana Hukum Qurban Secara Kolektif?

Sebagaimana ketentuan di atas, satu kambing hanya boleh untuk satu orang (dan boleh diniatkan untuk anggota keluarga), satu sapi untuk tujuh orang (termasuk anggota keluarganya), dan satu unta untuk sepuluh orang (termasuk anggota keluarganya), lalu bagaimana jika 1 kambing dijadikan qurban untuk 10 orang atau untuk satu sekolahan (yang memiliki murid ratusan orang) atau satu desa? Ada yang melakukan seperti ini dengan alasan dana yang begitu terbatas.

Sebagai jawabannya, alangkah baiknya kita perhatikan fatwa ulama yang terhimpun dalam Al Lajnah Ad Da-imah (komisi fatwa di Saudi Arabia) mengenai hal ini.

Soal kedua dari Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyyah wal Ifta’ no. 3055

Soal:

Ada seorang ayah yang meninggal dunia. Kemudian anaknya tersebut ingin berqurban untuk ayahnya. Namun ada yang menyarankan padanya, “Engkau tidak boleh menyembelih unta untuk qurban satu orang. Sebaiknya yang disembelih adalah satu ekor kambing. Karena unta lebih utama dari kambing. Jadi yang mengatakan “Sembelihlah unta”, itu keliru.” Karena apabila ingin berkurban dengan unta, maka harus dengan patungan bareng-bareng.

Jawab:

Boleh berkurban atas nama orang yang meninggal dunia, baik dengan satu kambing atau satu unta. Adapun orang yang mengatakan bahwa unta hanya boleh disembelih dengan patungan bareng-bareng, maka perkataan dia yang sebenarnya keliru. Akan tetapi, kambing tidak sah kecuali untuk satu orang dan shohibul qurban (orang yang berqurban) boleh meniatkan pahala qurban kambing tadi untuk anggota keluarganya. Adapun unta boleh untuk satu atau tujuh orang dengan bareng-bareng berqurban. Tujuh orang tadi nantinya boleh patungan dalam qurban satu unta. Sedangkan sapi, kasusnya sama dengan unta.

Hanya Allah yang memberi taufik. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Yang menandatangai fatwa ini:

Anggota: ‘Abdullah bin Qu’ud, ‘Abdullah bin Ghodyan
Ketua: ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz[8]

Dari penjelasan ini, maka kita bisa ambil beberapa pelajaran:

1. Seorang pelaku qurban dengan seekor kambing boleh mengatasnamakan qurbannya atas dirinya dan keluarganya.
2. Qurban dengan sapi atau unta boleh dipikul oleh tujuh orang.
3. Yang dimaksud kambing untuk satu orang, sapi dan unta untuk tujuh orang adalah dalam masalah orang yang menanggung pembiayaannya.
4. Tidak sah berqurban dengan seekor kambing secara kolektif/urunan lebih dari satu orang lalu diniatkan atas nama jama’ah, sekolah, RT atau desa. Kambing yang disembelih dengan cara seperti ini merupakan daging kambing biasa dan bukan daging qurban.

Solusi Dalam Iuran Qurban

Solusi yang bisa kami tawarkan untuk masalah iuran hewan qurban secara patungan adalah dengan cara arisan qurban. Jadi setiap tahun beberapa orang bisa bergantian untuk berqurban. Di antara alasan dibolehkan hal ini karena sebagian ulama membolehkan berutang ketika melakukan qurban.

Imam Ahmad bin Hambal mengatakan tentang orang yang tidak mampu aqiqah, “Jika seseorang tidak mampu aqiqah, maka hendaknya ia mencari utangan dan berharap Allah akan menolong melunasinya. Karena seperti ini akan menghidupkan ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”[9] Qurban sama halnya dengan aqiqah.

Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Dulu Abu Hatim pernah mencari utangan dan beliau pun menggiring unta untuk disembelih. Lalu dikatakan padanya, “Apakah betul engkau mencari utangan dan telah menggiring unta untuk disembelih?” Abu Hatim menjawab, “Aku telah mendengar firman Allah,

لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ

“Kamu akan memperoleh kebaikan yang banyak padanya.” (QS. Al Hajj: 36)”[10]

Catatan:

1. Yang mengikuti arisan tersebut hendaknya orang yang berkemampuan karena yang namanya arisan berarti berutang.
2. Harga kambing bisa berubah setiap tahunnya. Oleh karena itu, arisan pada tahun pertama lebih baik setorannya dilebihkan dari perkiraan harga kambing untuk tahun tersebut.
3. Ketika menyembelih tetap mengatasnamakan individu (satu orang untuk kambing atau tujuh orang untuk sapi dan unta) dan bukan mengatasnamakan jama’ah atau kelompok arisan.

Bagaimana dengan Hadits “Ini adalah qurbanku dan qurban siapa saja dari umatku yang belum berqurban”?

Sebagian orang ada yang beralasan benarnya qurban secara kolektif melebihi ketentuan syari’at yang dikemukakan di atas dengan alasan hadits Jabir bin ‘Abdillah berikut,

شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الأَضْحَى بِالْمُصَلَّى فَلَمَّا قَضَى خُطْبَتَهُ نَزَلَ مِنْ مِنْبَرِهِ وَأُتِىَ بِكَبْشٍ فَذَبَحَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِيَدِهِ وَقَالَ « بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّى وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِى ».

“Aku bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadiri shalat Idul Adha di tanah lapang. Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah, beliau turun dari mimbar kemudian beliau diserahkan satu ekor domba. Lalu beliau memotong dengan tangannya, lantas bersabda, ‘Bismillah, wallahu akbar. Ini adalah qurbanku dan qurban siapa saja dari umatku yang tidak ikut berqurban.’”[11] Mereka beralasan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja niatkan untuk seluruh umatnya yang tidak berqurban, maka berarti kami boleh niatkan qurban untuk satu RT, satu sekolahan atau satu desa.

Sanggahan: Mengenai hadits “qurban siapa saja yang tidak ikut berqurban”, ini adalah khusus untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak untuk yang lainnya. Jadi, beliau diperbolehkan berkurban untuk seluruh umatnya (selain keluarganya). Sedangkan umatnya hanya diperbolehkan menyembelih qurban untuk dirinya dan keluarganya sebagaimana dijelaskan di muka.

Al Qodhi Abu Ishaq mengatakan, “Perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini –wallahu a’lam- sebagaimana seseorang boleh berqurban untuk dirinya dan keluarganya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam boleh berqurban atas nama seluruh kaum muslimin karena beliau adalah ayah mereka dan istri-istri beliau adalah ibu mereka.”[12] Oleh karena, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ayah kaum muslimin, maka beliau diperbolehkan meniatkan qurban untuk dirinya dan keluarganya (yaitu seluruh kaum muslimin).

Kesimpulan:

1. Penyembelihan qurban untuk diri dan keluarga dibolehkan sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Hal ini berdasarkan amalan yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.
2. Penyembelihan qurban untuk diri sendiri dan untuk seluruh umat Islam selain keluarga hanyalah khusus bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalilnya, para sahabat tidak ada yang melakukan hal tersebut sepeninggal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang ada mereka hanya menyembelih qurban untuk diri sendiri dan keluarga.
3. Sebagian kaum muslimin yang menyembelih qurban untuk satu sekolah atau untuk satu RT atau untuk satu desa adalah keliru, seperti ini tidak dilakukan oleh para salaf terdahulu.

Semoga pelajaran yang kami sajikan ini bermanfaat bagi kaum muslimin sekalian. Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.

***

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Dipublikasikan dari rumaysho.com
Pangukan, Sleman, siang hari, 16 Dzulqo’dah 1430 H

Footnote:

[1] Sebagian ulama menyamakan kerbau dengan sapi.

[2] Lihat Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik Kamal bin As Sayid Salim, 2/369, Maktabah At Taufiqiyah.

[3] HR. Tirmidzi no. 1505, Ibnu Majah no. 3138. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Al Irwa’ no. 1142.

[4] Nailul Author, Asy Syaukani, 8/125, Mawqi’ Al Islam.

[5] Jumhur (mayoritas) ulama berpendapat bahwa satu unta hanya dijadikan urunan tujuh orang untuk udh-hiyah karena diqiyaskan dengan unta pada al hadyu. Sedangkan Asy Syaukani mengatakan bahwa unta udh-hiyah boleh untuk sepuluh orang dan unta al hadyu untuk tujuh orang. (Shahih Fiqih Sunnah, 2/370)

[6] HR. Tirmidzi no. 905, Ibnu Majah no. 3131. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih, sebagaimana dalam Misykatul Mashobih 1469 [17].

[7] Fatawa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyah wal Ifta’, 11/405, Darul Ifta’

[8] Fatawa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ‘Ilmiyah wal Ifta’, 11/403

[9] Lihat Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah, 2/11011, Multaqo Ahlul Hadits.

[10] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Abul Fida’ Ibnu Katsir, 5/426, Dar Thoyibah, cetakan kedua, tahun 1420 H.

[11] HR. Abu Daud no. 2810, At Tirmidzi no. 1521. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih

[12] Al Muntaqo Syarh Al Muwatho’, 3/113, Mawqi’ Al Islam.

Selasa, 17 November 2009

Mulailah dari Keluarga

Ditulis oleh : ust Zenal Satiawan Lc dalam Buletin Jumat

Tak ada seorangpun di Dunia ini yang dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan lingkungan dan pergaulan. Dalam pergaulannya, seseorang akan memiliki teman, baik itu di tempat kerja ataupun di lingkungan tempat tinggalnya. Sehingga tak diragukan lagi bahwa teman merupakan elemen penting berpengaruh bagi kehidupan seseorang.

Sebagai agama yang sempurna dan menyeluruh, Islam telah mengatur adab dan batasan dalam pergaulan. Betapa besar dampak yang akan menimpa seseorang akibat bergaul dengan teman-teman yang jahat, sebaliknya betapa besar manfaat yang dapat diraih oleh seseorang yang bergaul dengan teman yang shalih.

Banyak di antara manusia yang terjerumus ke dalam lubang kemaksiatan dan kesesatan dikarenakan bergaul dengan teman teman yang jahat dan banyak pula di antara manusia yang mendapatkan hidayah dikarenakan bergaul dengan teman-teman yang shalih. Dalam sebuah haditsnya, Rasullullah Saw. menjelaskan tentang peranan dan dampak seorang teman: “Perumpamaan bergaul dengan teman yang baik dengan teman yang jahat adalah seperti bergaul dengan penjual minyak wangi dengan pandai besi. Adapun penjual minyak wangi tidak melewatkan kamu, baik engkau akan membelinya atau engkau tidak membelinya, engkau pasti akan mendapatkan baunya yang harum, sementara pandai besi ia akan membakar bujumu atau engkau akan mendapatkan baunya yang tidak harum.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan hadits tersebut dapat diambil pelajaran penting, bahwasanya bergaul dengan teman yang shalih mempunyai dua kemungkinan yang kedua-duanya baik, yaitu: Kita akan menjadi baik atau kita akan memperoleh kebaikan yang dilakukan teman kita. Sedang bergaul dengan teman yang jahat juga mempunyai dua kemungkinan yang kedua-duanya jelek, yaitu: Kita akan menjadi jelek atau kita akan ikut memperoleh kejelekan yang dilakukan teman kita.

Bahkan Rasulullah Saw. menjadikan seorang teman sebagai patokan terhadap baik dan buruknya agama seseorang, oleh karena itu Rasulullah Saw. memerintahkan kepada kita agar senantiasa memperhatikan dengan siapa kita bergaul. “Seseorang tergantung agama temannya, maka hendaknya seseorang di antara kamu melihat dengan siapa dia bergaul.” (HR. Ahmad). Ada pepatah Arab mengatakan, "Jangan tanya tentang seseorang, tapi tanya tentang temannya, karena seseorang pasti akan mengikuti kelakukan temannya" Demikianlah karena memang fitrah manusia cenderung ingin selalu meniru tingkah laku dan keadaan temannya.

Seorang teman memberikan pengaruh besar dalam kehidupan kita, janganlah ia menyebabkan kita menyesal pada hari kiamat nanti dikarenakan bujuk rayu dan pengaruhnya sehingga kita tergelincir dari jalan yang haq dan terjerumus dalam kemaksiatan. Marilah kita renungkan firman Allah Swt. berikut ini, “Dan ingatlah hari ketika orang-orang zhalim menggigit dua tangannya seraya berkata: Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besar bagiku! Kiranya dulu aku tidak mengambil si fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Quran sesudah Al-Quran itu datang kepadaku. Dan adalah syetan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. Al-Furqan: 27-29).

Lihatlah bagaimana Allah menggambarkan seseorang yang telah menjadikan orang-orang fasik dan pelaku maksiat sebagai teman-temannya ketika di dunia, sehingga di akhirat menyebabkan penyesalan yang sudah tidak berguna lagi baginya, karena di akhirat adalah hari hisab bukan hari amal sedang di dunia adalah hari amal.

Sebelum semuanya terlambat, carilah teman-teman shalih yang senantiasa mengajak kita untuk berbuat ketaatan kepada Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya, menasehati kita jika bersalah, memberitahu aib-aib kita. Carilah ia walaupun ke ujung dunia, atau menyesal selamanya…

SYIRIK SEBAGAI KEZHALIMAN

Ditulis oleh : ust Zenal Satiawan Lc dalam Buletin Jumat

"Orang-orang yang beriman dan tidak menodai iman mereka dengan kedzaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat ketentraman dan mereka itulah orang-orang yang menepati jalan hidayah." (QS. Al-An'am: 82)

Diriwayatan oleh Imam Bukhari, "Ketika turun ayat, 'Orang-orang yang beriman, dan tidak menodai iman mereka dengan kedzaliman', kami (para sahabat) berkata, 'Wahai Rasulullah, siapakah di antara kami yang tidak mendzalimi dirinya?' Beliau bersabda, 'Bukan seperti yang kamu katakan, mereka tidak menodai iman mereka dengan kedzaliman, tetapi dengan kemusyrikan. Bukankah kamu telah memperhatikan perkataan Luqman kepada anaknya?, 'Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sesungguhnya, mempersekutukan Allah adalah kedzaliman yang besar' (Luqman: 13)'."

Imam Ibnu katsir mengomentari ayat tersebut., "Maksudnya, mereka adalah orang-orang yang memurnikan ibadah hanya kepada Allah saja, mereka tidak menyekutukan-Nya sama sekali, dan mereka itulah orang-orang yang tenteram pada hari kiamat dan mendapat petunjuk di dunia akherat."

Banyak orang yang mengaku dirinya beriman, akan tetapi di waktu yang bersamaan, dia juga melakukan hal-hal yang merusak keimanannya itu, bahkan sampai menggugurkan iman itu sendiri. Hal itu disebabkan oleh banyak faktor; di antaranya, karena kebodohan mereka (al-Jahl), atau karena kesombongan dan keangkuhan mereka sehingga mereka tidak mau menerima kebenaran yang disampaikan pada mereka (al-Kibr). Padahal, dalam masalah keimanan dan tauhid, tidak ada udzur (alasan) kebodohan. Jadi, seseorang tidak bisa beralasan dengan kebodohan (ketidaktahuan)nya ketika salah dalam masalah iman dan tauhid ini. Dan salah dalam masalah ini akan berakibat fatal. Masalah keimanan dan tauhid ini adalah masalah yang sangat prinsip bagi seorang muslim, yang merupakan dasar dan pondasi baginya, yang menentukan kuat tidaknya bangunan yang dibangun di atas pondasi itu. Tetapi, justru kebanyakan manusia bodoh dalam hal ini, sehingga sadar atau tidak sadar mereka sering menodai keimanan mereka itu.

Tauhid (iman) dan syirik, tidak akan mungkin pernah bersatu di hati seseorang. Karena keduanya bertentangan. Jika beriman, maka harus menghilangkan dan membuang jauh-jauh kesyirikan. Jika seseorang melakukan kesyirikan (syirik besar), secara langsung keimanan akan luntur dan batal.

Adapun hal-hal yang termasuk perbuatan syirik sangatlah banyak. Yang semua itu intinya adalah mempersekutukan Allah, atau menjadikan tandingan untuk Allah. Terkadang seseorang melakukan suatu perbuatan yang dia yakini bahwa perbuatan itu adalah benar karena dia melakukannya tanpa petunjuk (dalil), hanya karena persangkaan atau karena ikut-ikutan, padahal perbuatannya itu adalah termasuk kesyirikan. Maka, terhapuslah amalan yang dia lakukan itu atau semua amalnya, dan akhirnya, dia akan menanggung beban yang teramat sangat berat di hadapan Allah. Sebab, syirik adalah merupakan dosa besar yang paling besar. Dan tidak akan diampuni apabila tidak bertobat sebelum nyawa sampai di tenggorokan.

Kendati demikian, idealnya kita harus berusaha sekuat tenaga dan semampu kita untuk meninggalkan segala macam dosa. Karena, para ulama' mengategorikan segala macam dosa ke dalam kedzaliman. Baik itu dzalim kepada diri sendiri, atau dzalim kepada orang lain. Adapun kedzaliman yang paling besar adalah kedzaliman dalam masalah tauhid, yaitu kedzaliman seorang hamba kepada Allah swt. Yang disebut dengan dosa itu adalah bersumber dari dua hal; meninggalkan perintah, atau mengerjakan larangan. Dan dari semua itu, perkara yang paling besar adalah yang berkaitan dengan iman dan tauhid. Perintah yang paling utama adalah tauhid, dan larangan yang paling besar adalah syirik.

Ya Allah, lindungilah kami dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu, sedangkan kami mengetahuinya. Dan ampunilah kami, terhadap suatu kesyirikan yang kami tidak mengetahuinya.

Dahsyatnya Pengaruh Teman

Ditulis oleh : ust Zenal Satiawan dalam Buletin Jumat

Tak ada seorangpun di Dunia ini yang dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan lingkungan dan pergaulan. Dalam pergaulannya, seseorang akan memiliki teman, baik itu di tempat kerja ataupun di lingkungan tempat tinggalnya. Sehingga tak diragukan lagi bahwa teman merupakan elemen penting berpengaruh bagi kehidupan seseorang.
Sebagai agama yang sempurna dan menyeluruh, Islam telah mengatur adab dan batasan dalam pergaulan. Betapa besar dampak yang akan menimpa seseorang akibat bergaul dengan teman-teman yang jahat, sebaliknya betapa besar manfaat yang dapat diraih oleh seseorang yang bergaul dengan teman yang shalih.
Banyak di antara manusia yang terjerumus ke dalam lubang kemaksiatan dan kesesatan dikarenakan bergaul dengan teman teman yang jahat dan banyak pula di antara manusia yang mendapatkan hidayah dikarenakan bergaul dengan teman-teman yang shalih. Dalam sebuah haditsnya, Rasullullah Saw. menjelaskan tentang peranan dan dampak seorang teman: “Perumpamaan bergaul dengan teman yang baik dengan teman yang jahat adalah seperti bergaul dengan penjual minyak wangi dengan pandai besi. Adapun penjual minyak wangi tidak melewatkan kamu, baik engkau akan membelinya atau engkau tidak membelinya, engkau pasti akan mendapatkan baunya yang harum, sementara pandai besi ia akan membakar bujumu atau engkau akan mendapatkan baunya yang tidak harum.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Berdasarkan hadits tersebut dapat diambil pelajaran penting, bahwasanya bergaul dengan teman yang shalih mempunyai dua kemungkinan yang kedua-duanya baik, yaitu: Kita akan menjadi baik atau kita akan memperoleh kebaikan yang dilakukan teman kita. Sedang bergaul dengan teman yang jahat juga mempunyai dua kemungkinan yang kedua-duanya jelek, yaitu: Kita akan menjadi jelek atau kita akan ikut memperoleh kejelekan yang dilakukan teman kita.
Bahkan Rasulullah Saw. menjadikan seorang teman sebagai patokan terhadap baik dan buruknya agama seseorang, oleh karena itu Rasulullah Saw. memerintahkan kepada kita agar senantiasa memperhatikan dengan siapa kita bergaul. “Seseorang tergantung agama temannya, maka hendaknya seseorang di antara kamu melihat dengan siapa dia bergaul.” (HR. Ahmad). Ada pepatah Arab mengatakan, "Jangan tanya tentang seseorang, tapi tanya tentang temannya, karena seseorang pasti akan mengikuti kelakukan temannya" Demikianlah karena memang fitrah manusia cenderung ingin selalu meniru tingkah laku dan keadaan temannya.
Seorang teman memberikan pengaruh besar dalam kehidupan kita, janganlah ia menyebabkan kita menyesal pada hari kiamat nanti dikarenakan bujuk rayu dan pengaruhnya sehingga kita tergelincir dari jalan yang haq dan terjerumus dalam kemaksiatan. Marilah kita renungkan firman Allah Swt. berikut ini, “Dan ingatlah hari ketika orang-orang zhalim menggigit dua tangannya seraya berkata: Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besar bagiku! Kiranya dulu aku tidak mengambil si fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Quran sesudah Al-Quran itu datang kepadaku. Dan adalah syetan itu tidak mau menolong manusia.” (QS. Al-Furqan: 27-29).
Lihatlah bagaimana Allah menggambarkan seseorang yang telah menjadikan orang-orang fasik dan pelaku maksiat sebagai teman-temannya ketika di dunia, sehingga di akhirat menyebabkan penyesalan yang sudah tidak berguna lagi baginya, karena di akhirat adalah hari hisab bukan hari amal sedang di dunia adalah hari amal.
Sebelum semuanya terlambat, carilah teman-teman shalih yang senantiasa mengajak kita untuk berbuat ketaatan kepada Allah Swt. dan menjauhi larangan-Nya, menasehati kita jika bersalah, memberitahu aib-aib kita. Carilah ia walaupun ke ujung dunia, atau menyesal selamanya…

Surat Pernyataan Sikap

PERNYATAAN SIKAP
FORUM SOLIDARITAS BATAM UNTUK MASJIDIL AQSHA
Sekretariat : Jalan Ranai No. 11 Bengkong Polisi Batam Telp. (062) 0778-411068 Fax 0778-413606 Email : satya_zein@yahoo.com
=======================================================
Dalam amanat Alinea Pertama Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menyatakan “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan".
Telah terungkap di berbagai media massa Nasional dan Internasional bahwa pada hari Ahad, 25 Oktober 2009 telah terjadi peristiwa yang menyedihkan. Tentara Zionis Israel memasuki Masjidil Aqsha, kiblat pertama umat Islam dengan congkak. Mereka memasuki Masjid yang menjadi tempat mi'raj Nabi Muhammad Saw. tersebut dengan membawa senjata, memukuli kaum muslimin yang ada di Masjid tersebut, menembakkan peluru karet, gas air mata, serta melemparkan granat sehingga banyak korban yang terluka dan berjatuhan, darah pun berceceran di tempat tersebut. Oleh karena itu, Forum Solidaritas Batam untuk Masjidil Aqsha memberikan pernyataan sikap:
1. Berduka cita yang mendalam atas jatuhnya korban pada warga Palestina.
2. Mengutuk keras kejahatan Internasional yang dilakukan oleh Zionis Israel terhadap warga Palestina dan Penodaan terhadap Masjidil Aqsha, masjid yang menjadi wakaf umat Islam se-dunia.
3. Mendesak pemimpin Arab dan Islam di dunia untuk segera mengambil tindakan penyelamatan terhadap kota Al Quds khususnya masjid Al Aqsha dari upaya penghancuran oleh Zionis Israel.
4. Mendesak pemerintah Indonesia untuk mendukung penuh perjuangan rakyat Palestina dalam menjaga kemuliaan masjid Al Aqsha dan meraih kemerdekaan yang hakiki dari tangan penjajah Zionis Israel.
5. Kepada Pemerintah Indonesia agar melanjutkan secara lebih efektif tuntutan diselenggarakannya Sidang Umum PBB, terselenggaranya KTT OKI dan Liga Arab dengan kesediaan sebagai tuan rumah dan berkomunikasi langsung dengan para pemimpin Negara yang memegang peranan kunci dalam penyelesaian masalah Masjidil Aqsha.
6. Menghimbau kepada kaum muslimin untuk mendukung dan mendoakan perjuangan rakyat Palestina serta melakukan aksi solidaritas pembelaan terhadap masjid Al Aqsha.

Batam, Kamis, 10 Dzulqaidah 1430 H
29 Oktober 2009 M


Imbalo Iman Sakti Zenal Satiawan, Lc Ketua Sekretaris Jendral


FORUM SOLIDARITAS BATAM UNTUK MASJIDIL AQSHA

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Batam
Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam
Lembaga Pendidikan dan Pengamalan Agama Islam (LP2A) Batam
Muhammadiyah Batam
Jamiyatul Wasliyah Batam
Dewan Masjid Indonesia Batam
Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Raya Batam
Badan Amil Zakat (BAZ) Batam
Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Batam
Badan Koordinasi Dakwah Islam (BKDI) Otorita Batam
Badan Wakaf Indonesia (BWI) Batam
Ummul Quran Batam
Nahdhatul Ulama (NU) Batam
Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Batam
Ikatan Dai Muda (IDM) Batam
Yayasan Pendidikan Islam Hang Tuah Batam
Forum Ukhuwah Islamiya Batam (FUIB)
Centre For Middle East Studies (COMES)
Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Kota Batam
Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA)

1. H. Rajali Jaya Tokoh Islam
2. KH. Khudri Syam Tokoh Islam
3. H. Andi Askar Petarani Tokoh Islam
4. H. Chandra Rizal Tokoh Islam
5. H. Andi Soraya Tokoh Islam
6. H. Masrur Amin Tokoh Islam

Kamis, 30 April 2009

Pembentukan Pengurus Muhammadiyah Thailand





Sambutan Pimpinan Muhammadiyah Internasional
Dalam rangka pembentukan Pengurus Muhammadiyah Thailand
di Yala pada 01 May 2009

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.
Alhamdulillah wa sallamu ala Rasulihilkarim.

Memulakan cerama ini mari kita hadiahkan sebuah senyuman kepada saya dan saya begitu juga.
Saya ucapkan tahniah atas perhimpunan pembentukan Muhammadiyah Thailand hari ini.

Bapak - bapak dan saudara - saudara saya juga gembira menjadi rakan kongsi muslimin dan muslimat Thailand Darussalam ini, keberhasilan ikhwan dan akhwat cukup lumayan ketimbang minoritas dalam negara sendiri.

Orientasi Program Muhammadiyah Thailand ini harus lah mencapai program kerja keras, karena kita telah tertinggal begitu jauh di belakang aktivitas - aktivitas di Negara – Negara sebelah kita.

Garis-garis kasar program kerja :

1. PEMANTAPAN ORGANISASI.
2. AMAL USAHA YANG BERWAWASAN, VISI DAN MISI.
3. MANTAPKAN AKTIVITI DAKWAH NON MUSLIM.

Saya sarankan projek harian, Mingguan, Bulanan, & Tahunan
1. Projek Sungai Mekong
2. Satu Projek di utara untuk satu ampur
3. Bentuk Mentality Berdikari
4. Bentuk Rangkaian Muhajirin

Projek 10 tahun Muhammdiyah Internasional:
1. Setiap Negara sebuah Islamic center (Thailand, Miyanmar, Laos, Kambodia & Vietnam.
2. Pembentukan NGO Muhammadiyah di setiap Negara.

wassalam
ustaz Abdul Wahab
Pengetua Perhimpunan Muhammdiyah Internasional

Senin, 09 Maret 2009

Mossad Terlibat Dalam Serangan 11 September 2001

Tulisan ini dikutip dari http://eramuslim.com

Mossad Terlibat Dalam Serangan 11 September 2001

Sebuah artikel yang dimuat di mingguan American Free Press mengungkap keterlibatan agen intelijen Israel, Mossad dalam peristiwa serangan 11 September 2001 di AS. Yang mengejutkan, ketelibatan Mossad dalam serangan Black September itu lewat sepupu salah satu tersangka pelaku serangan 11 September.

Artikel itu menyebutkan bahwa Ziad al-Jarrah, salah seorang tersangka pelaku serangan 11 September punya sepupu bernama Ali al-Jarrah yang sudah lama bekerja sebagai agen Mossad. Fakta ini membuktikan bahwa Mossad berperang dalam serangan terorisme tersebut.

Sebelum mingguan American Free Press, sejumlah media massa AS sudah banyak yang mengungkap dugaan keterlibatan Israel dalam serangan teroris 11 September. Surat kabar New York Times misalnya, sudah menurunkan laporan tentang Ali al-Jarrah yang berkebangsaan Libanon. Menurut New York Times, al-Jarrah sudah bekerja sebagai mata-mata Israel selama lebih dari 20 tahun. Dan al-Jarrah sendiri kabarnya pernah mengakui bahwa ia pernah melakukan kegiatan mata-mata terhadap kelompok-kelompok pejuang di Palestina dan kelompok Hizbullah di Libanon, sejak tahun 1983.

New York Times juga menulis bahwa keluarga al-Jarrah dikenal dengan keterlibatan mereka dalam aksi-aksi kekerasan. Salah satunya adalah Ziad al-Jarrah yang oleh AS dituduh sebagai salah satu dari 19 orang yang membajak pesawat komersial AS dan melakukan serangan 11 September 2001.

Masih menurut New York Times, keterlibatan Israel dalam serangan teroris tersebut bisa dilacak kembali dari informasi tentang lima orang Israel yang 'tertangkap basah' menunjukkan kegembirannya dengan berjingkrak-jingkrak dan saling menepukkan telapak tangan ketika pesawat dengan nomor penerbangan 11 dan 175 menghujam gedung World Trade Center di New York. Karena kelakuanya itu, aparat keamanan dikabarkan menangkap kelima orang Israel tersebut, tapi mereka dibebaskan secara diam-diam setelah 71 hari di penjara. Kelima orang Israel itu diduga sebagai agen Mossad.

Sementara itu, mingguan Forward dalam laporannya mengutip pernyataan dua agen CIA yang mengungkapkan bahwa setidaknya dua orang Israel yang ditangkap itu kemudian diketahui sebagai tim mata-mata Mossad. "Tidak ada pertanyaan, tapi perintah untuk menutup penyelidikan atas kasus mereka datang dari Gedung Putih," kata agen CIA itu pada mingguan Forward.

Disebutkan pula bahwa setelah ada perintah dari Gedung Putih untuk menutup kasus tersebut, markas besar CIA langsung membuat keputusan untuk menutupi kasus ini agar tidak bocor sehingga tidak ada alasan untuk mengait-kaitkan Israel dalam serangan 11 September yang menelan korban jiwa sebanyak 2.970 orang.

Dugaan bahwa Mossad terlibat dalam serangan 11 September 2001 di AS juga pernah dilontarkan oleh mantan perdana menteri Italia, Francesco Cossiga. Menurutnya, serangan teroris 11 September adalah hasil konspirasi antara CIA-Mossad.

"Semua agen intelejen di AS dan Eropa ... tahu pasti bahwa serangan mematikan itu dirancang oleh CIA dan Mossad. Kedua lembaga intelejen itu juga membentuk opini sedemikian rupa sehingga negara-negara Arab yang menanggung tuduhan serangan teroris tersebut. CIA dan Mossad ingin mendorong kekuatan-kekuatan Barat untuk ikut serta dalam perangnya di Irak dan Afghanistan," kata Cossiga.

Keterlibatan Israel dalam serangan keji itu makin santer setelah muncul informasi bahwa ketika serangan terjadi, seluruh orang Yahudi yang bekerja di gedung World Trade Center sudah diberitahu untuk tidak pergi kerja pada hari itu. Informasi ini diperkuat oleh laporan yang bocor ke publik, berisi laporan bahwa dua orang pegawai perusahaan Odigo-perusahaan telekomunikasi milik Israel-menerima sms peringatan akan adanya serangan beberapa jam sebelum tragedi serangan ke gedung World Trade Center. Perusahaan Odigo pula yang mengirimkan sms berisi himbauan agar orang-orang Yahudi tidak usah pergi kerja pada tanggal 11 September 2001dan lebih baik berdiam diri di rumah. Kantor Pusat Odigo sendiri, terletak hanya dua blok dari gedung World Trade Center.

Rabu, 04 Februari 2009

Loans Solution for Unexpected Expense

If you have ever experienced getting unexpected expense when you short on cash you must be realized how the situation can be very frustrating. It is because borrowing money is quite embarrassing. Even if you want to borrow for money to creditors, you still have to face them and answer their detailed question about what will you do with their funds.


Fortunately, now you can find the option of fast cash payday loans that is a very convenient way to obtain loans for your needs. You just have to complete the simple requirements and they will approve you once you are qualified the requirements. The funds will be sent to your account and you will be able to use it as you like.

Get Cash Loans Easily

Have you ever experienced a time in your life when you don’t have anymore cash left but you have to pay your medical expenses which your insurance don’t cover? Well, in such situation, you might feel worried and sometimes desperate, thinking about where you can get the money from. In fact, you can actually get cash advance fro this emergency situation.


Getting cash loans is actually just so simple. You don’t need to provide any document. You just need to contact the lenders, tell the amount of money you need, and that’s all. You will be able to withdraw the fund from your bank account in the very next business day. Since there are many lenders online, you can apply for cash advance online, too. Now, getting cash advance is very easy.

Photo-Photo Peletakan Batu Pertama Ma'had Al-Birr Muhammadiyah di Batam

Ma'had Al Birr Muhammadiyah peletakan batu pertamanya dilaksanakan Ahad 1 Februari 2009, terletak di Komplek Muhammadiyah Asean Tembesi Batam Provinsi Kepulauan Riau.

Ma'had ini direncakan selesai Juli 2009 dan akan menerima mahasiswa baru bulan September 2009, peletakan batu pertama di laksanakan oleh Drs Goodwill Zubair dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, hadir ustaz Abdul Hamid Lc dari perwakilan Al Birr sekarang AMCF (Asia Muslim Cherity Foundation)

Dari Batam DR Chablullah Wibisono pimpinan wilayah Muhammdiyah Kepri, Ir Imam Bachroni Pimpinan Daerah Batam, Imbalo Iman Sakti dari Muhammadiyah Internasional, dari wakil pemerintah setempat hadir Kadis Ekbang DR Syamsul Bachrum.

Ma'had ini kelak dapat menampung 200 orang mahasiswa ber asrama, Insyaallah seluruh biaya di tanggung oleh Ma'had.



Kamis, 29 Januari 2009

Young Muslim Association of Thailand (YMAT)


Young Muslim Association of Thailand (YMAT), Pertubuhan Pemuda Muslim Thailand, sejak 20 hingga 26 Januari 2009 rombongan YMAT ini berada di Indonesia, di Jakarta rombongan sejumlah 34 orang ini di terima Pimpinan Pusat Muhammdiyah. Meskipun menamakan rombongan pemuda tetapi tidak semua yang turut dalam rombongan tersebut masih muda usianya , lebih separoh dari peserta berusia di atas 50.

Enam bulan yang lalu rencana kedatangan ke Indonesia ini telah di gagas mereka, ustaz Daud Jaru seorang simpatisan Muhammadiyah Thailand mengabarkan hal itu. Daud Jaru beberapa kali datang ke Indonesia, seperti dalam kesempatan menghadiri Muktamar Muhammadiyah. Ketua Rombongan adalah Nick Naseer Presiden YMAT saat ini, "Pebruari 2009 depan saya tak menjabat presiden YMAT lagi" ujar Nick Naseer, Undang Undang di Thailand membatasi usia pemuda yang berkiprah di organisai pemuda sebatas 40 tahun saja usia nya , sama dengan di Indonesia.

Dan tidak semua pula rombongan itu anggota YMAT, tetapi hampir semua nya adalah pengelola pondok pesantern di Thailand terutama di Thailand bagian selatan di 4 provinsi yang sekarang sedang bergolak ingin memisahkan diri.

Kenapa ke PP Muhammadiyah? Mungkin hal ini tak lepas dari peranan Ketua PP Muhammadiyah Prof. Din Syamsudin, Din Syamsudin saat bertemu dengan mantan Perdana Menteri Samak di Bangkok membicarakan peranan pendidikan dalam kesatuan bangsa.

Di dalam rombongan ke 34 orang dari Thailand itu terdapat 3 orang peserta dari Kerajaan Thai, seorang wanita dan 2 orang pria, terlihat peserta lain nya agak berhati - hati berbicara malah terdiam apabila menyangkut kebijakan Pemerintahan Thailand yang di terapkan di Thailand Selatan (Patani, Yala, Naratiwat) sedang dibicarakan, ketika salah seorang dari perwakilan kerajaan Thailand itu mendekat.

Di Thailand Selatan ratusan pondok pesantern berdiri, pondok - pondok ini mengajarkan dan berbahasa melayu, itu lah sebabnya hampir semua peserta yang datang itu dapat berbahasa melayu. Kecuali hanya seorang saja dari mereka tidak bisa berbahasa melayu, yaitu wanita tadi keturunan pakistan yang bekerja di kementrian luar negeri.

Seluruh pembiayan mereka adalah di tanggung oleh kerajaan Thailand, "tak payah nak tidur di masjid " tulis Daud Jaruh sembari menjelaskan bahwa perjalanan study banding pondok pesanteren terutama di Thailand Selatan ini dengan yang ada di Indonesia di fasilitasi oleh kerajaan pusat.

Adalah hal biasa dan lumrah bagi pengasuh pondok dan penggiat dakwah tidur dan bermalam di masjid.

Posting lain tentang YMAT
The Young Muslim Association of Thailand (YMAT) bergabung dengan pasukan pengacara dari beberapa negara-negara ASEAN untuk mengatur "ASEAN Association of Muslim Lawyers" pada pertemuan terakhir di Malaysia. Asosiasi yang ditujukan untuk memberikan bantuan hukum kepada orang-orang yang menghadap ketidakadilan, khususnya di bagian selatan perbatasan propinsi di Thailand.

Pertemuan ini diadakan di bawah topik "Lawyers dan Hak Asasi Manusia Kasus di Wilayah Asia Tenggara," sebagai bagian dari kerjasama antara YMAT dan Southern Border Provinces Administrative Center (SBPAC), dengan dukungan finansial dari Departemen Luar Negeri dan the Muslim Lawyers Pusat Malaysia.

Bapak Abdul Aziz Kadae-in, Kepala Bagian YMAT Hak Asasi Manusia dan Ketua Koordinator Proyek, mengatakan bahwa pertemuan merupakan salah satu dari beberapa proyek untuk mengembangkan ide dan meningkatkan kreativitas pada saat krisis. J-10 anggota tim Indonesia yang terdiri dari pengacara dari Pattani, Narathiwat, dan Yala, pengacara hak asasi manusia, YMAT pekerja, dan pejabat dari Departemen Luar Negeri.

Peserta lainnya dan pengacara hak asasi manusia kampanye dari Kamboja, Indonesia, Malaysia, Myanmar, dan Filipina. Orang-orang di Thailand ditemukan delegasi pertemuan sangat informatif, dengan pengacara dari wilayah konflik, seperti Aceh dan Mindanao, recounting pengalaman mereka dalam lama berjuang untuk hak asasi manusia.

Peserta sepakat untuk meniru dekat hubungan di antara mereka, dengan pembukaan "ASEAN Association of Muslim Lawyers" untuk mengkoordinasikan pekerjaan mereka dan menjaga informasi anggota. Sekretariat Asosiasi akan berada di Kuala Lumpur, Malaysia, dan anggota akan bertemu setiap tiga bulan.

Thailand akan diwakili oleh Bapak Ali Adilan-ISHA, seorang pengacara, Bapak Abdul Aziz Kadae-in, seorang pengacara hak asasi manusia, dan Ibu Pornpen Kongkajornkiat, lain hak asasi manusia pekerja dari Cross Cultural Foundation.

Langsung kontak dan koordinasi antara dekat pengacara di daerah konflik adalah tanda-tanda baik untuk perdamaian di seluruh wilayah ASEAN.

Di kutip dan di translate dari http://thailand.prd.go.th/southern_situation/view_south.php?id=4028

Selasa, 27 Januari 2009

Pusat Dakwah Muhammadiyah Asean di Batam



Pusat Dakwah Muhammadiyah Asean, sejak di tubuhkan tahun 1996 nyaris tak ada kegiatan, di awal reformasi di Indonesia tokoh tokoh Muhammadiyah banyak yang berkiprah di politik, terakhir tahun 2004 di Pulau Pinang Malaysia di bentuk kepengurusan Muhammadiyah Asean, kala itu di tunjuk sebagai setia usaha dari Singapura adalah Jamal Tukimin, dari Indonesia Suparjan dan dari Malaysia Abdul Wahab.

Memudahkan koordinasi, sekretariat tetap di Indonesia yaitu di Batam. Pertemuan di Hotel Malaysia Pulau Pinang dari Pimpinan pusat hadir Rusydi Hamka, Godwill Zubair, dari Batam hadir Imam Bachroni, Suparjan, Suparjan saat itu adalah Ketua Pimpinan Daerah Muhammdiyah (PDM) Batam, sementara tuan rumah Malaysia puluhan peserta yang hadir, demikian pula beberapa orang utusan dari Thailand, seperti Nick Naseer dan Roosdi hadir di pertemuan itu.


Dua belas tahun sejak pertemuan itu tak pernah lagi ada pertemuan lanjutan, keberadaan Muhammadiyah Asean pernah di bicarakan saat Muktamar Muhammdiyah di Jakarta.

Tahun 2005 yang lalu ustaz Wahab dari Kulim Kedah Malaysia, mendapat mandat dari PP Muhammadiyah, membentuk Muhammadiyah Internasional dengan bidang garapan muslim minoritas terutama di negara-negara Asean.

Beberapa Negara sudah di kunjungi, seperti Laos, Vietnam, Kamboja, Thailand.
ustaz yang sudah sepuh ini terkesan bekerja sendiri.

Sabtu, 24 Januari 2009

MESJID PERTAMA DI PARAPAT

Masjid Raya Tanjung Pinang Kepulauan Riau

Menarik untuk di posting ulang, karena mungkin tidak semua bisa membaca tulisan di harian Kompas, terutama untuk informasi masjid pertama di Parapat yang di dirikan oleh Bung Karno semasa pembuangan, di kota sejuk di pinggiran Danau Toba yang terkenal itu.

Bila kita dari Sipirok lewat Pahae, betul seperti yang di tulis Neta “Sementara sajian di kedai-kedai pinggir jalan saya agak meragukan kehalalannya.”
Berjalan kaki menyusuri Parapat banyak hal menarik didapat. Di balik jalannya yang berliku dan turun-naik, Parapat menyimpan begitu banyak bangunan tua berarsitektur menggoda.

Parapat adalah kelurahan di tepi teluk di Danau Toba, masuk Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Lebih dari 90 persen penduduknya beretnis Batak Toba, Karo, Simalungun, dan Pakpak. Selebihnya, etnis Jawa, Sunda, Padang, dan China. Tak heran jika di kota kecil ini terdapat gereja Protestan dan Katolik, masjid, dan wihara.

Berjalan kaki menyusuri Parapat mengingatkan kita pada dahsyatnya letusan gunung api di sana ribuan tahun lalu. Letusan itu membentuk danau berukuran 100 km x 30 km dan berada 1.000 meter dari permukaan laut, dengan Pulau Samosir di tengahnya. Menakjubkan.

Rasa takjub sebenarnya sudah muncul jauh sebelum memasuki Parapat. Lepas dari Pematang Siantar, dari atas ketinggian tebing curam, kita sudah disuguhi keindahan Danau Toba yang menghampar biru di kejauhan. Hingga setengah jam kendaraan menuruni bukit terjal dan berkelok-kelok di bibir kawah Danau Toba, dapat disaksikan sisa muntahan bebatuan dan abu vulkanik yang menurut peneliti Universitas Teknologi Michigan, Amerika Serikat, sebagai bekas letusan maha dahsyat pada 75.500 tahun lalu. Letusan itu memuntahkan bebatuan dan abu vulkanik hingga radius 2.000 km² serta menimbulkan kegelapan selama dua minggu.

Petualangan jalan kaki saya mulai dari tengah kota, di perempatan jalan depan Inna Parapat. Hotel ini dibangun tahun 1911 dan menjadi hotel pertama di kota itu.
Dari sini saya menyusuri Jalan Marihat menuju kawasan Tanjung Sipora-pora hingga ke ujung barat. Jalan kecil berliku dan turun-naik cukup menguras tenaga. Di sepanjang jalan terdapat beberapa bangunan tua dengan arsitektur bergaya kolonial Belanda, sebagian besar kurang terawat.

Wisata arsitektur

Di kawasan paling ujung kembali saya menemukan hal menakjubkan. Sebuah bangunan kuno berdiri kokoh di ujung tanjung bertebing sangat curam. Di kejauhan, di depannya terlihat fatamorgana Pulau Samosir bertemu dengan daratan Sumatera. Jika cuaca cerah, pada sore hari dari gedung ini terlihat jelas proses matahari terbenam di fatamorgana Samosir.

Di tempat ini, pada 1 Januari 1949, Presiden Soekarno diasingkan Belanda. Bung Karno bersama Agus Salim dan Sutan Syahrir dipindahkan ke sana setelah sebelumnya diasingkan di Brastagi, Kabupaten Karo.
Pesanggrahan buatan tahun 1820 itu berukuran 10 meter x 20 meter, dikelilingi halaman seluas dua hektar. Bangunannya bergaya arsitektur neoklasik atau dikenal sebagai Indische Architectuur.

Dari pesanggrahan ini saya jalan memutar menuju timur. Di sisi kanan ada beberapa bangunan tua dan di sisi kiri Danau Toba menghampar. Sementara jauh di seberangnya terlihat mobil kecil-kecil melaju mengisi kesibukan lalu lintas Trans-Sumatera.
Dari sini saya kembali ke tempat awal dan langsung menuju kawasan timur Parapat melalui Jalan Bukit Barisan. Jalanan menanjak curam. Di sisi kiri-kanan jalan sangat banyak terdapat bangunan bergaya arsitektur kolonial. Beberapa di antara bangunan tua itu dijadikan kantor instansi pemerintah.

Kawasan ini tampaknya menjadi pusat kota tua Parapat. Soalnya dari seluruh tempat di Parapat hanya di kawasan ini cukup banyak terdapat bangunan bergaya arsitektur kolonial.

Gaya arsitektur bangunan di kawasan ini merupakan perpaduan selaras antara tiga unsur: tradisional, modern, dan tropis. Karya arsitektur yang ada umumnya menunjukkan perhatian besar pada iklim tropis Parapat terlihat pada jendela dan kisi-kisi ventilasi yang menjulang tinggi dari lantai ke langit-langit.

Meski Parapat kota sejuk, jendela dan kisi-kisi itu difungsikan juga sebagai corong pergantian udara dan juga agar penghuni dapat leluasa memanfaatkan cahaya matahari.
Di tempat ini terdapat beberapa bangunan dengan gaya arsitektur dipengaruhi aliran Delf. Hal ini terlihat dari upaya menggabungkan bangunan kotak dengan sistem kisi (grid) rasional, yang kemudian diperkaya dengan unsur pracetak untuk dinding luar.
Di bagian tengah kawasan timur ini terdapat bangunan gereja HKBP, mewakili arsitektur transisi klasik Eropa, terlihat modern tetapi tetap berciri tropis.
Di Parapat, bangunan tempat peristirahatan umumnya terinspirasi arsitektur vernakular Nusantara dengan adaptasi pada iklim. Ciri khasnya, halaman rumah adalah rerumputan yang menghampar luas.

Bagi orang Batak, rumah memang lebih dari sekadar tempat tinggal, tapi juga bangunan yang ditata secara perlambang, berkonteks dengan sosial budaya dan status kedudukan di dalam masyarakat.

Potensi besar

Meski Bung Karno sangat singkat bermukim di Parapat, tetapi dia menorehkan sejarah baru dengan memprakarsai berdirinya masjid di kota ini.
Pada tahun 1949, saat hendak melaksanakan shalat Jumat, Bung Karno tidak menemukan masjid di kota ini. “Di sini belum ada masjid. Dirikanlah masjid untuk shalat orang-orang Islam yang singgah,” ujar Bung Karno.
Mendengar ucapan sang Proklamator, Abdul Halim Pardede mewakafkan sebidang tanahnya untuk pembangunan Masjid Taqwa.

Parapat tentunya tak hanya bersejarah bagi umat Muslim, tetapi juga sangat bersejarah bagi umat Nasrani Batak Toba. Pada tahun 1909 dilakukan proses permandian suci oleh Pendeta Theis terhadap 38 orang Batak di kota ini setelah pada 12 Februari 1900 Pendeta Samuel Panggabean dan Friederich Hutagalung diutus ke daerah sekitar Danau Toba untuk menyebarkan agama Kristen.

Dari sini terlihat Parapat memiliki wisata alam, wisata arsitektur, dan potensi wisata rohani, wisata sejarah, bahkan wisata kuliner.
Parapat memiliki kuliner yang menarik, seperti lomok-lomok (lemak), ikan naniura (ikan mas yang dimasak pakai asam), ikan naniarsik (ikan mas yang diarsik), lapet, dali (susu sapi), sop ikan danau toba (nila) asam pedas, ikan bakar hopar, dan ikan pora-pora goreng. Memang kuliner khas Batak ini baru bisa dinikmati di hotel-hotel berbintang dengan harga relatif mahal. Sementara sajian di kedai-kedai pinggir jalan saya agak meragukan kehalalannya.

Sayangnya Parapat dengan segala potensinya tak kunjung mampu menarik wisatawan. Parapat terlalu sepi jika dibandingkan dengan Bali. Sepanjang hari hanya saya seorang diri yang menyusuri kota wisata ini.

Kamis, 15 Januari 2009

Yahudi AS, Pindah Ke Israel dan Masuk Islam


Hendra, Humas Bandar Udara Hang Nadim pindah ke Batam dari Jogjakarta, justru di Batam membawa nya pada cahaya Islam sebagaimana Joseph Cohen seorang Yahudi Ortodoks kelahiran AS hijar ke Israel malah jadi Muslim.

Pada tahun 1998, Joseph Cohen seorang Yahudi Ortodoks kelahiran AS hijrah ke Israel karena keyakinannya yang sangat kuat pada ajaran Yudaisme. Ia kemudian tinggal di pemukiman Yahudi Gush Qatif di Gaza (Israel mundur dari wilayah Jalur Gaza pada tahun 2005).
Cohen tak pernah mengira bahwa kepindahannya ke Israel justru membawanya pada cahaya Islam. Setelah tiga tahun menetap di Gaza, Cohen memutuskan untuk menjadi seorang Muslim setelah ia bertemu dengan seorang syaikh asal Uni Emirat Arab dan berdiskusi tentang teologi dengan syaikh tersebut lewat internet. Setelah masuk Islam, Cohen mengganti namanya dengan nama Islam Yousef al-Khattab.
Tak lama setelah ia mengucapkan syahadat, istri dan empat anak Yousef mengikuti jejaknya menjadi Muslim. Sekarang, Yousef al-Khattab aktif berdakwah di kalangan orang-orang Yahudi, meski ia sendiri tidak diakui lagi oleh keluarganya yang tidak suka melihatnya masuk Islam.
"Saya sudah tidak lagi berhubungan dengan keluarga saya. Kita tidak boleh memutuskan hubungan kekeluargaan, tapi pihak keluarga saya adalah Yahudi dengan entitas ke-Yahudi-annya. Kami tidak punya pilihan lain, selain memutuskan kontak untuk saat ini. Kata-kata terakhir yang mereka lontarkan pada saya, mereka bilang saya barbar," tutur Yousef tentang hubungan dengan keluarganya sekarang.
Ia mengakui, berdakwah tentang Islam di kalangan orang-orang Yahudi bukan pekerjaan yang mudah. Menurutnya, yang pertama kali harus dilakukan dalam mengenalkan Islam adalah, bahwa hanya ada satu manhaj dalam Islam yaitu manhaj yang dibawa oleh Rasululullah saw yang kemudian diteruskan oleh para sahabat-sahabat dan penerusnya hingga sekarang.
"Cara yang paling baik untuk membuktikan bahwa Islam adalah agama untuk semua umat manusia adalah dengan memberikan penjelasan berdasarkan ayat-ayat al-Quran dan yang membedakan antara umat manusia adalah ketaqwaannya pada Allah semata," ujar Yousef.

"Islam bukan agama yang rasis. Kita punya bukti-bukti yang sangat kuat, firman Allah dan perkataan Rasulullah saw. Kita berjuang bukan untuk membenci kaum kafir. Kita berjuang hanya demi Allah semata, untuk melawan mereka yang ingin membunuh kita, yang menjajah tanah air kita, yang menyebarkan kemungkaran dan menyebarkan ideologi Barat di negara kita, misalnya ideologi demokrasi," sambung Yousef.

Ia mengatakan bahwa dasar ajaran agama Yahudi sangat berbeda dengan Islam. Perbedaan utamanya dalam masalah tauhid. Agama Yahudi, kata Yousef percaya pada perantara dan perantara mereka adalah para rabbi. Orang-orang Yahudi berdoa lewat perantaraan rabbi-rabbi mereka.

"Yudaisme adalah kepercayaan yang berbasiskan pada manusia. Berbeda dengan Islam, agama yang berbasis pada al-Quran dan Sunnah. Dan keyakinan pada Islam tidak akan pernah berubah, di semua masjid di seluruh dunia al-Quran yang kita dengarkan adalah al-Quran yang sama," ujar Yousef.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Yahudisme di sisi lain berpatokan pada "tradisi oral" misalnya kitab Talmud yang disusun berdasarkan informasi dari mulut ke mulut yang kemudian dibukukan. Para rabbi sendiri, kata Yousef mengakui, bisa saja banyak hal yang sudah orang lupa sehingga keabsahan kitab tersebut bisa dipertanyakan.

Yousef mengungkapkan, kitab Taurat yang diyakini kaum Yahudi sekarang memiliki sebelas versi yang berbeda dan naskah-naskah Taurat itu bukan lagi naskah asli. "Alhamdulillah, Allah memberikan rahmat pada kita semua dengan agama yang mudah, di mana banyak orang yang bisa menghapal al-Quran dari generasi ke generasi. Allah memberkati kita semua dengan al-Quran," tukas Yousef. Meski demikian, ia meyakini dialog adalah cara terbaik dalam berdakwah terutama di kalangan Yahudi.

Ditanya tentang kelompok-kelompok Yahudi yang mengklaim anti-Zionis. Yousef menjawab bahwa secara pribadi maupun dari sisi religius, ia tidak percaya dengan Yahudi-Yahudi yang mengklaim anti-Zionis. "Dari sejarahnya saja, mereka adalah orang-orang yang selalu melanggar kesepakatan. Mereka membunuh para nabi, oleh sebab itu saya tidak pernah percaya pada mereka, meski Islam selalu menunjukkan sikap yang baik pada mereka," paparnya.

Yousef menegaskan bahwa pernyataannya itu bukan untuk membela orang-orang Palestina ataupun atas nama seorang Muslim. Pernyataan itu merupakan pendapat pribadinya. "Allah Maha Tahu," tandasnya.

Sebagai orang yang pernah tinggal di pemukiman Yahudi di wilayah Palestina, Yousef mengakui adanya diskriminasi yang dilakukan pemerintah Israel terhadap Muslim Palestina. Yousef sendiri pernah dipukul oleh tentara-tentara Israel meski tidak seburuk perlakuan tentara-tentara Zionis itu pada warga Palestina.

"Saya masih beruntung, penderitaan yang saya alami tidak seberat penderitaan saudara-saudara kita di Afghanistan yang berada dibawah penjajahan AS atau saudara-saudara kita yang berada di kamp penjara AS di Kuba (Guantanamo)," imbuhnya dengan rasa syukur.

Allah memberikan hidayah pada umatnya, kadang dengan cara yang tak terduga. Seperti yang dialami Cohen atau Yousef yang justru masuk Islam setelah pindah ke wilayah pendudukan Israel di Gaza. (ln/readingislam)

disini.
http://eramuslim.com

Sabtu, 10 Januari 2009

Din Bantah Muhammadiyah Kerjasama Dengan Israel.



Merebaknya pemberitaan tentang kerjasama Muhammadiyah dengan Israel, membuat Din Syamsudin angkat bicara. Dikatakan dalam Situs Resmi Muhammadiyah, “Berita itu tidak benar. Tidak ada MoU antara Muhammadiyah dengan Israel dan tidak ada bantuan Israel kepada Muhammadiyah” tutur Presiden Asian Conference of Religions for Peace (ACRP) ini.
Din Bantah Muhammadiyah Kerjasama Dengan Israel.

Din yang juga penerima Award sebagai Ambassador for Peace atas prakarsa perdamaian yang dilakukan mengatakan bahwa penyebaran berita itu oleh pihak-pihak tertentu sangat tendensius.

Pernyataan Din ini menanggapi berita yang merebak di dunia maya, diantaranya yang dikeluarkan oleh Eramuslim.com dengan judul Muhammadiyah Jalin Kerjasama dengan Israel, dan beberapa media online lainnya.

Eramuslim sendiri mengangkat berita itu dari islamonine.com "Situs Islamonline melaporkan, lembaga Rescue and Emergency yang berada dibawah naungan Muhammadiyah telah menandatangani kesepakatan kerjasama di bidang kesehatan dengan Magen David Adom (MDA) sebuah organisasi layanan kesehatan nasional Israel. Kerjasama itu senilai 200.000 dollar dan penandatanganannya dilakukan oleh delegasi Muhammadiyah di Tel Aviv, ibukota Israel pada bulan Oktober 2007."

Berikut ini adalah artikel yang diangkat oleh islamonline.com mengenai kerjasama muhammadiyah dengan israel:
Muhammadiyah divided on Israel ties
Israel Ties Divides Indonesians
Gaza's Scary Nights



Referensi:
Muhammadiyah.or.id - Din : Tidak Ada Kerjasama Muhammadiyah dengan Israel
Eramusli.Com - Muhammadiyah Jalin Kerja Sama Dengan Israel

Diposting oleh Muntoha Ihsan

Video Muslim Rohingya yang Terusir dari Negara nya